Pages

Tuesday, July 19, 2011

Healthy Report

Nama : Wiriyanto Aswir
Panggilan : Wira,Ryan,Oluar dan kagak pernah mau dipanggil Aswir

Illness :

>> Nosebleed
>> Headaches
>> Decreased memory
>> Decreased visibility

Penyampaian Progja Himip 2011-2012


Penyampaian Progja Himip

SEBUAH TANTANGAN,SEBUAH AMANAH DAN SEBUAH TANGGUNG JAWAB

“Seiring kekuatan besar, terdapat tanggung jawab yang besar”

(Peter Parker,Spiderman 3)

Gunakan kekuasaan untuk membantu orang. Kita diberi kekuasaan tidak untuk meraih tujuan pribadi, atau membuat pertunjukan terbesar di dunia, dan bukan untuk mendapatkan nama. Hanya ada satu kegunaan kekuasaan, yakni membantu orang lain
[Goerge Bush]

Sebuah tantangan baru saja dimulai,mengenang masa-masa bersama sebuah instansi dalam kampus yang mulai di emban oleh kader baru generasi Ilmu Pemeritahan Universitas Riau.”HIMIP” kemarin mengadakan kegiatan up-grading di Auditorium Fisip Univ.Riau.

Dipimpin langsung oleh Bupati terpilih Rico Gia Syahputra,beberapa agenda pun di sampaikan oleh beberapa dinas terkait di dalamnya.sore itu tiap – tipa dinas menyampaikan progja mereka,ada yang mengusulkan kegiatan ini,kegiatan itu dan berbagai macam lagi gaya dan style rekan –rekan kerja dalam menyampaikan gagasan mereka,tetap saja ini sebuah Progja,yang akan dipertanggung jawabkan di masa penutupan kepengurusan nanti.Yang jelas beberapa goresan kalam di white board sore itu,itu semua tak lebih dari sebuah Serapah dan Kumpulan tanggung jawab pengurus dalam menyusun agendanya ,yang sebagian besar tentunya di laksanakan guna mencerdaskan Kehidupan bangsa,setidaknya berbuat demi bangsa.

Bekerja tanpa Gaji?

Tentu saja ,bila aku ingin sampaikan secara pribadi,untuk apa berbuat begini? Toh organisasi ini tanpa gaji bahkan tanpa “mobil dinas “ untuk setiap kepala dinasnya (heheheh) namun sebagaimana yang disampaikan pak Bup..Saat ini lah waktunya berbuat,bukan untuk bersenang senang atau tercatat secara struktural..Apapun itu yang jelas..

Selamat datang tanggung jawab baru, semoga maju dan jaya..sebagaimana yang terTERA oleh jargon yang disepakati dalam rapat kepengurusan sebelumnya di internal HIMIP:

HIMIP “CARE” Jadi mau tidak mau , suka atau tidak suka,,semua memang harus berkorban dan bekerja dengan loyal tanpa batas untuk satu tujuan..”.C’mon Boy ...We can proof the best”

Liebesgeschichte von zwei Freunden


Wiriyanto Aswir dan Ghalih Apriyaldi sebuah pengarang

Kau pikir aku berbeda ddengan kau kawan?

Malam disaat Gue dan loe berdua bertanya pada malam yang telah mengekspos keindahan tabirnya di jagad sana..

Saat itu Kau bilang Apatah kesamaan Kita wahai Sobat? Kau beertanya bak Hang Jebat Bertanya kepada Hang Jebat..

“Ia kawan,satu kesamaan yang tak pernah hilang sejak kita berkawan di Sekolah Howgart ini adalah”

“Rivalitas dan Romantisme”

Mengapa begitu kawan?Ya Karena Galih ApriyalDi terlahir Sebagai Pecundang, dan Wiriyanto Aswir terlahir Sebagai Pemenang...

Egoisentris iuni kubalut dalam kata kata yang simetris..

