Pages

Tuesday, October 25, 2011

TUGAS INDIVIDU NAMA : WIRIYANTO ASWIR JURUSAN : ILMU PEMERINTAHAN 2010 FISIP UR MENELISIK KONSEP Change Manajement dalam reformasi Birokrasi

TUGAS INDIVIDU

NAMA : WIRIYANTO ASWIR

JURUSAN : ILMU PEMERINTAHAN 2010 FISIP UR

MENELISIK KONSEP Change Manajement dalam reformasi Birokrasi

Sejak reformasi ’98 mencapai puncaknya,sejumlah perubahan signifikan mulai bergulir.Ditandai dengan tuntutan kepada B.J.Habibie untuk dapat menggagas perubahan tersebut dalam kondisi masa yang tengah mengalami krisis multidimensi dalam perjalanannya.

Perubahan yang signifikan tadinya kini telah masuk kesemua elemen,terjadi pula di dalam tatanan pemerintahan .Pemerintah tidak saja harus mau dan bisa menerima kritik dan tuntutan tugas oleh reformasi ,dengan pemangkasan wewenang dan berbagai macam penambahan tugas baru pun ikut mewarnainya yang mana dalah hal ini pemerintah benar – benar harus dibawa dalam praktik good public governance (tata pemerintahan publik yang baik)dan juga clean government (pemerintah yang bersih),yang dalam untuk mencapainya benar-benar harus ada perubahan yang mendasar mencakup kelembagaan,sistem kerja,dan bahkan mind-set para pelakunya dari kalangan pejabat tinggi sampai ke karyawan (bawahan).

Reformasi yang oleh Qodri Aziz (2007) disebut sebagai “Tansformasi Birokrasi “ – sebenarnya dapat dianalogikan pada perubahan tingkat korporat (perubahan sektor swasta) yang tangah mengalami penurunan profit yang bahkan tengah mendekati level “pailit/kebangkrutan” ,walau kita akui memang batasan antara korporat dan pemerintah tidaklah sama.Yang mana Korporat berorientasi kepada Profit ,bedanya,selain harus mendapatkan Profit ,pemerintah harus dapat menjamin pelayanan,keamanan,keteraturan,kemajuan bidang ekonomi, dan kesejahteraan rakyat sekaligus.

Namun,meskipun reformasi sudah berjalan 10 tahun ,dengan kemerdekaan lebih dari 60 tahun,kritik kinerja terhadap pemerintah dan birokrasi kita justeru semakin mengalir deras.Hal ini disamping oleh kinerja yang jelek,iklim keterbukaan dalam sistem saat ini yang memungkinkan individu dapat menyampaikan kritik secara luas yang terkadang cercaan.Menurut Qodri,salah satu penyebab belum terwujudnya reformasi adalah karena transformasi birokrasi memang belum terwujud secara riil.Reformasi total tidak akan terjadi sebelum dilakukan perbaikan kinerja birokrasi.Namun,perbaikan kinerja tersebut tidaklah cukup dilakukan secara Ad-hoc,parsial,atau setengah-setengah.Maka dari itulah konsep “change management” harus dipikirkan sebagai usaha mereformasi birokrasi secara mendasar,di dalam negara yang tengah mengalami krisis multidimensi yang mengancam dari semua lini.

Sebuiah konsep tentunya tidak akan banyak berarti tanpa penerapan yang riil ,karena hakikat dari konsep itu adalah upaya dan implementasi nyata akan keberadaannya.Begitu juga halnyadengan change management dalam birokrasi,dalam hal ini terdapat uraian ringkas mengenai langkah konkret upaya yang dalam hal ini untuk menerapkan konsep change management dalam birokrasi.

Change management dalam pembenahan Birokrasi

Meskipun lebih dikenal di dunia korporat ,konsep Change Management (CM)perlu di implementasikan di dalam dalam public governance.Untuk itu harus ada upaya pengendalian tanpa kompromiatau toleransi ,sebagai langkah awal.Hal ini mengisyaratkan bahwa pelaksanaannya harus sesuai dengan dengan target dan goals yang telah diputuskan,serta diiringi dengan sistem kendali multidimensi untuk mutu yang ketat..Oleh karenanya konsep reward and Punishment yang jelas sekali ditetapkan ,haris berjalan secara berkesinambungan ,tanpa putus,sehingga semua sanksi harus dapat ditegakkan:law enforcement.Jika memang dipandang perlu ,dapat di buat semacam tim/badan khusus untuk mengawalnya.

Change management harus diawali dengan blue print atau rencana induk (grand design) dan dikawal dengan payung hukum yaitu dengan dilandasi dengan Perpres,PP.jangan menggunakan UU karena didalamnya nmasih rawan terjadinya tarik ulur politik ,yang notabenenya akan memerlukan tawar-menawar kepentingan . Yang disebut-sebut sebagai grand design ini bisa juga berupa konseptualisasi yang lebih detil dari salah satu aspek RPJM Nasional yang sudah dimiliki,namun tetap difokuskan pada change management pada birokrasi pemerintahanyang implementasinya minimal harus mencakup :

1.Menghentikan pendarahan ( Stop the bleeding)

Adalah tindakan yang dilakukan dan atau yang tidak dilakukan yang dapat mengakibatkan kehancuran sistem kinerja birokrasi yang semakin parah.Ini ibaratkan pendarahan yangbila tidak disumbat akan menyebabkan penyakit yang semakin menggerogoti kesehatan badan.Dapat dilakukan dengan meninjau fee oleh birokrat,inefisiensi penggunaan anggaran,lemahnya komitmen pimpinan birokrasi sertya integritas yang cacat.

2.Stop Lemahnya Komitmen Pemimpin

Dalam hal kepemimpinan,Kelemahan komitment inilah yang merupakan pendarahan hebatnya.yang mana harus terwujud dalam hati seorang pemimpin kesadaran terhadap adanya krisis yang dahsyat yang akan membawa malapetakadan kesengsaraan sistematis terhadap anak cucu bila tidak segera diselesaikan.maka dari itu caranya antara lain membuat semua pejabatdan birokrat menjadi well-informed.semua pejabat harus diberikan informasi dan sosialisasi mengenai pentingn ya reformasi dalam melakukan komitmennya tadi.

3.Stop Inefisiens Penggunaan Anggaran

Tema utamanya adalah Penyumbatan inefisiensi dalam kerangka managemen .Disini sistem penganggaran yang berbasiskan kinerja harus benar0benar diterapkan.Masalah prosedur hendaknya juga jangan mengalahkan orientasi outcome.

4.stop pemberian dan poenerimaan komisi

Praktik cacat berupa penerimaan fee,tip,komisi,atau apapun namanya oleh birokrat( dari PNSdi level rendah sampai pejabat tinggi) dari pihak yang memperoleh jasa dari kerja birokrasi,walau sekadar “uang rokok” yang akan menimbulkan budaya “pamrih” dan “tak tau malu,bergerak bila ada upah” yang akan menimbulkan efek negatif sepeti bahwa jika tidak ada fee ,birokrasi tidak akan melayani dengan baik dan maksimal,serta diskriminasi dimana-mana pun tak mungkin terhindarkan.

5.Stop Glamournya fasilitas

Sampai kini belum ada standard yang jelas mengenai fasilitas pejabat eselon satu ke bawah.Ini mencakup hal yang berkaitan dengan hal yang tampak semacam Rumah dinas,kantormmobil,hingga hal hal detil seperti pakaian,ATK dsb.Hal ini perlu diperhatikan dan dibentuk aturan main yang jelas dan transparan supaya tidak ada lagi penyimpangan dilapangan walau hanya dalam bentuk budaya “cek kosong”

6.Stop pemekaran Birokrasi Akibat pemekaran Wilayah

Pemekaran wilayah adalah inefisiensi yang luar biasa dari sisi keuangan.bisa di cek berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk infrastruktur,gaji pegawai,fasilitas-fasilitas yang harus disediakan negara untuk tiap daerah tingkatnya.

Aneh bin ajaib ketika birokrasi negara maju semakin efisiens,namun birokrasi kita justru semakin membengkak.Ketika negara maju inginkan penerapan sistem “merger” kita justeru menggembar-gemborkan pemecahan kekuasaan yang menghasilkan raja raja kecil di tiap wilayahnya.

Maka daripada itu harus diterapkan segera pertaturan ketat bahwa tiap daerah pemekaran harus mampu bermandiri dan self-suffency ,maka sebelum diadakannya pemekaran wilayah harus sangat dipertimbangkan secara rasional kematangan dan kemampuan wilayah tersebut dalam mengelola kekuangan dan standar sumber pendapatan asli yang harus menjadi hal yang sangat urgent nantinya.

Seta kebiasaan Gaji-13 harus dievaluasi,baik dari tataran teknisnya,maupun potongan khusus oleh pemerintah daerah tersebut juga harus dikawal keberadaannya.

7.Profesionalisme,Integritas yang harus sellu di”doktrin”kan kepada tiap otak dari pada pejabat dan birokrat

Tuesday, October 18, 2011

bila Hujan dan malam tak lagi bersamaku

Malam tak lagi bisa dipercaya..

Kemarin senja pun tak lagi dapat bergantung

Lanun demi lanun di negeri ku ini bersayap patah

Saat rakyat jelata menjilati nanah nanah seantero kotorannya

Manusia

Hewan cerdas ciptaan Nya yang sempurna

Kini semakin banyak berbuat Punah seperti kaum terdahulu

Ulama Islam,Pendeta Nasrani dan Rabi yahudi bercarut marut

Tindih menindih ,.

