Pages

Friday, July 6, 2012

Sebuah wasiat

kalau aku mati kau jangan ikut ikutan mau mati diikuti pun aku tak sudi biarkan semua ketenangan datang menghimbau tanpa tangis ya..tanpa tangis tangis mu pun tak bisa membantuku bukan kah sudah tabiatnya para malaikat itu begini bila dapat perintah untuk menagih janji ya sudah,tanpa pikir,tanpa pertimbangan kerinduan,arti kehilangan,cinta dan hal lain yang cuma kita mengerti sebagai manusia ya sudahlah kita pasti menemuinya Sayangku Betasbihlah atas nama Dzat yang kuasa yang senarai rindu kita pun tak mampu ungkapkan asa Manisku, nikmatilah sebua perjalanan berikutnya walau konsekwensinya kita akan menemukan keabadian atau bahkanlebih buruhknyahanya temukan sebuah kehampaan bermuram durja Lalu biarkan anginmembelai lembut bintang gemintang yang isyaratkan kekuasaan dan keindahan malam bertakzim atas nama kesyunyian siangpun bersorak atas nama gemerlapan Sana dan sinisama saja kaupun akan temukan hal yang sama Kita yang diciptakan,sudah suatu kewajaran untuktemukan kehampaan atau bahkan sebuahkeabadian Didepan sana yang paling kutakutkan adalah Ketika aku bertemu sebuah keabadian aku menemukan sebuah kebahagiaan yang dalam kondisi dankonteks waktu yang berbeda kita yang bertemukeabadian namun serasa diberikan kehampaan dengan bayaran kebahagiaan tanpa kau ,dia dan mereka yng pernah kutemui di tempat yang ktanya fan

Amboi

aku takut memulai karena aku tak kuat untuk menerima kata mengakhir dibalik tirai tirai kekaguman kusimpan bayang bayang suka,kagum dan sayang dan dibawah terang benderangnya cahaya rembulan ku tadah rasa penuh kerinduan lalu sang waktu berkata lain bukan keindahan yang kudapati namun semerbak bau perpisahan yang kujumpai lalu sampai saat ini kuputuskan menutup cangkangku dri dunia hati cuma kusingkap sebagian kecil darinya unuk memandang semua sama saja tiada beda berulang kali hal ini terjadi fenomena fenomena ini terjadi suatu kali masih dibawah sepi sendiri diantara jilatan mentari yang mengelilingi ku cobe untuk keluar daricangkang hati niatku membuatnya terbuka dan bisa menerima kembali akankah hal yang sama kembali menghampiri ah.. kuputuskan kupasrahkan saja waktu yang menjawab ubiarkansaja semua mengalir lembut dari lembayung senja kulepaskan ingin dan pengharapan diri sambil berbisik Tuhan,jikalau dia adalah yang kau takdirkan maka biarkan dia tetap dalam lindungan oh Amboinya

