"AKu yakin bila satu orang saja,yg punya pengalaman yang berbeda beda bisa menuliskan nya dalam bentuk karangan ,bayangkan betapa banyak jejak jejak hidup yang unik tersebut bisa merekam kehidupan yang tidak abadi ini dalam tinta keabadian,sebagai kado kehidupan yang ditinggalkan,mulailah menuliskannya ..."
Thursday, July 19, 2012
bingung apa judulnya,baca aja ya?
Sungguh..
Aku merindukan mu seperti petani menantikan padinya menguning,
Disaat yang sama aku takut dipisahkan darimu juga seperti petani yang perlakukan padi dan gabah...
sederhana saja alur berpikirnya
.Suatu hari ,ditepian sawah di padang panjang,sumatra barat.Aku mengamati pakerjaaan seorang petani,yang begitu rajin menatapi senja di hmparan padinya.ketika kutanya,terungkap pula bahwa dia akan sangat senang ketika fase pemisahan antara Gabah dan beras
.Aku tersenyum saja waktu itu.
kedua,Sudah bukan rahasia lagi bahwa suatu saat seseorang yang kita sayangi akan diambil sewaktu waktu dan dipisahkan dari kehidupan kita yang sangat comfort sekali menurutku.bahasa gaulnya Pewe banget gitu lho.Ini lah yang harus juga aku pikirkan.Antara rahasia dalam sebuaah kebahagiaan itu dibaliknya tersimpan pula sebuah peluang tangisan yang luar biasa cepat dan tiba tiba datangnya,
pernahkah sobat perhatikan kisah klasik Roman Siti Nur baya? atau mungkin Anak semua Bangsa,ketika Minke kehilangan Aneliesnya? Atau pernahkah kita juga merekam betapa bersedihnya hati Rasul saat kehilangan Siti Khadijah? Hasan dan Husein yang senantia berada di sisinya?
Atau mungkin sebaliknya.Kita terlalu sering dipaparkan saat dimana seorang anggota DPRd yang gagal menduduki kursi jabatannya? sehingga rumah sakit jiwapun senantiasa bersiap menadahkan pintunya untuk segera menampungnya?
Dari sini kita perlu cermati ,bahwa kita harus siap dalam segala kemungkinan.Kemungkinan untuk terlibat dalam rasa yang terdalam. Kemungkinan meneguknikmatnya kecintaan,juga kemungkinan menelan pahitnya sebuah kata perpisahan.Dan dalam hal ini,pula tak heranlah bila saya yang menuliskan ini ,merasa gelisah ini untuk dibagi,bahwa kita adalah mahkluk yang harus mempersiapkan segala sesuatu nya
Fenomena keinginan Mati Muda
Entah apa yang dipikirkan para filsuf timur tenga sampai barat soal ini.Soe hoek Gie dalam catatan nya juga menyatakan hal yang sama.ia merindukan kematian dalam usia muda.Kadang kalau kuikuti terlalu dalam.Mungkin logika berpikirnya memang benar.
Coba kita tarik dari perspektif dan cara pandang beragama:
Semakin panjang usia kita ,bukankah entah seberapa banyak lagi lisan ini mengeluarkan kata kata "sampah' dan meracuni hati hati manusia lainnya.Ini baru lisan.Bagaimana dengan tindakan.Sedangkan kita memahami juga bahwa.Dunia kedepan akan digambarkan dengan berbagai perbenturan kepentingan.Termasuk Agama,mari kita tarik alur berpikir,sejak jaman Renaisance,ergolakan soal "reconquesta" sampai soalan perang Sabil Salib ? Sampai pula kita pada perdebatan soal Agama tertentu yang menggariskan soal fundamentalis vs Moderat dan modernis serta post modernis.Semakin lama perdebatan ini muncul ibarat lingkar waktu yang tak jelas ujung pangkalnya.Semakin lama pula tiada habis habisnya cairan bernama "dosa" menumpuk numpuk?
