Pages

Wednesday, November 18, 2009

buat yang takut terbang


source:http://www.vestpension.com/2009/11/advice-for-people-afraid-to-fly.html
We use aircraft as a convenient means of travel in those days. We could travel to another city for a business meeting or evacuation to a well deserved holiday, aviation is here to stay to win. Many people these days’ flies or other phobias or fears about air travel, similar to other experiences such as sleep panic attacks while driving anxiety or panic attacks.

It is important to recognize that aerophobia (another name for a fear of flying), it can cause in many areas, and the partnership is not simply a fear of the act of stealing. One might fear the idea of the height in the air they are and other people could see the fear in the thought of being in a confined space and confined captured. Others could fly safely control issues of trust of the pilot of the aircraft, while the news may be the last air disasters with anxiety. One might fear of flying, literally countless reasons of.

What kind of advice can rejoice in a person, more at ease in such a thing?

First Article Submission, try a good overview of what exactly is afraid of the flight, you get the most. Is that something might come to mind that behind the fear of being? Maybe it's something traumatic happened in your childhood? They are much better off if your fear. This way you can better meet their needs and prepare you well if you know that you fly.

It may be useful to learn more about the mechanics of aviation. Sometimes anxiety can result from not understanding how airplanes work and how to keep something as big and heavy in the air. Give your best to find a book or other resource that explains this in an easily understandable.

Find a support group. Perhaps your family and friends, you can provide valuable assistance if you think you trust them and that he sympathizes with you. There are a variety of support forums of the Internet as well where members can share their experiences and offer effective strategies for adaptation. If you spend money, you can find in the treatment professional in your area.

You're not alone. Many people are afraid of flying. Many of them have managed to overcome the problem. Flying should be a fun adventure that takes place is interesting and unusual places. And it can be if you overcome your fear of flying too!

luar biasa!!air keluar dari bulan


Senin, 16 November 2009 | 08:14 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Sungguh mengejutkan hasil eksperimen penembakan proyektil yang dilakukan badan antariksa AS (NASA) ke permukaan Bulan belum lama ini. Betapa tidak, meski hanya menghasilkan lubang kecil, tembakan tersebut menyebabkan sekitar 25 galon atau hampir 100 liter air muncrat dari permukaan Bulan dalam bentuk es dan uap air.

"Kami menemukan air. Dan kami tidak hanya menemukan dalam jumlah sedikit. Kami menemukan kandungan yang signifikan," ujar Anthony Colaprete, ilmuwan NASA saat mengumumkan hal tersebut, Jumat (13/11). Temuan ini semakin meyakinkan para ilmuwan bahwa Bulan makin cocok dijadikan tempat tinggal alternatif bagi manusia.

Kandungan air yang cukup besar akan memudahkan pembangunan fasilitas penelitian di Bulan seperti yang dicita-citakan selama ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum, air juga penting dalam pembuatan bahan bakar roket.

Untuk memperoleh bukti adanya air, NASA harus mengorbankan satelit Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) yang diluncurkan bersama dengan misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) pada 18 Juni 2009. LRO menempatkan diri di orbit Bulan, sedangkan LCROSS memisahkan diri dan melenting beberapa kali ke orbit Bulan dan Bumi untuk meningkatkan kecepatannya hingga melesat seperti peluru sebelum menumbuk Bulan.

Setelah melakukan perjalanan selama 113 hari dengan menempuh jarak 9 juta kilometer, LCROSS kemudian menghunjam ke permukaan Bulan. Sebelum menabrakkan diri, sebuah roket bernama Centaur lebih dulu dilepaskan untuk menghasilkan efek tabrakan ganda berselang empat menit. Tabrakan yang diarahkan ke sebuah kawah Cabeus dekat kutub selatan Bulan itu menghasilkan muncratan setinggi hampir dua kilometer.

Ini memang bukan kabar pertama penemuan air di Bulan. Pada misi-misi sebelumnya pernah terungkap adanya kemungkinan kandungan hidrogen yang merupakan unsur penting pembentuk air di kawah-kawah Bulan dekat kutubnya dalam bentuk padat. Pada September 2009, sebuah kajian ilmiah juga menyimpulkan bahwa tanah Bulan mengandung elemen air.