Tetatih tatap zaman yang teropname kan oleh laknat berwajah Setan

Nmun indah berkulit permata..

Malam tak lagi bisa kupercaya..

Mungkinkah bidadari dunia yang elaborasi fatamorga alm mimpiku

Saat senyumku tersungging mengenangnya

Tak ubahnya seperti pramuria di Arengka sana

Ia sudah berkilah dri takdirnya

Atau bahkan aku yang tak mampu baca Artikel tubuh nya

Isyarartkan ia tak se suci Sarah nya Ibrahim..

Tak seindah Hawanya Adam

Semua tertanah..

Saat rintik hujan tak lagi bersamaku

Sunyi senyap perlahan temaniku

Pemikiran yang Hasilkan Impian ini

Harus segera kukuliti secara perlahan,lalu kuncingcang dengan garis tangis dalam sepi yang mencuat..

Mercusuar keberangkatan ku kepelabuhan terakhir harus menjadi atap..

Zaman memiliki tokoh centra

Pemeran antagonis dan Protagonis akan selalu ada

Aku ingin mengirimkan SMS kepada Tuhan dan tanyakan tigas para malaikat..ingin kuubah tugas dan memorandum para malaikat

Ketidak adilan

Aku ingin kan Malaikat,dan Gabriel segera mengutus Ulama yang bergerak tanpa kepentingannya..

Tuhan turunkanlah Pemimpin para nabi,,

Bukan pelaIblis Berkilah yang bertopeng diantara Tunas muda yang akan kau semai

Atau turunkan Azab kala Nabi Loth...

Biar malam tak lagi sepikan ku

Dan Rintik hujan kembali berpihak padaku

Yang berlabuh ke kedamaianya

hidup adalah tiket menuju kematian

untuk apa takut hadapinya

Engkau gadis bermata jeli..

nantipun kau akan jadi tua renta

haha

manisku

tak sadarkah kau bahwa paramu hanya Bualan di senjaku

namun aku butuh kehadiranmu untuk teman bagiku jemput tiket ke keabadian

matilah bila itu yang kau inginkan

namun berjuanglah perbaiki bakteriofage dalam setiap patri dari kalamullah

sudahlah.

Wednesday, October 5, 2011

kamis,upp

Jam 8 ini saya akan berangkat menjemput takdir yang ditunjukkan tnpa komentar yang lebih diperpnjang lagi ,
seoga HMI tetap bertahan dengan segala nilai perjuangannya

Sunday, October 2, 2011

AYAH,Let's me Fall In Love


2 oktober 2011.

Aku masih ingat di dalam kepala yang hanya berdiameter sejengkal dari jari - jemari ku yang mungil ini.Terjebak dalam tubuh yang tergolong berukuran kecil bukanlah hal yang mudah untuk menyesuaikan diri untuk hidup ditengah "setan-setan" desa yang tak tau malu dan belum cukup diberikan ilmu etika bersahabat di dalamnya.

Teringat pula bagaimana Ayah,Ibu sangat keras " boleh kukatakan sangat disiplin dalam bertindak ,apatah lagi kam i tergolong dari ras yang bukan arya akibat insiden yang menyebabkan family- ini sempat hancur karena kebangkrutan yang tak pernah di duga duga sebelumnya!

Dan juga tak pula aku lupakan sesaat aku harus di "pingit" dan mengasuh 4 orang adik lelakiku 9karena aku yang tertua) SECARA BERGANTIAN SEMENJAK sd

DAN JUGA aku tk pernah lupa ketika masa Pubertas menjemput aku harus bersembunyi-sembunyi untuk tetap konsisten mempertahankan gelar "SANG JUARA UMUM" dengan tetap menikmati masa suram (remaja) dengan dirinya yang menjadi cinta monyet pertama ku ,dengan cara "sembunyi-sembunyi"

itu hal teru meneriakkan azas "PemberONTAKAN" dan selalu ingin bertanya pada ayah dan bunda

"MENGAPA AKU HARUS BERBEDA DENGAN PEJANTAN LAIN DI LUAR SANA?'

namun seketika itu pula aku mulai sadar bahwa ayah dan ibu bukan hanya ingin menciptakan sebuah "robot" yang penuh dengan disiplin walau ukuran tubuh tak ijinkan aku memasuki militeristik! ayah dan ibu merupakan "CHASING LIBERTY" bahkan saat di SMAN PINTAR kuansing pun aku masih mengalami "SPIONASE" melalui mata-mata nya hehhee (lebay)

Namun kembali aku harus bersedih ,ketika di SMA pun Aku harus menahan Diri (membatasi diri) dari yang namanya berhubungan (menjalin hubungan) dengan dia yang kini masih sebabkan aku "seperti orang gila"

ya...

kini USia tuntut itu semua...

merpATI MERPATI DATANG DAN Pergi silih berganti Ayah..

Kau bisa lihat indahnya mereka di jemput oleh Elang -elang Di perbukitan sana.

Sedang aku harus tetap mengintai Merak merekah

dari dalam sangkar yang kuciptakan sendiri

atas hukuman tak dapatkan yang terbaik di masa lalu"

masa emas yang harus nya kuberikan yg terbaik bagimu

namun Ayah

Aku sadari aku BUKAN robot

yang akan berikan puluhan piala di Rumah "LAPUK" kita

rumah yang menjadi Kandang ...

tempa kau tempa aku dengan 5 orang ELANG LAINNYA

Kini Ayah.ijinkan ;ah Aku melihat merak ku di luar sana

Menatapnya dari jendela dengan Sangkar yang kucipta sendiri

Merak ku Ayah..

Ku tak ingin ia diambil oleh merpati Bangsat di luar sana

Ingin ku cabik Merpati Tua bangka itu Ayah

Ingin Kutelanjangi dan kukuliti dengan Cakar yang telah kuiris setajam

Tabir senja yang kuasah dengan perigi dalam sangkar

Ayah ..

biar kan aku jatuh cinta

Pada Merak ku yang di luar

sana

(BEM UNRI


Wednesday, September 28, 2011

“Bisik Pasir 27 september melihat Sekre warNet Yang TerBIlang!” SEBUAH OPINI


“Bisik Pasir 27 september melihat Sekre warNet Yang TerBIlang!”
SEBUAH OPINI

                 Kemarin adalah hari “bersejarah” dimana sekretariat dari 3 Kelembagaan paling fundamental di FISIP UR,haru rela berpindah tempat dan mengisi ruangan yang notabenenya adalah “KANTIN (demisioner)”  Usul punya usul Apalah daya bukan tangan tak sampai ,namun bak keputusan MK yang dinantikan warga pekanbaru ,maka yang ini merupakan keputusan dari hasil rapat yang telah disetujui semua pihak .
                Jas Merah! Tak terbantah kan Soekarno menunjuk ke arah 10 anak muda malam itu,lalu kata-kata itu dikenang  lewat tulisannya yang berjudul “Menggugat Indonesia” sebuah buku bersampul merah.Jas mera h! Intinya jangan lupakan sejarah!,nah sebuah metafora pencerminan menarik dapat kita perhatikan dari sejarah Pemindahan sekretariat BEM FISIP UNRI yang semulanya berada di ruang (maaf,’toilet”) dan menggantikan ruang Dekanant lama,yang tak terlepas dari perjuangan mutakhir Tunas Fisip Rahmat Gusra,yang dahulunya melakukan tugasnya secara baik.Namun tak dapat dipungkiri bak kini sudah tahun 2011,monumental gerakan mahasiswa dahulu dan sekarang tentu saja perlu pembaharuan (Amien Rais). Pembaharuan yang bagaimana? Kembalikan pertanyaan itu kepada para “onggok Intelektual” kampus  yang ber”KULI”ah saat ini.
                Bisikan bisikan pemindahan sekretariat ini pun telah gencar bergeming,ditambah lagi riuh hujan ,yang hanya Tuhan tau apa maknanya,kesimpulan pun terlaksana ,Sekre berukuran bak Warnet itu harus rela ditempati oleh Pengurus kelembagaan Se-FISIP,selama beberapa “bulan” .kata-kata bulan” itu menunjukkan suatu waktu yang tau,yang pasti cukup memakan waktu.Sehingga ada beberapa kesan yang harus di “camkan” oleh setiapkepengurusan bahwa..
Sekre yang kini ditempati hanyalah sementara! Sehingga peninjaun terhadap pembangunan itupun harus dilakukan,jangan sampai “mirip” pembangunan “flying Over” atau pun “stadion PON” ala Gubri yang dipertanyakan kelangsungannya,
Setiap HMJ dan BEM tentunya bia berpikiran positif – konstruktif!
Dengan catatan Bila sekre Telah berdiri kokoh,Auditorium “MUTLAK” untuk kegiatan dan gedung “B” untuk perkuliahan...no more Reason
“macan –macan intelektual FISIP harus bersatu mengekali kancil-kacil cerdik dibalik belukarnya”
HIDUP MAHASISWA!

Sumber:http://45w1rjuni1or.blogspot.zdff.jpgcom
Hee..hee..