Wah ,celaka lah kita bila tak menyadari kegelisahan ini
Beruntunglah mereka yang tak pernah dilahirkan
Kedua,dilahirkan lalu mati muda
Dan kasihanlah kepada mereka yang mati Tua
diatas sepercik ucapan yang sesungguhnya perlu untuk dijadikan bahan renungan
-juga penuh perdebatan tentunya
Akan tetapi setelah kegalauan membaca kutipan syair diatas.Akan lebih baik kalau aku utarakan perspektif aku juga
Begini kira kira:
Kita dilahirkan punya misi tertentu
"Tidak kuciptakan Jin dan manusia kalau bukan untuk beribadah kepadaKU" dan juga sebuah ucapan serta tupoksi kita yang hidup didunia ini dalam waktu yang relatf singkat sebagai mahkluk terbaik sebagai Khalifah dibumi
Pertama,Kita harus menyadari kefanaan kita hidup dinuia ini.Dengan begitu mengingat mati adalah jalan terbaik.karena sesungguhnya ia adalah sahabat yang paling dekat.Dengan kesadaran ini tentulah kita akan termotivasi untuk menjalani hari hari kedepan dengan jauh lebih bermakna,toleransi,saling ingat mengingatkan,saling tolong menolong ,kukira inilah yang dibutuhkan
Kedua,keinginan untuk mati muda,kadang perlu dicermati lagi.Bukan kah term diatas bisa kita balikan .bahwa "lebih baik mati tua" mengapa? semakin banyak umur kita diberikan Yang MahaEsa,bukankah semakin banyak waktu kita untuk merenung,bertaubat dan bahkan menambah perbuatan baik kita yang akan kita bawa sebagai bekal untuk kehidupan selanjutnya?
mari saling mencerahkan,karena aku yakin Soal Jodoh ,Soal umur,soal kedepan cuma Sang Maha Kuasa dan yang Maha Mengetahui ini yang lebih tahu? jadi ,mari sisihkan waktu untuk merenungi realita hidup yang singkat ini.Dan berbuat lebih banyak lagi.
Akan tetapi kembali perlu juga aku paparkan.Kita semua berhak berpendapat dan berikan beragam pandangan yang kita yakini.Salam pencerahan
catt:aku nulis ini sambil dengar lagunya Muse-Endlessly juga Sepohon Kayu
kutulis juga untuk mu sahabat ruhani jauh ku,Ahmad Wahib dan Soe Hok Gie.Semoga Tuhan berikan tempat terbaikNya buat kalian yang telah berbuat
Soal grup fb "tolak pemilihan gubernur oleh dprd" itu memang aku admin awalnya,cuma ide idenya kudapati dari tulisan di kompas,yang pas pulak lagi dibahas oleh dosen ip unri beberapa minggu yang lalu-dengan dukungan ini aku teruskan,terus menambahkan admin yang sepaham dan seargumen serta kupikir bersih dari kepentingan politik praktis untuk menjadikannya admin.Mengelola grup yang targetnya 5000 orang bukan pekerjaan mudah tentunya.
Selain itu ada fenomena menjijikkan,ada beberapa anak fisip,kawan kawan pengecut,senior senior yang "cari aman" ,kaum penjilat mungkin ,atau bahkan mereka yang gak mau notify fbnya jadi sampah oleh pemberitahuan grup ii,bahkan mungkin golongan manusia apolitiks dan apatis,yang secara suka rela keluar dari grup ini---aku kecewa sebenarnya--beginilah kita mentalitas bangsa indonesia--pantas gak maju maju..!
Selain itu aku punya teman debaters dari anak hukum uir.tajamnya sama sepeti aku..cuma aku mau nanya ,seberapa banyak buku bacaannya,supaya kalau debat sama dia,aku bisa ngukur kemampuan
malam ini habiskan malam sama adek kandungku ,Bima..dia mau jadi komting,sama persis kecenderungan seperti aku dulu..aku bilang padanya beberapa tips dan strategi,tak lupa kusisipkan "jangan sekali kali jadi komting kalau gak bisa ppegang amanah" efeknya fatal tentunya.Triknya pun gak licik liciklah,dulu suib bilang aku punya trik trik,yang kadang karena mungkin tak masuk lewat logika berpikirnya,sampailah keputusannya bilang aku licik.Ini taktik utk menang kataku .wahwah,tapi kuselpkan pesan padanya tentunya.
Aku lewati jalan delima,melihat lihat promo henphone di depan riau pos.Cuma liat liat ,uang tipis,cuma 100 ribu.tapi kami hepi aja gitu.makan sate kambing.makan sate ayam,cerita cerita gombal.aku ceritakan sebuah kekaguman...eh si bima cerita banyak soal wanita wah..memang mirip kawan ku,kalau diajak cerita kekaguman,orientasinya pasti soal wanita...
Selain itu,aku juga bercerita soal ke-tidak makanan aku selama seminggu terakhir,hidup ku diganjal teh hangat dan buku buku Pramoedya,Gie,buku buku islami,Sufi ,filsuf .Bima cuma terkekeh kekeh..selain itu aku akhirnya gerah juga aku nyerah,sampailah ceritaku tntang Sang Hawa keluar juga,kekagumanku dan perbedaan penilaianku,keanehan tingkah mereka,juga benteng terakhir mereka saat hadapi pujian pujian dalam syairku..menyenangkan...mungkin selain demonstrasi dan orasi ,aku akan pindah jalur ke dunia perpuisian
Subscribe to:
Posts (Atom)