Pages

Monday, June 11, 2012

titik balik

Semua terjawab sudah
dia yang berdaya upaya mewujudkan impiannya
bersiap menerima hasil
walau kadang hasil itu tak seindah mawar yang ia rindukan
hasil itu bisa jadi seukir  bingkisan lukisan mawar yang indah tanpa duri

Lalu sekarang apa?
sekarang yang bertugas tinggallah sebuah nama
yang entah berantah kelakuannya

yang benar benar dilakukan adalah menjaga hati,diri dan rasa dari perasaan
pikir dari sebuah kesesatan berpikir

dan aku hanya inginkan lukisan indah ku tersimpan ditempat pengabdian
suci tanpa maksud kepentingan diri
disisi lain ini berimbas pada hati
dan terlukis dengan nurani
jauh tetap merendah
dalam dan sangat dalam
sampailah tujuan pada altar yang dijanjikan
sebuah kenangan manis
yang ku simpan dintara bingkisan bingkisan soal lalu

siapkkan diri untuk masa depan

loh..

soal kata bernama setia

Sepengetahuanku,yang hanya punya pasangan tunggal itu hanyalah Adam,ini wajar persoalannya Zat bernama wanita hanya dicipta dari rusuknya dan memang cuma ia.

Lalu beruntut kebawahnya hingga kau harus perhatikan bagaimana keputusan Ibrahim untuk menikahi Sarah dan satunya lagi aku lupa

Lalu dibawahnya cuba kau perhatikan bagaimana teguran Sang Kuasa terhadap Daud dan seorang rakyat jelata,yang ingin mempersunting istri rakyatnya itu menjadikan selir ke-seratus

Lalu berakhirlah keputusan ditangan Syarak yang dibawakan Muhammad SAW yang kini kita dibatasi hanya memiliki empat wanita

Atau cuba kau buka sejarah raja raja Jawa,cara hidup hidupnya yang luar biasa "aneh" dengan mempersunting banyak Hareem-Bahkan perilaku Soekarno yang entah berantah

Jadi ,kuambil kesimpulan..bahwa kesetiaan bukan lah sesuatu yang baru untuk di permasalahkan


Hanya saja ada sebuah nilai yang harus selalu kaum lelaki tanyakan pada dirinya sendiri sebelum ia berbuat dan bertingkah sesuatu.Bayangkan saja bila kau berada diposisi kekasihmu lalu ia mendua bahkan meniga dan mdengempatkanmu?

itu saja

cukup

bang Gym dan Poligami

duludia ustad terkenal panutan umat,
tapi entah itu ada pada suatu masa,dia berubah pikiran dan meminang gadis cantik belia,putih dan sebagainya
lalu pamor nya dicaci maki dan sebgainya
lagi lgi sebagian mengklaim dia menodai agama
padahal semua itu adalah sah untuk dilaksanakan berdasarkan aturan agama

Lalu kupikir dua duanya bisa disalahkan
Poligami dimataku tetaplah suatu kenistaaan,hukumnya pun mungkin Mubah atau halal tapi inilah suatu kenistaan
,aneh dan tak relevan untuk kondisi sekarang

yang kedua
orang yang menyalahkan bang agym
mereka tak berkaca inni adalah syariat yang dibenarkan
mengapa mereka berontak ketika ustad ini blablablabala
lalu tak berontak bila suaminya melakukan hal menjijikkan di ruang prostitusi?
yang sudah jelas melanggar batas batas semuanya

jadi
Poligame itu harus ditolak
dan
Zina harus dimusnahkan (titik)

last story

Kuakhiri semuanya
dengan tanpa keraguan

tetap saja aku tidak percaya dengan yang namanya itu Takdir
bila kata "takdir" dipersepsikan bahwa kita sudah digariskan untuk blablablabla
Aku tak percaya takdir,bila kata itu cuma dijadikan alasan untuk membatasi diri dalam sebuah niatan

Aku juga tak percaya takdir,bila itu hanya sebuah alasan untuk pembenaran

Tapi,
setauku ada dua takdir
mubram dan mualaq
jadi aku bisa saja percaya takdir
bila konsepnya dibedakan diantara dua itu

terutama soal jodoh
awalnya bila itu digariskan
maka kembalilah ke sistem perjodohan ala siti nur baya
atau tunduk pada sifat manusia yang dengan tetek bengeknya melegalkan poligami

Sesuatu yang tak layak dibagi benar benar tak perlu dibagi,bagiku itu adalah cinta
walaupun sama sekali aku tidak percaya sama cinta
Logisya itu adalah hal yang terlalu muluk muluk dan sarat akan penyelewengan makna

baru saja
telah kuakhiri semua
sekarang tinggal persiapan saja

aku dan dia
bukan yang lain
bukan kumpulan kitab kahlil gibran
bukan kitab sangskerta
apalai itu adalah kitab yang tak jelas kebenarannya

Satu hal
Aku hanya persiapkan
sejauh inibaik baik saja
selagi aku rasa
aku berada dijalan dan cara yang paling tepat dan normatif dalam budaya ,akhlak dan apalah lagi itu namanya

tetaplah pada tuntunan yang benar
itu saja
tiada lebih
tiada berkurang

yang tersisa

akhirnya sampailah kita dalam sebuah episode tua
kita bicarakan hal hal sederhana
bicarakan soal kondisi realistis dan bukan sekedar fantasi ria
kita bicara cenayang dan sisa lembayung yang tersisa
hasil peradaban muda yang tak sampai putus benangnya

yang tersisa

Seorang Pria so Poor am i
yang tinggal lusuh dalam kesendirianya
baru saja melepas kain keranda untuk mati bersama sebuah nama

seorang pria yang sibuk meratapi nasib yang tak pernah ia perjuangkan
seorang pecundang berkelamin lelaki yang tak bisa mengendalikan pikirannya
tersudut dalam tekanan ritual dan semacamnya
itu Aku
kini dalam kondisi entah berantah dan sungguh tidaklah betah

Di sudut sana
yang tersisa jua adalah semua tokoh klasik yang luar biasa
baru saja kulepaskan keputusan padanya
dalam keputusan yang sama diantara diagfragmanya
dan ku dengar irama rasa,pikir dalam dekapan jantungnya
sesosok hawa yang tak pernah bisa ku temukan lagi yang seperti dia

Yang tersisa
Sebuah Nirwana yang kujelang tanpanya
kini dan nanti
yang tersisa

cuma rasa yang tak pernah bisa akan menjadi sama
dibalut sekeranjang rasa yang tak pernah mungkin diterjemahkan kamus Khayam ataupun rama
bahkan kamus Adam dan Hawa,atau bahkan bukan pula kamus Fatimah Azzahr

yang tersisa
adalah cuma yang tersikssa

yang tersisa
adanya sebuah rasa

yang tersisa adanya
secuil masa

yang tak pernah bisa diterjemahkan dengan rasa dan kata kata

yang terasa
kegilaaan

inilah
yang tersisa