Rabu, 11 November 2009 | 05:01 WIB

Ninok Leksono

KOMPAS.com - Kalau menyimak wacana tentang Kiamat 2012 yang disebut berdasarkan sistem kalender Maya, argumen pentingnya ada di sekitar Matahari. Antara lain disebutkan, pada tahun 2012 aktivitas Matahari, yang sudah dimulai sejak tahun 2003, akan mencapai puncaknya. Selain itu, Matahari dan Bumi akan berada segaris dengan lorong gelap di pusat Galaksi Bima Sakti.

Tentu, Matahari amat sentral bagi Tata Surya, khususnya Bumi dan kehidupan yang ada di biosfernya. Jika ada peningkatan aktivitas di sana, Bumi pasti akan kena pengaruh. Namun, Matahari sudah rutin menjalani siklus aktivitasnya—yang berperiode 11 tahun itu—selama lebih dari empat miliar tahun dan sejauh ini baik-baik saja.

Kini, seiring dengan merebaknya buku tentang Kiamat 2012, juga film-film Hollywood tentang tema yang sama, juga muncul bantahan, tidak saja dari pimpinan suku Maya, tetapi juga dari kalangan astronomi. Mudah dimengerti kalau kalangan astronomi lalu bersuara. Ini karena penyebar kabar Kiamat 2012 banyak menyebut benda langit, seolah hal itu dapat menguatkan skenario yang mereka usung.

Padahal, dasar skenario itu sendiri, yakni kalender Maya, tidak berbeda jauh dengan kalender modern. Kalau kalender Maya punya berbagai macam siklus dengan panjang berlain-lainan, kita juga punya hal serupa. Jadi, kalau kalender Maya akan berakhir tanggal 21 Desember 2012, itu untuk kita bisa terjadi misalnya pada tanggal 31 Desember 1999. Esok hari setelah tanggal itu, yakni 1 Januari 2000, akan dimulai siklus baru, apakah itu yang berdasarkan hari, tahun, puluhan tahun, abad, atau milenium.

Seperti sudah kita saksikan, berakhirnya siklus macam-macam pada tanggal 31 Desember 1999 tidak disertai dengan kiamat bukan?

Bagaimana dengan perjajaran antara Bumi, Matahari, dan pusat Galaksi Bima Sakti? Penyebar kiamat menyebutkan, saat perjajaran akan menimbulkan gaya pasang yang akan memicu gempa bumi yang menghancurkan untuk menamatkan riwayat dunia. Gaya pasang yang sama juga akan memicu badai matahari yang akan menghancurkan Bumi. Bahkan, untuk menambah efek, planet-planet juga disebut akan berjajar pada tanggal 21 Desember 2012.

Ternyata, setelah diperiksa dengan saksama, Matahari tidak akan menutupi (menggerhanai) pusat galaksi. Bahkan, kalaupun Matahari bisa menutupi pusat galaksi, efek pasang dapat diabaikan, tulis Paul A Heckert yang dikutip pada awal tulisan ini.

Dengan penjelasan itu, skenario Kiamat 2012 tidak perlu dianggap serius.

Berdasarkan teori evolusi (lahir dan matinya) bintang, di mana Matahari adalah salah satunya, Matahari memang sekitar lima miliar tahun lagi akan mengembang menjadi bintang raksasa merah yang akan memanggang Bumi. Namun, bukankah lima miliar tahun masih jangka waktu yang amat, amat lama untuk ukuran manusia?

Namun, demi tujuan-tujuan lebih praktis, misalnya untuk mengetahui hubungan aktivitas Matahari dan gangguan komunikasi, atau untuk mengetahui lebih dalam tentang sifat-sifat Matahari, studi tentang Matahari tetaplah hal penting. Dan inilah rupanya yang diperlihatkan oleh Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.

Penelitian Bosscha

Selama ini, Observatorium Bosscha lebih dikenal dengan penelitiannya di bidang struktur galaksi dan bintang ganda. Penelitian Matahari secara intensif dan ekstensif dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Namun, Sabtu 31 Oktober lalu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwakili oleh Dekan FMIPA Akhmaloka meresmikan teleskop matahari tayang langsung (real time). Sistem pengamatan Matahari yang terdiri dari tiga teleskop yang bekerja pada tiga panjang gelombang berlain-lainan ini dibuat dengan bantuan dari Belanda dan rancang bangunnya banyak dikerjakan oleh peneliti dan insinyur ITB sendiri.

Sistem teleskop yang dilihat dari sosoknya jauh lebih kecil dari umumnya teleskop yang ada di Bosscha ini terdiri dari teleskop yang bekerja pada gelombang visual, di mana untuk mendapatkan citra Matahari, sinarnya dilemahkan dulu sebesar 100.000 kali. Untuk pemantauan, citra Matahari diproyeksikan pada satu permukaan yang dapat dilihat dengan aman. Ini diperlukan karena selain untuk penelitian, fasilitas ini juga digunakan untuk pendidikan masyarakat.

