"AKu yakin bila satu orang saja,yg punya pengalaman yang berbeda beda bisa menuliskan nya dalam bentuk karangan ,bayangkan betapa banyak jejak jejak hidup yang unik tersebut bisa merekam kehidupan yang tidak abadi ini dalam tinta keabadian,sebagai kado kehidupan yang ditinggalkan,mulailah menuliskannya ..."
Pages
▼
Wednesday, November 28, 2012
cuma debu
Setelah ini apa?
kau tak bisa berkata apa apa
kau tak bisa berkaca pada apa
kita berakhir juga
waktu
waktu
seolah datang kerubungi kita
lalu menua
dan menua
lalu mati itu saja
kau…
perhatikanlah langkahku tidak pernah berhenti
menuju mu yang konon namamu sudah terukir
dalam kisah
yang masih hanya akan tinggal sebagai sebuah debu
ini semua adalah pilihan
benar,aku yang akan menentukan
tak kupedulikan sajak sajak dan teks yang menyalah
aku yang menentukan
ragaku menjadi satu
menyatu bersama debu
yang pada akhirnya cumalah debu
jadi
kuperhatikan bilur langit yang tak bening
kunikmati malam yang tak lagi hening
dan kusampaikan
aku cumalah sebuah debu sayang
tak pernah lebih dan tak berkurang
tapi perhatikanlah
debu ini tidak pernah gusar jejakkan langkah
kau ,,kau ,,kau yang kumauai
kala debu menginginkan debu
ia tak pedulikan ada mahluk apalagi
begitu juga mahluk lain yang cuma bisa bisu dalam misteri
aku jalani ini
ya sayang
aku jalani ini
dengan telunjuk dari jemari yang tersusun rapi
jadi
begitulah
aku cuma
ya cuma debu..
kau tak bisa berkata apa apa
kau tak bisa berkaca pada apa
kita berakhir juga
waktu
waktu
seolah datang kerubungi kita
lalu menua
dan menua
lalu mati itu saja
kau…
perhatikanlah langkahku tidak pernah berhenti
menuju mu yang konon namamu sudah terukir
dalam kisah
yang masih hanya akan tinggal sebagai sebuah debu
ini semua adalah pilihan
benar,aku yang akan menentukan
tak kupedulikan sajak sajak dan teks yang menyalah
aku yang menentukan
ragaku menjadi satu
menyatu bersama debu
yang pada akhirnya cumalah debu
jadi
kuperhatikan bilur langit yang tak bening
kunikmati malam yang tak lagi hening
dan kusampaikan
aku cumalah sebuah debu sayang
tak pernah lebih dan tak berkurang
tapi perhatikanlah
debu ini tidak pernah gusar jejakkan langkah
kau ,,kau ,,kau yang kumauai
kala debu menginginkan debu
ia tak pedulikan ada mahluk apalagi
begitu juga mahluk lain yang cuma bisa bisu dalam misteri
aku jalani ini
ya sayang
aku jalani ini
dengan telunjuk dari jemari yang tersusun rapi
jadi
begitulah
aku cuma
ya cuma debu..
Cerpen -tak sia sia
karena aku dilahirkan dalam Kasih Maka aku benci kebencian>
karena sadar bahwa waktu hidup di bumi ini berbatas,maka aku benci kesia siaan ,mengertilah….dan ini bukanlah permainan atau omong kosong…
(Rey Alkhatab)
karena sadar bahwa waktu hidup di bumi ini berbatas,maka aku benci kesia siaan ,mengertilah….dan ini bukanlah permainan atau omong kosong…
(Rey Alkhatab)
Lim membaca koran
kampus,kala itu hujan masih mngguyur negeri bertuah,dimata Lim yang
hening begitu saja,pandangannya seolah terlihat kosong.Sementara
Gina,cuma bisa bengong,tanpa kata ,sambil menanti bus kampus yang
berwarna kuning hijau itu berhenti di hadapan mereka berdua.
“Apalagi yang kau cemaskan Lim? masih mengngat kematian pak ALimin?,Gina membuka cerita
“Ya,sedikit banyaknya memang ya..kematian satu orang cerdas ,menguasai ilmu itu brharga Gina,,”,Lim
Keduanya lalu
berlari menuju bis kampus,dan duduk di mobil panjang yang ber-AC
itu,beruntung Lim mengenakan Jaket merah semen Padangnya.
“Lalu,apa artinya hidup kalau bukan untuk mati? dan yang kita jalaani ini bukan kah menuju mati Lim? .
Lim cuma terdiam,lalu ia perlihatkan Foto Profile dari sebuah akun FB yang di cek via Handphone-nya.
“Coba perhatikan
Manusia ini..2 tahun lalu ia masih jadi sahabatku…lalu Tuhan panggil ia
segera,dan kini Tuhan panggil Dosenku,apa ini ?”
“Sudahlah,tak
bisakah kau lupakan Barbara? Apa sebegitu kuat ikatan kau hingga ia tak
bisakah kau sejenak berpikir bahwa hidup mu harus dilanjutkan?”,Gina
bersedih,air matanya mengucur begitu saja,seorang sahabat yang juga
menyinta Lim.
“Aku dan Barbara
punya tujuan,dan tujuan itu harus kuraih bersama,apa Tuhan tak bisa
sejenak jadikan rencananya yang indah itu kala aku di rahim bundaku
,berjalan bersama Barbara?”,tampik Lim
“Bukankah aku
disini?menemanimu? mengisi harimu? lalu bisakah kita jalani saja hidup
ini dan biarkan takdir melangkah seperti angin yang ada namun tak bisa
tampak oleh mata kau dan aku Lim?wajah Gina memerah kali ini
“Tidak,sungguh
tidak,kau dan Barbara berbeda Gina,kau berada disisiku ,mengisi
hariku,tapi masih percayai bahwa nasib itu ditangan Zat yang Maha dari
semua Maha,sedang aku tak ingin begitu…bukankah itu sia sia?”
Kali ini Gina
tertunduk,dalam hatinya ia masih percaya bahwa sepenuhnya manusia cuma
bisa berencana,sesuai dengan ajaran yang diyakininya selama ini.
“mengapa Lim? kau selalu menuntut hal ini diawal ? dan sedini ini?”
“Karena
sadar bahwa waktu hidup di bumi ini berbatas,maka aku benci kesia
siaan ,mengertilah….dan ini bukanlah permainan atau omong kosong…yang
biasa dimainkan oleh anak manusia dalam Fatalismenya,mengertilah ..itu
saja..aku butuh teman sevisi dengan ini Gina…itulah kebenara mutlak yang
kuyakini,selanjutnya baru kita biasa bicara -jalani saja dulu”