HUMAN AND COW

hari ini aku hidup,besok entah..siapa yang bakalan tahu,ide ini kudapat dalam buku Rubayyat omar khayyam esnsinya..lalu kuambil juga dari Hikmah kematian dan kegelisahan ahmad wahib yang mati muda,dari beberapa coretan Gie, aku menyadari juga dari perilaku kawan kawan dkampus,paradigma kampungannya,tapi sangat normal. Aku juga sadari ,beberapa pandangan itu dari perilaku seseorang yang bicarakan sesuatu dari orang lain ,contoh dari karya pikir mario teguh,lalu dia di hina,dipandang sebelah mata,dibilang cuma bisa ngomong,dibilang kampungan,dibilang sok suci tapi aku juga kadang pelajari bagaimana Kematian filsuf Al-hajj,dari kematian Syeh siti jenar,kematian Mahatma Gandhi,kematian Isa al masih,kadang juga dari Muso dan ulama ulama islam yang dibantianya,dari buku Api sejarah,juga tak kalah penting tentang cerita dan tarikh para nabi,termasuk yang terbaik dan yang paling banyak referensnya ,Muhammad SAW dan Isa AS...yang hidup cuma dalam waktu singkat ...tak seperti Nuh dengan usianya yang ribuan tahun,Namun pengaruhnya luar biasa sekali,bahkan tragisnya,mereka cenderung disalahi...dan sampai sekarang juga tragisnya,cucu cucu mereka pun saling membenci,padahal,bila mereka mengerti,bahwa aliran dan esensinya bahkan tak menyalah sama sekali Dari itu aku berpikir Bahwa ,tak semua bisa mengerti dan memahami,karena dala buku dahlan iskan,Membenci terlalu lebih mudah untuk memahami mereka yang punya banyak ide dan gagasan,sangat rentan untuk dicaci maki dan dibenci, dan yang lagi ngetren adalah ketika itu dikampus ,tempatnya para intelek..yang katanya berpikir,cuma masih ternyata sangat KAMPUNGAN,tidak menghargai perbedaan,kolot,mungkin cuma disini...banyak yang bersifat seperti ini "Ah,dia itu banyak omong aja,aksi gak ada" Padahal cuba kembali dicermati,mereka bicara,itu hasil dari pikiran,dan apa yang lebih mulia dan juga lebih hina dari pada efek dari pikiran? sayang tak semua mengerti mereka lebih suka KERBAU yang HIDUnGNYA DITINDIK,lalu bergerak sesuai ajaran monoton dan tradisi .

Aku tukang parkir

Hari ini aku tulislagi,satu pengalaman baru,ketika piala AFC digelar,aku diajak bang febri untuk jadi petugas parkir sama dia,kebetulan,aku butuh duit,dalam dua minggu ini pengeluaran ku boros,beli jaket formis,beli buku yang totalnya sekitar 950 ribu,mau gimana lagi? begitu banyak diskon buku tentang filsafat islam,buku etika islam..bahkan ,aku baru puas,setelah beli buku sepatu dahlan,tentang dahlan iskan back to the topis sebenarnya banyak pihak yang kecewa tentang parkir hari ini,cuma aku bersyukur aja,toh aku pun juga ditawarkan kan? ngapain harus kecewa,thank's full for bg febri.pengalamannya menarik,aku sempat ditegur sama abang tu,soalnya..aku dapat jatah di bagian mobil,cuma aku terus terusan baca buku dahlan iskan ini,bagiku ,membaca itu adalah wajib,apalagi novel inspiratif dan hiystorical ini. kasihan..malas nulisnya.. cuma puas

Hakikat kita

Aku takut mati takut kehilangan takut kehilangan lalu berarti aku pecundang yang tkut mati takut kehilangan buat mu ,biarlah yang penting aku.. aku rindu aku sayang aku suka sama kamu

Air mata terakhir

Kuberi dua air mata yang pertama,ketika aku bercurah rindu saat kau mengekalkan keabadian rasa dan yang kedua ,kala aku sadari bahwa suatu hari kita akan berpisah Lalu , bergetarlah lara ku,dan berdecaklah jantungku Mampukah aku berikan kau cuma dua air mata? Jadi Kuberi lagi dua air mataku Yang pertama,saat kutakzimkan kekagumanku akan mahkluk CiptaaNya dihatiku Berada nyata dibagian relung nyawaku Dan yang kedua, kuberikan ketika nyata bagiku akan fana kau dan aku lalu kita menua lalu kita hilang dan sebagian satu dan yang lainya harus kembali berpisah Jadi kuputuskan dalam sebuah renungan malam senyap kupikirkan bersama awan gemawan kubisikkan kala dunia berada di titik gegap gempitanya kuberikan kau air mata terakhir kala rindu menyeruak bisikkan kehadiran kau yang mampu lisankan kekagumanmu Takzimkan keindahanmu didepan Zat yang nantinya kita akan kembali Indahnya..