Yang begitu dalam dalam persahabat Galih dan Riyan

Ah Sungguh Tak layak

Bila Aku mmposisikan Galih sebagai Pecundang,,

Namun itu adalah sebutan yang Pas untuk nya..karena e karena..

Hari dimana kami berjumpas di Smun plus..”ia mengatakan”

Aku mungkin Pecundang Rian,aku takut pada persaingan dan keterbukaan tingkat tinggi...tidak seperti yang selam ini kau tunjukkan padaku...”kau adalah pemenang Riyan”

“ya,kataku dengan sombong” “kawan ,kau tau apa perbedaan paling fundamental antara aku dan kau?

“oh tidak kawan smpaikanlah”

Ya...Aku terlahir sebagai Tokoh Marx yang menulisdan berjuang demi istrianya walau dengan menerbitkan buku Das Kapitalis “buku setan itu” ..ya ,,namun ia berjuang demi memberikan itu kepada Istri tercintanya galih...

Tidak rian ...cerita ini berbeda sama sekali..kisah cintaa dan hidupku di masa Binar ini yak lebih dari kisah Sang pemimpinya...Aku sebagai Arai Ryan..Aku akan mencinta seseorang dengan superioritas yang terbalut kaafan dalam konsep kesempurnaan yang ku mindset dalam pikiranku..

Ryan: Ah,kau terlalu banyak omong kosong kawan,dan kau tahu Sri Rama tidak merebut sinta bila ia lemah seperti mu Galih...Kau lemah ..bahkan tak layak kau kusebut sebagai “pecundang”..ya kau memang Pecundang Galih,,Pecundang

Galih :What a Fu”k Are your Ryan...F’’k You!

Ryan: Ahaaaahahaaha,,Galih ahahahah,,,,Aku sedih karena melihat wAJAH lemasmu yang menyedihkan kawan..menyedihkan..pantas saja kau begitu temprament..pantas saja kau begitu kuat tuk pendam Cinta bodoh yang kan kau simpan ,dan hanya kan kau ungkapkan 3 tahun mendatang...

Kau lihat lah aku..aku mulai merajut temali ini sejak sebelum aku masuk Howgart atau kamp Auswitcnya Hitler di Daerah Jerman Sana..”rasaa Suci” yang mereka anggap sakral ini akan ku olah dan ku kemas secara baik dengan lilitan lilitan tiap tetesan Oksigen yang dipompakan setiap denyut nadi DIA yang akan ku PERJUANGKAN bahkan akan KUREBUT paksa dari tangan Dia yang kuanggap “Sri rama”

Galih: Ah riyan ,dengan kondisimu seperti ini Aku berkeyakinan Nasib kita akan berakhir dengan Klise klise yang sama..

Ryan :Dasar pecundangmkau nikmatilah telanan Air liur saat kau tatap dia yang bak Bidadari Bersih ,terpapar sinar menatari melewati mu bak,,Nicola Copernicus dengan kompas ditangannya ..ia hanya dapat melihat tanpa memperjuangkannya kawan haha...

Galih : Oh rYan kau salah..bila ia Marry Jane ...”Aku lah Peter Parker “ Bila Dia Ratna maka Aku lah Galih nya yang akan dia tunggu nan nantikan

Ryan: Oh begitu..sedngakan aku galih..aku akan hidup dan bengun dengan rasa penuh Api dan Putih nya senja...semua ini akan kubangun bagaikan AdamSmith bangkitkan Selera vampir vampir najis dari negara yg di klaim telah ditemukan Amerigo Vespuci..Aku akan REBUT ...Ambisiku akan teru melabuh kan episode episode...semua ini kuanggap perjalanan menjcari jawaban..