28 september 2011-hati hati yang galau


memang berbeda rasanya,aku dahulu dengan yang kini...
bila dahulu aku terfokus pada hal hal yang kecil...
kini mulai berpikir bagaimana mengembalikan citra positif bangsa ini..
bahkan dingin nya subuh ini tak ayal dapat hentikan kebiasaan baruku
menggilai lembaran - lembaran buku dimanapun yang kutemui

aku yang berbeda saat ini..
terjebak didalam sebuah kegalauan di hati,
tuhan mengapa kau biarkan aku begini
apa aku harus mati seperti Gie..
itu hanyalah ilusi ,setelah aku baca buku nya "catatan seorang demonstran"

Allah jangan biarkan si kecil ini terjebak
terlalu banyak distorsi sejarah di doktrin kan kepada adik adik sejak sd,smp,sma

Aku yangberbeda kali ini
pemikiran ini mulai makin "ada ada saja"

oh dimakah peri -peri yang dahulu ingatkan aku kemana jalan pulang

menyusuri jalan setapak dirumah lusuh

oh kemanakah peri -peri yang dulu bimbing aku
bagaimana cara aku melepaskan dari candu baru ini..

mmataku kini hampir rusak..
buku buku belum terbaca..
ilmu ku kurasa semakin sedikit

pemikiran ku ham[ir tak waras lagi
seolah-olah ingin ku "gorok' saja penguasa yang bodoh bodohi dosen-dosen di depan kelas ini
rasanya ingin ku jual diriku menjadi budak-budak pemberontak

"semakin kita mengetahui dapur Indonesia,Semakin mengerikan,kini Indonesia hanyalah negeri besar yang brada di jejalanan yang buntu" (Syafi'i ma'arif)"

kawan...
mari membaca..
baca..dan rasakan nikmatnya,lebih nikmat daripada saat kau tatap dara-dara jelita penghuni syurga dunia...

Monday, September 26, 2011

26 sept 2011,seriosa subuh,dengan ,Izrail yang termangu,,


Nyanyian “SerioSa” di subuh 26 september 2011

Subuh memilukan Kembali Kawinkan Mataku dengan beberapa lembar buku kecil yang telah kusumpah

“Selama mahasiswa “ aku tak kan pernah lagi di Bayar bila harus berdemonstrasi

Suatu malam Ayah

Aku selalu mempertanyakan kepada mereka Apa yang akan kudapat setelah kuliah Di jurusan ,yang lulusannya harus “diperkosa” hak untuk menjadi “pNS” oleh Lembaga “non-sens” bernama” IPDN”

Namun Dapat KU janjikan “AKAN ADA MASANYA ALUMNI IPDN MERASAKAN HAL YANG SAMA DENGAN APA YANG DIRASAKAN ALUMNI ILMU POLITIK LAIN YANG BERPROSES DI UNIVERSITAS”

“SAMA AKAN DIKAWINKAN DENGAN PERASAA PENUH KETIDAK JELASAN”

Biukan jelasan yang kini menjadi permasalahan dari tiap alumni ilmu pemerintahan ,namun mereka di kampus hanya di “racuni” dengan teori teori asing yang belum tentu relevan dengan keaaan dilapanga,kita terlalu busuk bila ingin menceritakan bagimana Lord Acton ,memberikan “racun” mengenai apa itu kekuasaan,Namun tak semua menyadari hal ini,ataupun menyadari ,lebih mirip dengan si bajing bajing tengik,”ketika sadar” membiarkan dirinya kalut dalam Kemunafikan

Seorang Dosen ,guru ,atau semacamnya memiliki tanggung jawab “moral” untuk mendidik Mahasiswanya penuh,agar mereka benar-benar dapat memanfaatkan teori yang diajarkan,mereka harus di-“up_grading”

M.nuh pernah bercokol didalam sebuah pertemuan Akbar ,bahwa Yang diperlukan Adalah pendidikan berkarakter,Namun itu hanya akan menjadi bualan sampah yang tak akan berbuih diantar lembaran lembaran Pagi yang kini menyesak ke keadaan.

Alhasil,”soeharto- Soeharto” muda kini membangun sesuka hatinya,proyek-proyek raksasa namun bermental “kuman-kuman spilis” hanya akan menjadi “ikon” ketidak “berotakkan” pemimpin di negeri ini.

Ayah terkadang benar, “kau uruslah –ayam ayammu,lebih baik bertuan kepada ayam daripada konsep konsep yang dahulu juga pernah aku rasakan” aku dan rekan rekan yang tergabung di kelembagaan terlalu mengurus urusan umat,namun bagaimana lagi Ayah,aku lebih memilih ber”munafik” ria dengan melacurkan diriku di kelembagaan positif,Men”caci” penguasa,dan mengatasnamakan rakyat,dari pada aku harus terjebak dengan kondisi “hedon” kebablasan,daripada aku harus menjadi seperti “babi-babi temok” yang terteguk ria di kafe-kafe jejalanan...menikmati nyanyian seriosa pagi bersama “pelacur-pelacur” di negeri pusat Peradaban Melayu.Ah..sudahlah..bahkan di negeri Pendosa ini Seorang yang Ahli dalam menyelimuti Provinsi nya dengan bacaan Al-Qur’an,pernah bermalam ria,berzina,bahkan menelantarkan nasib rakyatnya dngan pembangunan Transendental ayah//

Subuh subuh ria ,aku dan izrail akan menunggu pagi sejenk,ia hadir dari balik semak-semak,suatu ketika ia menghujamki,menindihku di alam mimpi,”apa kau siap” ,tersontak aku menertawakannya,”apa kau pikir aku sudah siap?” “izrail,dasar Robot” kini aku sudah siap,setidaknya berilah waktu sejenak,biarkan Pagi menemani tetes tetesan ini keluar dengan hangatnya,aku akan menikmatinya, “AB” memang unik,nikmat dari darah lainnya.

Saturday, September 24, 2011

dari mulai setia,permasalahan riau ,sampai laptop yang ilang!!!


24 September 2011,
Saat mendengar Lagu nindy "cinta cuma satu" yap,gue pikir ini yang menjadi alasan "sesat" mengapa mencoba menjadi "joker" setelah beberapa "kebidihan" ato lebih tepat dengan "dark Age" seolah - olah dia adalah "bunga" satu-satunya yang ada di lingkungan "amat primitif dan kecil" di suatu kawasan,namun ketika "kuliah" tanpa sadar ,ternyata aku bukan hanya melihat beragam "warna-warni" bunga,bahkan aku malah melihat "bunga" yang tertutup dalam bingkisan indah,yang aku sendiri menjastifikasi mereka dengan tulisan "jilbabers",sungguh anggun (Kecuali yang kemarin mengkritik,dan membongkar "aib" kakanda ku pas Pemilihan raya kemarin),ada juga yang berpakaian agak "modern" (Kate koe peyang) namun lebih mirip ala pakaian rekan-rekan (bukan gua) yang biasa mangkal disimpang arengka,Primitif tulen,ada juga bunga indah lainnya ,kecerdasannya sungguh menawan hati,kemampuan nya untuk menundukkan pandangan mata sungguh layak dijaga,mereka adalah 'bunga-bunga" yang layak di berikan pada para mereka yang benar-benar berjuang dijalan Allah (bukan golongan yang "manfaatin Symbol islam buat kepentingan politik")

2.Gue salut banget dengan "usaha dakwah" yang dirintis oleh komunitas yang tergabung dalam majelis TAbLIGH, yang dengan penuh KOMITMEN" membela kepentingan "kepercayaan" tanpa mencampur adukkan dengan yang namanya "politik" karena mereka "JALEH" ,gak preman-gak juga sok preman,apalagi sok "ustad" oh salah .."munafik' hehe..


itu hanya pandangan...kalo mau kritik silahkan hubungi "korps pengkritik " yang gak punya solusi jangan mengkritik,karena lo bakal "gue caci" hehe...(bercanda)

Selain itu ,Sisi positif yang aku dapat dari lagu nindy adalah komitmennya dalam melakukan hubungan intens,Loyalitas dalam hubungan,organisasi adalah penting!

Satu lagi,hmm..Insyaallah gua gak bakalan ngikutin tradisi "aneh" seperti "malam mingguan", "balentine"

Sangat aneh dan gak logis...ditambah lagi ini mirip dengan acara PON 2012,Pak RZ menyatakan bahwa ini akan memberikan manfaat bagi perekonomian,wah "GOBLOK" gua pikir masih banyak mesyarakat yang butuh agenda/program yang lebih menyentuh lagi terhadap mereka, "goblok!" kita adalah provinsi yang Memberikan 30 % dana kepada Indonesia,kok malah mau di "kacangin " pusat dengan mengadakan PON di negeri kaya raya "cadiak" anatah "bela" kalian ko//

Dari PON beralih kepada ,laptop yang hilang ,hingga gue menyatakan "SALUUUUT" BUAT "security" yang setiap pagi berbaris rapi di depan dekanat dan berkeliling memantau orang "pacaran" (pinteeer) tapi masih juga banyak yang kehilangan .."GUE CURIGA NIIIIH"

"GUA SUMPAHIN YANG NYOLONG LAPTOP GUA SADAR DAN SEGERA BALIKIN TUH LAPTOP"

DAN KALO YANG NYOLONGNYA ADALAH PEJABAT BAIK ITU DARI MULAI TUKANG SAMPAH,SEKURITI LENGKAP DENGAN TUKANG KANTIN DAN TUKANG-TUKANG LAINNYA,serta teman terdekat"
(semoga segera siap siap kesetrum tuh laptop


yang diatas cuma luapan emosi sesaat...kalo ada koment hubungin gua di 082174534354)


