Pages

Monday, April 2, 2012

Cipayung Pekanbaru Berkumpul dan buat aksi solidaritas

Aku diajak aksi solidaritas bersama kawan kawan dan senior Cipayung,kami menyebarkan Selebaran provokatif - lucu,isinya berupa gambar dan karikatur,ini luar biasa dan sederhana.Aku terkesima ketika diajak kawanGMNI ke sekre yang berada di jalan KOLAN entah apa nama jalannya.

Di dalam gedung yang mirip rumah berukuran besar itu aku melihat belasan tulisan kawan kawan GMNI di dinding terpampang,Salut!

Anehnya ketika kami membagikan Pamflet Polisi sudah menyiapkan sekitar 2 pleton dan lengkap dengan WaterCanon,menurut informasi mereka "takut" ,soalnya di AkSI sebelumnya ada teman kami "BOWO" kakinya terkilir karena didorong "tak sengaja" hingga kakinya terkilir di Aliran Parit depan Gedung BPK ,yang berada tepat disamping Gedung DPRD

Di gedung itu Cipayung,yang hari ini dipenuhi anggota HMI,GMNI,GMKI dan PMKRI mendiskusikan persoalan santai,sungguh banyak informasi dan cara berpikir yang aku pelajari.

Bila tulisan itu untuk Ku


Aku semakin takut

Semakin ku ikuti langkah ku yang terseok seok dibalik Awan

Aku menemukan

Lawan lawan tak beraturan

nila yang berbenturan

Nuraniku berkata

Sepiku membalut jiwa

Kain putih yang bercengkrama

Kuharap tak mudah sirna

AKu takut

Sungguh takut

Kadang sepi membayang jauh di balik ruang ruang pita sura yang bergemetar

Kadang kaki melangkah tanpa arah

Namun setiap titip kunikmati sendiri

Aku yang selalu dibayang sepi

berkawinkan alas alasa hitam aspal menganga

Disisi sisi bagian jalan kutemui keheningan

Di dalam ribuan massa ku temui kegelisahan

Aku semakin tersadar

Dunia ini semakin Fana

Semakin aku bertanya

Semakin kutak paam jawabnya

Namun kunikmati terbangku

Patahnya sayapku

Putuskan bubulu nadiku

Soal Cinta bukan hal mudah

Aku ingin

Akuingin

Kuteriakkan pada Barisan Oksigen yang menipis

Jantung ku bergetar tak menentu

Aku ingin hening

namun yang muncul gejolak yang tak pahami ritme ombak

Aku ingin Di temeni

Jalanku kian merekah

Hampaku kian membelah

Kapan lagi?

aku yang terbiasa dalam kalut bersemraut

Aku yang terbiasa diam dalam kelam

Aku yang terbiasa terbilas dalam keadaaan tertindas

Aku yang tak percaya

AKu yang tak bisa pernah percaya

Meniti langkah langkah penuh terjal

Kuku kuku ku tak lagi kuat mengcengkeram senja

kuputuskan untuk memberontak

ku harapkan akan ada jawaban

akan kegelisahan yang hilang diterpa pelangi

sebab diantara awan awan dan geuruh yang kutemui

ku harap akan ada jawaban dibilangan warna pelangi