Galih: terserahlah,,,kita lohat siapa yang akan mendapat siapa dengan cara apa...siapa yang akan menjadi pecundang dan siapa yang akan jadi pemenang

Ryan:baiklah//

(proses pun dilakukan)

Kedua sahabat ini mulai menunjukkan karakter yang sama .begitu keras kepala ,idealis tanpa batas,bahkan bila mereka diarahkan ke komunis mereka akan melawannya selagi gewani akan potong dan iris irris mereka...mereka mencinta dengan gaya sendiri sendiri..benar adanya bahkan galih sempat menjadi PeterParker..namun apa yang telah digambarkan oileh Rekannya Ryan..ia hanya akan menjadi seorang yang menanti nanti Ratna yang tak kunjung datang....rasa yang ia tunggu selama tiga tahun tanpa cact sedikitpun hingga tulisan ini kuterbitkan ia mungkin masih dalam keykinan..bahwa ratna akan menunggunya disana...

Sewdangkan Ryan ,tepat seperti yang ia ucapkan bahwa ia adalah pengelana malangnya meski itu lah standarisasi yang menunjukkan egoisentris tungkat tinggi ditambah lingkr takdir dari semua sumpah yang kuasai membuah kan hasil yang tidak sedikit terkadang aku (penulis) ingin menyampaikan bagaimana ia posisinya sebagai

pengemis’ dan hanya sekali sekali ia dapat nikmati keberadaan nya ,kesuperioritasannya...bahwa ia adalah arjuna...ya..galih mengakui itu...sebuah perkembangan tanpa batas..ia adalah arjuna,,

Namun Didalam Khazanah Ceritera terlukiskan oleh guratan Kering peluh kahlil Gibran..

Sesungguh nya Bisa melihat Bagaimana Sebenarnya Sosok Arjuna dal mKisah ini tak lain hanya seorang PECUNDAaNG yang hanya bisa bisa menyakiti dan menyakiti mereka mereka yang suci tanpa dosa,,hanya karena sri rama yang tak kunjung turun,,ia terus mencari namun tak pernah puas ia haus,,namun tanpa ujung dan konon tak kunjung berbatas...ya beginikah kisahnya

Mereka ? entah yang mana yang pemenng...enath mana yang pecundang namun yang pasti..Yang satu mungkin saja tidak bisa mendobrak amarahnya dan ungkapkan Roman picisan nya dengan baik kepada Kira kirana disana..namun ia bisa menjaga Monteisme nya dalam beromanasa..

Sedang Yanglain meski ia dapat mengelebprasi dan bisa memberika kepuasan batuinya,,namun jauh ditempat nan tak tahu didalamnya apa dan wujud bagaimana...ia jauh merasakan penyesalan..

Dedap Kanagarian Pangkalan Indaruang....



Dear Diana,

surat ini kusertakan denngan sebuah Sarunai indah yang Nolah ku tiup di tepi sawah :Laman Hijau tempat kito bermain kala kecil

Surat yang borisi sebuah Permintaan pulang dariku

Untuk kau yang tengah ke kota yang entah dimano harus kucari kan langgam melayu

Kota dimano tak lagi dapat kulihat bagai mano getah karet dapat menghidupiku

Kota dimano tak adalagi dinding pemisah antara Baik-buruk dan adat seperti di desa kecil Pangkalan Indaruang..

Dear Diana,Aku Dan Januar ingin skali ingin menjemputmu

Namun kau tau..

Aku bahkan tak dapat becakap dalam Baso Indonesia dengan Elok

Bahkan bilo kau pulang

Dan kau berubah

Cepatlah pulang,lengkapi tradisi rekat kampung terisoli ini

Cepatlah pulang, jodoh lelaki Berkulit Kasar legam ditempa terik si mentari pagi telah menanti mu

Adat harus tetap berdiri...

Kawinlah kau dengan si Januar..kata pemangku Adat Dio Rajo Nagori Pangkalan Indarung

Dear, Diana...

Sudah Den Sebuik Pado kau..

Lelaki kota tak lebih baik dari Puluhan lelaki bodoh berkulit hitam di kampong ko..

Walau bodoh dio bertanggung jawab,menjunjung adat tak nak tertinggal..

Pulanglah..oh pulanglah..