Dua teleskop lainnya masing-masing satu untuk penelitian kromosfer rendah dan satu lagi untuk penelitian kromosfer tinggi.

Menambah semarak peresmian, hadir pula ahli fisika matahari dari Belanda, Rob Rutten, yang pagi itu menguraikan tentang kemajuan penelitian fisika matahari dan tantangan yang dihadapi.

Membandingkan materi paparannya, yang dilengkapi dengan citra hidup Matahari berdasarkan pemotretan menggunakan teleskop matahari canggih, tentu saja apa yang diperoleh oleh teleskop di Bosscha bukan bandingannya.

Kontribusi Indonesia

Direktur Observatorium Bosscha Taufiq Hidayat dalam sambutan pengantarnya menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya beruntung masih dapat terus menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga di luar negeri untuk mendukung aktivitas ilmiahnya. Sementara peneliti Matahari di Bosscha, Dhani Herdiwijaya, selain menguraikan berbagai aspek riset tentang fisika matahari juga menyampaikan harapannya untuk mendapatkan hasil penelitian detail tentang Matahari.

Peresmian teleskop surya di Bosscha tampak sebagai momentum bagi bangkitnya minat terhadap riset Matahari.

Seiring dengan peringatan Tahun Astronomi Internasional 2009, berlangsung pula peringatan 400 tahun pengamatan bintik matahari. Dalam konteks ini, masih banyak tugas manusia untuk mendalami lebih jauh serba hal tentang Matahari, bintang yang menjadi sumber kehidupan di Bumi. Alam seperti yang ada sekarang ini, menurut skenario Ilahi, masih akan terbentang lima miliar tahun lagi, bukan sampai tahun 2012.




Rabu, 18 November 2009 | 01:40 WIB

JERUSALEM,KOMPAS.com - Israel benar-benar bebal. Ditengah upaya damai yang diinginkan banyak pihak, mereka justru memancing kecaman dengan mengizinkan pembangunan 900 unit perumahan baru di Jerusalem timur telah mereka caplok.

"Komisi perencanaan dan pembangunan telah mengizinkan pembangunan 900 unit perumahan di lingkungan Gilo di Jerusalem," kata juru bicara kementerian dalam negeri.

Langkah tersebut dilakukan ketika AS mendesak negara Yahudi itu untuk menghentikan aktivitas permukimannya, karena ingin membawa Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan. Masyarakat internasional acap kali mengkritik Israel karena membangun di tanah Palestina yang direbut Israel pada 1967. Padahal tanah itu adalah tempat Palestina ingin membangun negara mereka di masa depan.

Senin lalu, sebuah harian Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menolak permintaan AS untuk membekukan proyek di Gilo, di pinggiran selatan Jerusalem itu.

Dimintai komentar tentang laporan tersebut, seorang pejabat senior Israel hanya menyatakan bahwa Netanyahu siap untuk menunjukkan pengekangan maksimal mengenai pembangunan di Judea dan Samaria (Tepi Barat) untuk membantu memulai lagi pembicaraan. Namun kebijakan itu tidak berlaku di Jerusalem.

Wali Kota Jerusalem Nir Barkat mengatakan ia menolak dengan keras permintaan Amerika untuk menghentikan pembangunan di Jerusale dan akan membolehkan pembangunan untuk orang Yahudi, orang Islam dan orang Kristen di satu bagian Jerusalem tanpa prasangka.

"Permintaan untuk menghetikan pembangunan oleh agama adalah tidak sah di AS atau di tempat bebas lainnya di dunia."
Gilo terletak di Jerusalem timur yang sebagian besar penduduknya orang Arab, yang Israel rebut bersama dengan Tepi Barat dari Jordania dalam Perang Enam Hari pada 1967 dan kemudian dicaplok dalam tindakan yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Israel menganggap dua bagian kota suci itu sebagai ibukotanya yang abadi dan tak bisa dibagi serta tidak akan meninjau pembangunan di bagian timurnya sebagai permukiman. Palestina ingin menjadikan bagian timur kota Jerusalem itu sebagai ibukota negara mereka yang dijanjikan. Sekitar 180.000 orang Israel tinggal di Jerusalem Timur berdampingan dengan hampir 270.000 orang Palestina.