Puisi Wijithukul : pesan Sang Ibu

Puisi Wijithukul : pesan Sang Ibu
darah juang

Saturday, September 10, 2011

PETUNJUK PENGISIAN KRS ON LINE

Assalamualaikum,iojinkan ane berbagi hal hal sepele namun isyaalah bermanfaat ye..ini

ada langkah langkah untuk pengisian KRS baik tuk mahasiswa 2011 maupun yang udah lupa (cape deeh) haha

Inilah dia Portal Akademik Universitas Riau

PETUNJUK PENGISIAN KRS ONLINE UNIVERSITAS RIAU

1. Setelah melewati proses login, dan masuk ke halaman portal. Klik
menu Kartu rencana studi.
2. Sistem akan menampilkan TOMBOL TAMBAH, bagi yg tidak
muncul tombol tambah berarti belum melakukan pembayaran spp
atau terlambat melakukan pembayaran spp dari jaDwal yang telah di
tentukan silahkan melapor ke PUSKOM UNRI.
3. Setelah Tombol TAMBAH di klik maka system akan menampilkan
daftar kelas matakuliah yang dapat di pilih sesuai dengan jadwal yang
telah di keluarkan.
4. Cukup klik √ di kotak atau checkbox, mata kuliah yang ingin di ambil,
namun jangan lupa perhatikan kelas, hari dan jam perkuliahan yang di
ambil.
5. Jika mengambil mata kuliah melebihi SKS yang di ijinkan atau belum
memenuhi prasyarat matakuliah tersebut, atau mengambil 2 kelas
dengan jadwal yg bentrok maka akan muncul WARNING !!!! .
Periksa kembali kelas yang di ambil.
6. UNTUK menghindari salah pengambilan kelas, maka Pengambilan
mata kuliah harus sesuai dengan program studi masing-masing kecuali
prodi yang di izinkan pengambilan mata kuliah lintas prodi untuk
informasi silahkan konsultasi dengan BAG.AKADEMIS FAKULTAS
masing-masing.
7. Untuk kapasitas kelas yang penuh missal 1 mata kuliah terdiri dari 3
kelas, A, B, C, penuh kelas A ambil kelas B, penuh juga kelas B pilih
kelas C, penuh juga kelas C , Lapor ke bagian AKADEMIS Fakultas
Masing-masing.
8. Klik Tombol TAMBAH jika pemilihan matakuliah sudah selesai, jika
pengambilan mata kuliah tidak menyalahi aturan ( kelas penuh, jadwal
bentrok , mata kuliah sesuai prasyarat dan sks sesuai jatah) maka akan
keluar pesan pengambilan kelas matakuliah berhasil, tapi apa bila
menyalahi aturan akan muncul WARNING!!! Baca dengan teliti
WARNING yang muncul dan lengkapi kembali kelas matakuliah yang
akan di ambil. Klik Tombol KEMBALI.
9. Selanjutnya Akan tampil KRS yang berhasil. Apabila pengambilan
matakuliah sudah lengkap silahkan KLIK tombol CETAK, maka
otomatis web browser akan mengarahkan ke PRINTER, silahkan
CETAK KRS ANDA.
10.Selanjutnya silahkan konsultasikan KRS anda dengan Pembimbing
akademik (PA) masing-masing.
11.Setelah KRS di setujui PA (di tandatangani) serahkan ke bag.
AKADEMIS fakultas masing-masing.
12. INGAT !!!! perhatikan kembali jadwal dan kelas yang di ambil.
Karna kesalahan/lupa pengambilan kelas maka nama tidak akan
muncul di ABSESENSI PERKULIAHAN.
13. Setelah proses pengisian KRS atau KHS serta akses lain di PORTAL
anda selesai silahkan Logout PORTAL masing-masing.
14. INGAT!!! Jaga kerahasiaan Password masing-masing, karna
PERUBAHAN data KRS merupakan tanggung jawab masing-masing
mahasiswa. Karna akses portal di pegang oleh masing-masing
mahasiswa.

Tuesday, August 16, 2011

labu ukur


Seorang wanita yang tngah Hamil itu begitu suci di depan mataku

Ia mulai mengalirkan air matanya dan buat sel parenkimal dan sel non-parenkimal

di dalam hati ku bergetar hebat

Apa aku malin Kundang>

Namun tidak..

aku harus mendetail dan coba jelaskan padanya

Kepergianku kembali ke negeri Bertuah dalam Tempo Rindu Sangat terbantahkan

AKu lelaki Labil ,yang kerung bebas dalam

Tabung -tabung berbentuk Labu Elemenyer

aH...Cih

Dua kata yang haram kuucap pada wanita tua itu..

menurut Al-Gretest Kalamullah

Ya Tepat ..

laksana Labu kaca indah itu

tersusun dari rangkuman senyawa2 indah berlafadz kristal bening...

itulah air mata wanita itu

Namun itu semua karena senyawa-senyawa "feromon"

Senyawa feromon sendiri didefinisikan sebagai suatu subtansi kimia yang berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh mahluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Pada hewan, ia bisa mengenali pasangan atau anaknya dari mencium bau feromon sumber: http://www.facebook.com/topic.php?uid=128816873809576&topic=142

Di malam yg begitu penuh kegilaan ini,

aku ingin berucap kepada ia yang tlah jadi wadah transplantasi setelah

dapat ijin dari sang Khalik untuk menjembatani

awal dari perjuangan ku

oh..

bukan nya kata hati ini

]karena rindukan Pelajaran KIMIA di ajar oleh

Miss Liza Despianti yang berlabel "mp"dlm aku nfb nya

yg menjadi tolak ukurku dlm bersenyawa dengan kolabrasi unsur unsur

dalam diri ini..

namun mendung terus menjemput

seakan tak peduli dengan Labu erlemenyer

Benignya tak terkira

bila pecah entah bagaimana

untuk mu Ibu

ijinkan aku yg semacam senyawa senyawa "karbon" ini lepas sejenak

walau tak berguna dan sangat bahaya dgn labilnya..

aku dapat bersatu dengan

unsur "o"

dan trhirup oleh makhluk

bernama tanaman

Ibu..ijin kan aku lepas dari

Labu ini...

secercah menatap indah nya matahari dan membuka cakrawala pikiran yg membanting kegalauanku

Jangan kau tangisi proses ini...kerana aku lah karbon karbonyg dpt mengalami

reaksi substitusi, adisi, dan eliminasi.

Biarkan aku bersenyawa dengan nasib yg harus segera ku jemput

kutulis dengan diiringi lagu bunda

dengan cinta,kata maaf untukmu ibu Yusnaili

dan juga kudapatkan inspirasi dari

Wali kelas terbaik ku Bunda Liza Despianti yang nama fbnya Liza Mp...

dengan judul Labu ukur!!!!!

Sunday, August 14, 2011

MALAM PERTAMA ,MALAM TERGOKIL;!

Catt: semua yang gue tulis ini,semata-mata bukanlah fiksi,nama tokoh serta yang yang lainnya adalah bener adanya ,maklum mereka pengen numpang beken heheheh!!!



Wednesday, August 10, 2011

jerusalem dan Balian from Ibelin

Burung-burung Nuri itu ..

Entah apa yang di tatapnya padaku

Ya ..

Mereka berpasangan tatap hingar bingar dendrit dan Aksonku yang makin lemah

dalam memikirkan Persoalan -perso

alan Liar..

Antara keinginan ku yang buas

Tertarik karena Prinsip Gie untuk seefektif mungkin dan se independen mungkin

serta mengutuk BERAT ucapan terkutuk namun efeltif seorang Lord Acton

"KEKUASAAN CENDERUNG KORUP,KEKUASAAN YANG BESAR ,PASTI KORUPNYA BESAR"

Di sisi lain ,aku melihat..

Rekan rekan sejawat mengatasnamakan

ayat -ayat suci untuk mendukung calon Penguasa negeri Bertuah

Hampir saja aku samakan dengan KSATRIA TEMplar

MENERIMA PERINTAH ATAS NAMA TUHAN!

Atau sampah!

Ternyata berperang Demi ratapan tanah,ratapan negeri,dan Kekuasaan sebagai NILAI yang ingin diraih...

Bedanya mungkin bisa lebih halus!

Aku tak menyalah kan Hasan Al-bana bertutur bahwa kekuatan baru harus dibentuk dari kalangan Intelektual !

Tak pernah pula Aku salah kan Nurcholis Madjid , memiliki pemikirannya ..

Namun intinya, aku lebih menyukai perkataan - perkataan normatif

bahkan Pemuja berat perkataan dari seorang kriSTEN "IBELIN" DALAM PERANG SALIB

"Pertahankanlah kebenaran,walau itu akan menuntunmu pada kematian!"

atau aku lebih cinta dengan Salahuddin yang buat Richard the lion heart ,terkagum kagum atas ksatria yang luar biasa itu!..

Namun konsep yang tetap ingin ku wujudkan sejak awal adalah

ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL ALAMIN MUST BE PROOF (SALADIIN,SAAT MEMIMPIN KEMENANGAN ATAS YERUSALLEM)

Disisi lain aku bertanya -tanya

Kenapa burung Nuri itu harus berpasangan?

dan mengapa tertawa ria lewat Kicauan kicauan yang menggelitik telingaku

kalau aku Pangeran Drakula di Walachia

Pasti mereka sudah Ku SULA hmm..tdak

Nuri nuri indah itu berkicau tertawakanku

kesendirianku

yang entah dimana sebagian rusuk -rusukku

Ah tak masalah

toh Gie dahulu lebih mengenaskan

MATI DISAAT IA TAK SEMPAT MENGGOMBAL WANITA IDAMANNYA

Sebentar....bahwa aku ingin menertawakan nuri bodoh itu

dan ingin kuteriakkan konsepsi dari sebuah organisasi mahasiswa yang luar biasa

'ADA RAHASIA DIBALIK RAHASIA'

Dan aku bukanlah tipe para penggombal cinta dan menukarkannya dengan nafsu semata! seperti najis najis saja uraian mereka..

Sejauh hati bergeming,aku adalah aku!

dan tujuanku harus tergapai dengan baik

dengan kerendahan hati penuh makna

Kulantunkan lagu Muse-iunintended ku

dan ku rangkai ulang catatan bersar di kamar kosku yang mungkin akan kutinggalkan karena sebuah Perang Besar menungguku!

"MAN JADDA WA JADDA"

Untuk MAYANG,IBU ,ayah dan Bangsaku

hehehehehhehehe...........

ditulis sebelum mandi biar skral di pagi ini

Saturday, August 6, 2011

"Intan"

Aku dan Kerang kerang ini memiliki banyak kesamaan
begitu keras,namun terkadang begitu rapuh
Ada beribu alasan kerang -kerang ini untuk tetap mempertahankan dirinya
terbalut oleh kutukan Darwin yang menyesatkan
berpola pikir penuh tantangan buat Aku dan kerang 2 ini berhati Singa

Oh pengisi relung jiwa ..

jangan kau pertnyakan lagi
apapun itu sebab musabab
kerana banyak pertanyaan itu lah Allah mempersulit Yahudi itu
aku akui dari puluhan intan yang mungkin bisa dekati ku
dengan semarak kemilaunya intan permata di dahi dahinya
Namun apatah guna bila dapat bersanding pilu bersuka cita
bila nantinya kehampaan yang bertahta
Terserah Chairil anwar ingin hidup 1000 tahun lagi dengan Imajinasinya
tAk pula kusesali Einstein menggagas pemusnah jiwa dlm revenge Yahudi nya
Apalah lagi daya ku yng kini seperti karang karang disana
Diam ,tetap tenang tatap masa depan yang entah setan mana yang kan dahuluinya
Biarkalah aku tetap diterjang ombak dan lanun di pantai Kuta
Asal kau diam tak menyebut nama ,apatah lagi itu tanya
Oo..Juwita,tak perlu kau banding dirimu dengan
indahnya permata di belakang ku dahulunya
Tak perlu kau bertanya sabab musabab pilihan
botol berisi surat ini kepadamu
Aku tak butuh Indahnya Intan berlian untuk mahkota
Aku hanya butuh ketenngan dan kesempurnaan bathin
untuk penuhi tanggung jawab ku dalam khalifah...

Hak cipta hanya milik Allah

Friday, August 5, 2011

"GALAU DI BULAN PUASA HEHEHEHE.."


Judul ini kutulis karena aku merasakannya kemarin,hampir saja aku tidak mengikuti acara yang Super sekali ala,bang Mario teguh di dalam setiap motivasi yang ia berikan di forum resmi yang dihadiri oleh ribuan peserta yang kehausan seperti oase di padang pasir di negeri mesir atau Spinx yang jauh disana,BEGITU INSPIRATIF ,,YA BAGAIMANAPUN BETUK SYAIRNYA HANYA KUTANGGAPI DENGAN KATA INSPIRATIF!
Bukan,oh bukan aku bukan hendak menceritakan bagaimana Mario Teguh dengan slogen Super Sekalinya kali ini,karena memang untaian sentence Title dari postingan yang mungkin bagiku berati ini tidaklah sesuai nantinya.Aku juga tidak akan menceritakan tentang perjuangan Andre Wongso sang pembelajar yang mendapatkan istrinya seorang sarjana Hukum,karena mereka berhasil mengambil keputusan untuk menjalani kehidupan hingga sukses bersama.Aku tidak akan menceritakan bagaimana saat pertama kali di Universitas Riau di sambut oleh UKMI Ar-Royan sehingga menghadirkan bagaimana 'celotehan" penuh manfaat dari seorang Danang Ambar Prabowo dalam menuliskan jejak mimpinya.Aku juga tidak sedang GALAU karena mendengar beringasan motivasi dari pak Firdaus LN dengan motivasi RICE yang "macam pulut berderainya. Namun ini ceritaku......si maklah

Kamis,4 Agustu 2011 , Pendopo Fisip Universitas Riau,
Sesuai dengan jadwal yang tertera dalam setiap baris undangan yang di sebarkan ke tiap-tiap markas juang HMJ dan LSO se-Fisip,yang telah di sepakati dalam rapat Paripurna ala HIMIP 11-12 yang bersemboyan kan "We Can Proof the best" ! itu ..kami akan mengadakan agenda rutin bahkan tahunan oleh HIMIP sendiri dalam tataran menyambut bulan Ramadhan yang penuh hikmah Ya,,bubar bareng himip di koorditorkan langsung oleh Dinas Kaderisasi HIMIP FISIP UNRI,
Acara tersebut terselenggara dengan baik,hal ini bisa di lihat dari jumlah peserta undangan yang datang ,seperti Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan,Wan Asrida, Ustad penceramah Edy marsil (gak pake haji) atas bantuan Jeje Agustrianto hehehe...acara kamis malam kemarin dihadiri oleh mahasiswa ilmu pemerintahan ,pengurus Himip fisip unri,segenanp jajaran Senior IP dan Alumni IP ,rekan rekan ketua kelembagaan se -fisip dan juga turut mengundang adik adik dari panti asuhan As-sawaf di jalan merak sakti

letak galaunya dimana?
1.badan aku demam sekali "menggalau' kata anak-anak disini,sehingga aku tak bantu banyak pada saat mempersiapkan acara di hari-"H"...hehe..tapi untungnya sedikit berperan dalam menyebarkan 'selebaran' untuk mengundang rekan 2 di ilmu pemerintahan yang untungnya bisa mengajaksedikit orang hhehe..

2.pak Bup Richo Iepe sedikit kecewa karena jadwalnya molor dari waktu yang telah ditentukan,tapi menurut bang Rahmat Gusra ( alumni IPE dan Bup demisioner 1999-2000)itu adalah wajar ketika kita tak bisa menerima sesuatu yang kita harapkan,namun tentunya bagaimana kita menyikapai hal ini dengan optimisme adalahlangkah penting untuk menjadikannya sebuah pembelajaran.


nah,dari dua alasanadi aku sedikitgalau juga malam itu ,mengingat program utama dinas aku adalah Granat times yang harus di kejar karena belum pernah terbit sekalipun sejak Pelantikan kemarin (kesalahan teknis ) tapi untungnya dapat pencerahan sedikit dari bng Remon Roxis dan kakanda satu kampung (dapat ledekan dari mas panji kemarin) agar tidak tertutup kemungkinan granat times di buat di percetakan ,kuncinya =adalah mencoba dan bila tak paham jangan segan bertanya ke tempat yang benar hehehe...

oh ya ,kegalauan yang ketiga adalah ke-batalan ku untuk berangkat pulang kampung menyelesaikan amanah dari di Muaralembu dengan ortu ku..hehe..tapi galau yang satu ini kelar juga setelah dapat restu dari ortu untuk melanjutkan kegiatan di HIMIP,...nah sekarang kegalauan selanjutnya adalah ada apa dengan si LK? kapan kita BUKA PUASA BERSAMA?

kegalauan berikutnya adalah aku kehilangan karut KTM,ATM,DILENGKAPI DENGAN STNK MOTOR BLADE YANG MASIH KREDIT, dompet 'crocodile' ( hadiah dari ortu) ,yang bikin aku terjebak di pekanbaru sampai ada kiriman lanjutan..


mamamia...ini lah ceita kegalauan ku..ceritamu hahahahahahahhahahaaaa......


TERIMAKASIH...UNTUK LK...IBU..AYAH PAK BUP I-PE HEHEHE

Thursday, August 4, 2011

SOAL UAS BIROKRASI INDONESIA ILMU PEMERINTAHAN UNIVERSITAS RIAU


Olalala..
Saya mulai mengerti arti dari sebuah penyelesaian konkret mengenai pertanyaan yang dilontarkan Oleh Dosen Birokrasi Indonesia Universitas Riau,Oleh Pak Erman Muchtar dan Pak Auradian Marta,mengenai Birokrasi indonesia.

Soalnya adalah:
1.Berikan penjelasan anda mengenai Birokrasi Politik dan implementasinya di negara Indonesia ,kalau ada!
2.Jelaskan pemahaman anda mengenai "Pemerintah Wirausaha"
3.Jelaskan efek negatif dari Pemanfaatan Birokrasi pada era Orde Baru dan cara pencegahannya

selesai itu ,saya merasa lega karena kami mahasiswa IP terbanyak dari semua angkatan semenjak ILMU PEMERINTAHAN didirikan di UNiversitas Riau.

acara selanjutnya adalah agenda BUKA BARENG HIMIP 2011-2012 DI PENDOPO FISIP"
setelah itu saya akan langsung cabut ke KUansing tercinta hehe...HIDUP MAHASISWA !!!

Thursday, July 28, 2011

a poem for papa und mama


Teringat semua yg pernah terjadi,, tumpang tindih antara duka n sepii juga canda n tawa,, ingin rasa na ku putar ulang waktu,, atau hanya sejenak menghentikan waktu,, untuk menyusun kembali tatanan yg membuat kacau saat ini,, senyum ini,, adalah rasa bahagia juga sedih,, mengenang segala yg pernah terjadi,,

Ayah,, Ibu,, masih terbayang kehebatanmu dahulu,, kini semua berubah,, tapi bagiku kalian lah yang terhebat,, Hero ku,, Pahlawan ku,, maafkan kesalahanku,, karna aku begitu egois mengartikan hidup ini,, semua yg kau lakukan hanyalah untuk aku,, tak pernah kau menyerah,, memperjuangkan aku yg tak berguna,, aku tak berdaya,, membantu orang sehebat kau,, apa yg bisa aku lakukan,, sementara aku tak senilai dengan ujung kukumu,, sakit rasa hati ini,, ketika aku tak mampu mengobati lukamu,, bahkan hanya sekedar untuk menyeka peluhmu,, sungguh aku tak berguna,, kini tubuhmu semakin lunak ditelan usia,, sementara aku tak seberapa dibanding kau,, ingin ku papah dirimu,, menyuruhmu duduk diam,, tak perlu lagi menimang aku,, tapi aku tak berdaya,, hanya kau yg tak pernah menyerah,, sungguh kau pelihara aku seperti janjimu pada Tuhan,, Ayah,, ,,Ibu
tunggu aku,, biarkan aku menimangmu kelak,, kaulah yg paling berharga,, bahkan dari nyawaku sekalipun,, Ayah,, ,,Ibu trimakasih,, aku sangat mencintaimu,, ;(

a poem from :http://www.facebook.com/naththalyie.shimarmatta

Tuesday, July 26, 2011

BIROKRASI INDONESIA-BIROKRASI PATRIMONIAL

A.Defenisi
Birokrasi berasal dari kata “bureau” yang berarti meja atau kantor; dan kata “kratia” (cratein) yang berarti pemerintah. Pada mulanya, istilah ini digunakan untuk menunjuk pada suatu sistematika kegiatan kerja yang diatur atau diperintah oleh suatu kantor melalui kegiatan-kegiatan administrasi (Ernawan, 1988). Dalam konsep bahasa Inggris secara umum, birokrasi disebut dengan “civil service”. Selain itu juga sering disebut dengan public sector, public service atau public administration.
Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, birokrasi didefinisikan sebagai :
Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hirarki dan jenjang jabatan
Cara bekerja atau susunan pekerjaan yang serba lamban, serta menurut tata aturan (adat dan sebagainya) yang banyak liku-likunya dan sebagainya.

Definisi birokrasi ini mengalami revisi, dimana birokrasi selanjutnya didefinisikan sebagai
Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai bayaran yang tidak dipilih oleh rakyat, da
Cara pemerintahan yang sangat dikuasai oleh pegawai.


B.Birokrasi Patrimonial.

Terminologi patrimonial adalah konsep antropologi yang secara nominatif berasal kata dari patir dan secara genetif berasal ari kata patris yang berarti Bapak. Konsep yang dikembangkan dari kata tersebut kemudian diterjemahkan secara lebih luas yakni menjadi warisan dari bapak atau nenek moyang. Kata sifat dari konsep tersebut adalah patrimonial yang berarti sistem pewarisan menurut garis bapak. Menurut The Consolidated Webster Encyclopedia Dictionary dalam Moedjanto (1998:101) menuraikan bahwa dalam perkembangan lebih lanjut, konsep tersebut mengandung pengertian yakni sistem pewarisan nenek moyang yang mementingkan laki-laki atau perempuan dengan perbandingan yang dua lawan satu.

Disamping birokrasi rasional yang dipelopori oleh Max Weber. Schrool (1980:167) yakni seorang pakar modernisasi dunia berkembang membedakan jenis birokrasi menjadi birokrasi modern dengan patrimonial. Jika pada birokrasi rasional lebih menitikberatkan pada unsur prestasi, maka pada birokrasi patrimonial justru sebaliknya, yakni menekankan pada ikatan-ikatan patrimonial (patrimonial ties) yang menganggap serta menggunakan administrasi sebagai urusan pribadi dan kelompok. Secara lebih tegas, Weber sebagaimana yang dikemukakan oleh Santoso (1997:22) menegaskan bahwa dalam birokrasi patrimonial, individu-individu dan golongan penguasa berupaya mengontrol kekuasaan dan otoritas jabatan untuk kepentingan kekuasaanya. Selain itu, ciri daripada birokrasi patrimonial disebutkan bahwa:

i). Pejabat-pejabat disaring atas dasar kriteria pribadi dan politik, ii) jabatan dipandang sebagai sumber kekayaan atau keuntungan, iii) pejabat-pejabat mengontrol, baik fungsi politik maupun administratif karena tidak ada pemisahan antara sarana-sarana produksi dan administrasi, iv) setiap tindakan diarahkan oleh hubungan pribadi dan politik. Tujuan-tujuan pribadi penguasa merupakan hal yang pokok dalam sepak terjang pemerintahan kendatipun mereka dibatasi oleh fungsi-fungsi sebagai seorang pemimpim.”(Weber dalam santoso, 1997:23).

Dalam perkembangannya kemudian, Maquet (1961) sebagaimana yang disebut Balandier (1970-95) mengemukakan bahwa:

”for Maquet feudality is not a mode of production (although a way defening the role of goverment and governed. The specific is the fact is the interpersonal link: feudal institution set up between two person unequal in power relation of protection on the one hand and fidetity and service on the other. They link the lord with the vassal (at the higer level of social satisfication) and the patron with the client (from a higer to a lower level of satisfication)”

Pendapat Maquet sebagaimana yang dikemukakan oleh Balandier (1970:95) bahwa feodalitas bukan merupakan sebuah cara produksi, tetapi sebuah rezim politik yakni cara untuk mendefenisikan antara yang memerintah dan diperintah. Pranata feudal ini disusun antara dua orang yang tak setara dalam hubungan politik pada landasan perlindungan disatu pihak serta kesetiaan dan pelayanan pada pihak lain. Hubungan tersebut mempertautkan hubungan patron klien (patron and client) dari tingkat yang paling tinggi hingga paling rendah pada stratifikasi tersebut.

Lebih lanjut, dalam analisa Myrdal seperti yang dikutp oleh Jakti (1980: 6) mengemukakan bahwa:

“Keterbelakangan dinegara dunia ketiga dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas yang mengikutsertakan berbagai factor non ekonomis termasuk factor birokrasi pemerintahan. Di dunia ketiga menunjukkan betapa hambatan-hambatan pembangunan disana muncul justru dari kalangan aparat negara. Ia menyebut mesin politik merupakan bagian dari dominasi politik oleh suatu suku, daerah atau agama yakni kelompok-kelompok primordial (primordial group) ataupun merupakan bagian dari partai yang berkuasa. Ia menjelaskan berlainan dengan negara-negara industri di Barat bahwa aparat negara bersikap netral, objektif dan rasional dalam melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepada mereka. Aparat negara bersikap apolitis mengabdi sepenuhnya kepada kepentingan umum. Tugas utama aparat negara adalah turtut memelihara dan memperkuat ketertiban umum dan hukum (law and order) tanpa pamrih terhadap golongan politik yang manapun”.

Selanjutnya Jakti (1980:7) memperjelas bahwa pada birokrasi patrimonial terlihat pada hubungan-hubungan yang ada yang secara intern dan ekstern adalah hubungan patron klien yang bersifat pribadi dan khas. Dalam hubungan pada birokrasi patrimonial akan timbul masalah pertukaran loyalitas politik dan sumber ekonomi. Pada kelompok yang loyal akan diberikan sumber ekonomi sedang pada mereka yang tidak loyal akan dibendung dan dimatikan sumber-sumber ekonominya. Kepentingan negara-bangsa (nation state) bukanlah dipertimbangkan dalam hubungan patron klien melainkan hubungan pribadi-pribadi, baik berbasis kepada kepentingan sendiri, golongan ataupun partainya.

Dalam banyak hal, akibat daripada birokrasi patrimonial ini merembes kedalam praktek birokrasi yang korup yang lepas dari konstitusi, perundang-undangan ataupun legislasi lainnya. Sejalan dengan itu, Jakti (1980:6) mengemukakan bahwa patrimonial bertentangan dengan upaya melembagakan kehidupan bernegara karena itu kegiatan-kegiatan birokrasi menjurus pada penyelewengan, makin tak jelasnya peraturan ataupun kelembagaanya yang memudahkan terjadinya korupsi. Apabila gejala ini dibiarkan, maka timbullah penyelewengan-penyelewengan (abuse of power) serta kurang mampunya membedakan antara yang salah dan benar.

Pada dunia ketiga terdapat dua motif yang saling bergantungan, namun berbeda dan sungguh-sungguh bertentangan. Menurut Geertz (1992:78), kedua motif tersebut adalah sebagai berikut:

i) adanya keinginan untuk diakui sebagai pelaku-pelaku yang bertanggungjawab yang memiliki keinginan-keinginan, tindakan-tindakan, harapan-harapan dan opini-opini yang berharga membangun sebuah negara modern yang efisien dan dinamis dengan sasaran praktisnya sebuah tuntutan akan kemajuan, untuk meningkatkan standard hidup, tatanan politis yang lebih efektif, keadilan sosial yang lebih luas dan melampaui itu memainkan bagiannya dalam panggung politik dunia yang lebih luas, ini terkait dengan kewarganegaraan di dalam sebuah negara modern, ii) dalam kenyataan, terjadi ketegangan yang mengambil bentuk khusus dan kronis di negara baru itu, baik pada taraf tertentu bangsa-bangsa itu merasa diri tetap terikat pada sejumlah besar kenyataan darah, ras, tempat, agama atau tradisi, maupun karena kepentingan kedaulatannya bernegara untuk mewujudkan tujuan bersama. Malah lebih buruk lagi lewat dominasi yang dilakukan oleh komunitas etnik, ras atau linguistik, ditengah saingan lainnya yang dapat mengisi tatanan bernegara dengan watak kepribadiannya sendiri.

Dari uraian tersebut, Geertz menyimpulkan bahwa sejumlah negara yang baru merdeka yang multietnik ditemukan bahwa negara sebenarnya hanyalah merupakan arena tempat bertarungnya ikatan-ikatan primordialisme. Geertz menyebutkan bahwa persaingan-persaingan itu termanifestasi dalam politik lokal. Geertz (1992:81) mempertegas:

”Kristalisasi dari sebuah konflik langsung adalah sentimen-sentimen primordial dan sentimen-sentimen sipil serta kerinduan untuk tidak masuk kedalam salah satu kelompok lain. Inilah yang membuat bermacam-macam masalah seperti sukuisme, daerahisme, komunalisme dan seterusnya, sebuah kualitas yang mengancam secara tidak lebih menyenangkan dan mendalam daripada kebanyakan masalah lain yang juga sangat serius dan menjengkelkan yang dihadapi negara-negara baru itu”

Selain itu, Evers dan Scheil (1992:16) mengemukakan bahwa di Asia Tenggara ditempuh cara untuk mengurangi persaingan antar manusia dengan mengizinkan mobilitas sosial dan mempropagandakan idiologi kesempatan yang sama bagi semua orang. Dimana, dengan memberikan kesempatan yang sama itu, diharapkan persaingan individu yang tajam dapat direduksi atau hampir tidak terjadi dalam masyarakat. Loyalitas kekeluargaan dan kesukuan masih berpengaruh besar. Oleh karenanya, jalan keluar yang diterapkan oleh masyarakat Asia adalah bentuk klik dan sistem patron (perlindungan). Pembagian uang dari pemerintah dan penghadiahan posisi (jabatan) serta juga kadang-kadang pembagian keuntungan hasil korupsi menyebabkan patron dapat bertahan untuk jangka waktu lama.

Menurut Sairin (2001:173), di Indonesia yang marak dengan penyelewengan kekuasaan (abuse of power) seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dari sudut internal pelaku terjadi karena rendahnya gaji atau upah, ketidakcukupan gaji untuk memenuhi kebutuhan dasar sehingga mencari sumber lain untuk menopang kehidupan keluarga. Sedang dari sudut eksternal ialah faktor beban budaya (culture burden) yang dilekatkan pada pundak aparat pemerintah. Semakin maraknya budaya konsumtif ditengah kehidupan masyarakat, adanya tuntutan nilai yang datang dari masyarakat, ataupun pemenuhan simbol jabatan birokrasi menuntut aparatur birokrasi tersebut melekatkan dirinya pada status sosial yang dia pegang. Dalam arti lain disebutkan bahwa, pada saat seseorang mengalami perubahan ataupun mobilitas vertikal, maka beban kulturalnyapun menjadi bertambah. Dalam pengertian Turner yang dikutip oleh Sairin (2001:177) yakni adanya liminality, yakni hanyutnya seseorang pada satu kelompok sosial yang memiliki sistem nilai dan simbol yang berbeda dengan masyarakat awalnya, dimana dia sebelumnya mengelompok.

Beban kultural (culture burden) menurut Dalton (1968) dan Ekih (1974) sebagaimana yang dikutip Sairin (2001:181) adalah seperti praktek menyantuni keluarga dan kerabat. Hal ini menurutnya akan mendorong lajunya KKN yang berakar pada prinsip tukar menukar (reciprocity) yang umum melekat pada kebudayaan masyarakat negara-negara berkembang. Ironisnya menurut Sairin (2001:182) adalah berkembangnya jaringan-jaringan pekerjaan yang relatif tertutup dan terorganisir bahwa jabatan-jabatan ditempat basah selalu menjadi rebutan. Oleh karena itu, dalam berbagai kasus tidak jarang orang yang merebut jabatan itu tidak ragu-ragu menyediakan dana yang cukup besar sebagai uang balas jasa kepada pejabat yang berwenang memutuskannya. Kenyataan lain menurut Muhaimin (1980:23) adalah bahwa prinsip malu, segan, sindiran, tenggang rasa, hormat bapak, hutang budi dan sistem bapakisme (patron client relationship) yang luar biasa mengagumkan halusnya di Indonesia.

Proses sosial budaya yang menimbulkan adanya kelompok dan klik-klik dalam masyarakat yang menentukan jalanya rekruitmen kepada jabatan-jabatan birokrasi. Karir politik seseorang dalam masyarakat semacam ini lebih bergantung pada kecerdikan orang dalam memelihara dan memanfaatkan hubungan pribadi dan atau politik sebagaimana halnya dalam memanfaatkan pekerjaan dan jabatan. Jabatan-jabatan birokrasi ini lebih banyak ditentukan oleh persetujuan dan penjukan dari pemegang jabatan ditingkat atas.

Selanjutnya, Muhaimin (1980:23) mempertegas bahwa pada dasarnya determinan pokok kenaikan jabatan adalah faktor-faktor seperti kawan lama, kawan sejak kecil, hubungan darah atau perkawinan, juga kesamaan etnis, ataupun keanggotaan politik. Legitimasi kekuasaan politik termasuk wewenang jabatan birokrasi amat ditentukan oleh sistem hubungan anak-bapak. Ini berarti bahwa konsep bapakisme merupakan salah satu sumber legitimasi yang kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang menganut birokrasi Patrimonial. Onghokham (1980:12-13) menguraikan bahwa:

”pada zaman kerajaan tradisional Jawa, kerajaan Mataram, para pejabat raja bersifat otonom, sistem keuangan tidak diatur dari pusat. Setiap pejabat tidak digaji dari pusat dengan sejumlah uang tunai. Pejabat harus pandai mencari biaya-biaya dari lungguh (sejumlah sensus terhadap kepemilikian tanah). Setiap rakyat, termasuk pemegang lungguh harus memberi upeti kepada raja, melalui pejabt-pejabat keraton. Pada waktu itu, sistem ini dianggap legal”.

Tetapi akan berbeda halnya apabila setoran kepada raja semakin kecil akibat potongan persen yang diambil pejabat keraton. Keuangan raja makin kurang memadai dan oleh sebab itu, raja memanggil orang lain dari lapisan bawah dari luar pejabat keraton seperti orang Cina dan Arab sebagai alat eksploitasi. Lebih lanjut Onghokham (1980:13) menyebutkan bahwa orang-orang asing ini (Cina dan Arab) lebih efisien. Raja (priyayi) dapat lebih terbuka kepada mereka sebab tidak perlu mempertahankan muka. Begitu juga dengan demang atau bekel yakni penarik becak ditingkat desa adalah orang Cina, jauh lebih berhasil untuk mengumpulkan uang. Keadaan seperti ini adalah contoh hubungan kepentingan patron klien yang sering terjadi pada birokrasi patrimonial, terutama yang terkait dengan sumber-sumber keuangan, pendapatan pribadi ataupun pendapatan resmi seperti pajak dan lain-lain.

Pada sisi yang lain, Onghokham (1982:19) menyoroti integrasi agama pada kerajaan Mataram. Ia menyebutkan bahwa integrasi agama dalam kerajaan adalah penting, walaupun tidak semuan raja berhasil mencapainya. Kalau priyayi mewakili satu golongan dimasyarakat, maka agama cenderung mewakili seluruh lapisan masyarakat pengikutnya, baik yang berasal dari priyayi, petani, pedagang, tukang yang menganut agama yang sama. Namun demikian, Buchari (1982:70) menyebut bahwa pada tingkah laku birokrasi sangat dipengaruhi oleh kebudayaan. Ia memberi contoh seperti birokrasi di Indonesia. Sangat berbeda-beda halnya dengan sistem birokrasi militer, birokrasi gubernuran, ataupun birokrasi di universitas. Perbedaan antara ketiga jenis birokrasi itu berakar pada hirarki nilai-nilai yang menjadi dasarnya.

Buchari (1982:76) mengingatkan situasi pembangunan dewasa ini sering dirasakan bahwa berbagai pola tingkah laku yang telah merupakan kebiasaan dalam birokrasi di Indonesia kurang dapat memenuhi tuntutan pembangunan. Misalnya dengan berbagai kegiatan pembangunan menuntut adanya kordinasi antara berbagai instansi yang dirasakan sulit untuk menciptakan kordinasi semacam itu. akan tetapi akibat kebiasaan-kebiasaan tertentu yang telah ada dalam birokrasi menghambat dalam pelaksanaan tersebut. Dari sisi yang lain, Vroom (1982:28) mencoba mengupas ulang birokrasi patrimonial-rasional. Ia mengemukakan bahwa sangat dipengaruhi nilai tambah kekuasaan organisasi. Dikemukakan:

”Didalam setiap organisasi, orang tak akan bekerjasama untuk melakukan sesuatu yang dapat mereka kerjakan sendiri-sendiri. Mereka membentuk organisasi agar supaya dapat bekerjsama dengan lebih efisien dan apabila mungkin berdaya hasil. Manakala orang dalam keadaan relatif kekurangan sumber daya lalu mengambil prakarsa untuk bekerja sama secara organisasi maka akan berkembanglah kemungkinan membesarnya difrensial hirarki atau apa yang dinamakan garis kepemimpinan”

Beberapa orang dengan demikian akan memimpin pekerjaan orang lain. Justru aktivitas inilah yang membuat mereka dalam keadaan lebih baik untuk bisa memperoleh kesempatan dan penguasaan atas nilai tambah atau nilai lebih itu. Dengan demikian, akan bertambahlah kekuasaan mereka secara langsung apabila organisasi digunakan. Lebih lanjut Vroom (1982:30) menyebutkan:

”organisasi didasarkan atas representasi realitas-realitas kemasyarakatan dan keorganisasian yang sekurang-kurangnya dibentuk karena kepentingan pribadi atau partainya. Organisasi yang ditujukan guna memecahkan masalah bersama secara intern akan berfungsi lebih baik sejauh apabila masing-masing pihak menganggap bahwa hal itu rasional, efisien dan efektif bagi strategi sendiri. Dari uraian ini, perbedaan antara dunia kesatu dan dunia ketiga tampak telah semakin dikurangi”.

Saturday, July 23, 2011

Legitimasi Kerak Telor di Bumi Lancang Kuning !


Kerak Telor,siapa yang tidak mengenal Salah sati Makanan yang khas asal negeri Betawi yang Nun jauh Disana,makanan ini takkandi jumpai di sebuah restoran raksasa siap saji seperti Mc D ,juga bukan dijual di Van Holland,atau pun tidak terdapat dalam daftar List di "Pizza Hut" ,makanan ini dapat di temukan di sepanjang jalan Pattimura Tapat sejajar dengan Gedong Megah Kantor Gubernor Riau.


Walaupun berada dipinggir Jalan ,makanan lezat ini juga digemari oleh kalangan kelas "kakap" terbukti Saat Saya dengan rekan saya Bherry Tinanto bertandang sejenak membelinya dengan harga 15.000 rupiah untuk telor bebek dan 12000 rupiah untuk telur ayam,namun aku dari mas ini yang lezat sih telor itik bang hehe..buatin telor itik dua ya dek..oke bang ..


Bukan ini yang akan Saya utarakan ,sekilas kita melihat beberapa hal yang tak tersirat dari jati diri Lancang kuning yang akhir2 sedikit terusik karena pergantian kepemimpinannya...


Pejabat kerak telor menurut Saya adalah pejabat yang sangat lezat dalam menikmati kekuasaanya,namun ketika di usik ia akan berikan pilihan kepada masyarakatnya "telor itik " atau "telor ayam" .Kedua nya memang berbeda satu dan lainnya,yang satu berwarna KUNING CERAH SEKALI dan yang satu berwarna BIRU YANG JUGA TAK KALAH CERAHNYA ,nan akan tetapi bila aku boleh kaitkan ini dengan Tema Diskusi intelektual Himip Rabu ini mengenai "Proyeksi Pilkada Kota Pekanbaru" yang rencana nya akan diadakan hari Rabu minggu depan dengan pembicaranya yang tak kalah memegang peranan penting dalam proses PEMILUKADA kota Pekanbaru kemarin...(sudah di undang oleh Bherry Tinanto dan Aku sendiri kemarin)


ya..Masyarakat Riau , Pekanbaru khususnya memang punya pilihan masing-masing...

mau Telor itik berwarna Biru yang harganya 15 ribu...atau Telor Ayam berwarna kuning harganya 12 ribu

sih gak masalah ,tergantung pilihan masing -masing..Tapi kalau boleh aku saranin

tanya pada hati dan lidah masing -masing ,,,karena kalau kita tanya pada si pemcetak kerak telor ia akan menjawab sesuai kpentingannya (yang mahal tentunya) ..jadi marilah kita berpikir kritis dan berpikir cerdas..telor manakah yang enak.....?


catatan: tolong pilih Telor nya secara Luber JUrdil karena kalo nggak bisa 2 anda akan mengulangi kembali memilih nya dengan merogoh kocek yang nggak sedikit! hahahahha


inspirasi: pengalaman langsung kemaren Jum'at sama sobat gue Bherry Tinanto ,pas abis sebarin undangan kepada Pembicara seminar HIMIP FISIP UNRI ,juli 2011

Wednesday, July 20, 2011

INDONESIA BUTUH SISTEM DARI BUDAYANYA SENDIRI



sistem yang terbaik buat bangsa Indonesia adalah sistem yang digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri yaitu sistem yang sudah sejak Indonesia merdeka tercantum dalam preambul UUD ’45 yang masih sah berlaku sampai saat ini yaitu dasar negara Pancasila atau suatu sistem yang mengacu pada konsep dasar negara Pancasila.

Jadi yang dimaksud dengan Indonesia memerlukan perombakan struktural dan sistemik dari segi sistemnya adalah suatu perombakan agar kembali secara sistemik kepada konsep dasar-dasar bernegara kepada sistem dasar negara Pancasila. Saat ini tata negara bangsa Indonesia mengacu pada konsep demokrasi liberal dan tata ekonominya sangat kapitalistik yang sangat tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu hasilnya nihil bagi kemajuan bangsa Indonesia. Malahan bangsa Indonesia terpuruk dalam suatu sistem politik dan ekonomi yang sangat korup. Bahkan penggerak utama kegiatan bangsa Indonesia atau motivator utama aktifitas bangsa Indonesia adalah kegiatan korupsi di berbagai bidang kehidupan.

Sedangkan strukturalnya adalah manusia Indonesia. Seperti asal kata struktur berarti kerangka, sebagai contoh kalau kita mau membangun suatu bangunan kita akan membangun struktur bangunan dengan pilar-pilar tiang yang kokoh diatas pondasi. Pondasi adalah sistemnya, sedangkan pilar-pilar adalah strukturnya, dua-duanya sangat penting. Pilar-pilar ini kalau berkatian dengan kegiatan bernegara bangsa Indonesia adalah orang-orangnya.

Tanpa ada orang-orang yang menopang kegiatan bangsa ini yang punya karakter dan integritas yang tinggi, tidak akan mungkin bisa menumbuhkan bangsa Indonesia yang punya karakter dan integritas. Kalau dalam istilah pewayangan menjadi negara yang panjang punjung, panjang berarti punya pengaruh yang luas (bahkan terhadap negara yang jaraknya panjang atau jauh sekalipun), sedangkan punjung berarti disanjung atau dikagumi oleh bangsa lain. Pada saat ini, menurut PERC (Political and Economic Risk Consultancy), Indonesia sebagai negara yang terkorup di Asia dan perangkat sistem birokrasi no. 2 terburuk di Asia, mana bisa kita bangga dengan negara kita saat ini. Mana mungkin kita menyebut negara kita negara yang panjang punjung?

Mohon dibedakan antara cinta pada negara dengan cinta pada tanah air Indonesia. Dikarenakan kita cinta dengan tanah air Indonesia, kita secara terus menerus harus menata tanah air Indonesia agar bisa menjadi negara yang kita inginkan bersama yaitu suatu negara yang panjang punjung pasir wukir loh jinawi tata titi tentrem gemah ripah karta raharja atau singkatnya negara yang adil, makmur, dan sejahtera. Kalau dalam preambul UUD’45 disebutkan sebagai negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Sistem dan struktur adalah dua hal yang mendasar yang harus dipunyai oleh suatu negara agar bisa mencapai yang dicita-citakan yang seperti tercantum dalam preambul konstitusinya. Sistem yang baik kalau tidak dijalankan dengan struktur yang kuat, tidak akan membawa hasil. Oleh karena itu struktural dan sistemik kedua-duanya harus dijalankan secara bersama-sama. Kalau belum mencapai hasil, harus diadakan perubahan agar bisa mecapai hasil yang diinginkan.

Seperti yang saya kemukakan pada sesi (5) sebagai analogi didunia pewayangan bahwa bukan suatu analogi yang tepat dengan mengatakan suatu negara harus mengikuti sebagai contoh adalah suatu negara seperti Amartapura, Hastinapura, Alengkadiraja, atau Ayodya. Karena yang tercela adalah Hastinapura pada saat dipimpin oleh Duryudana tidak pada waktu dipimpin oleh Panduwinata, ataupun Parikesit begitu juga Alengkadiraja pada saat dipimpin oleh Rahwana tidak pada saat dipimpin Prabu Somali, ataupun Gunawan Wibisana.

Dunia pewayangan justru menekankan peranan struktur lebih penting dari sistem. Sistem negara feodal (kerajaan) akan menjadi baik selama rajanya baik (ini sejalan dengan pendapat Plato (427SM – 347SM) bahwa sebetulnya sistem negara yang terbaik bukan demokrasi seperti yang dikemukakan dalam bukunya Dialog tapi sistem kerajaan asal rajanya baik).

Raja atau manusianya (sumber daya manusia) adalah bagian struktur yang paling penting untuk suatu sistem berjalan dengan baik. Persyaratan lain untuk sumber daya manusia ini dikaitkan dengan moralitas atau etika berbudi pekerti luhur.

Sistem yang sebaik apapun kalau dijalankan oleh orang-orang yang bermoral rendah, Orang-orang ini pasti akan mencari peluang dari kelemahan sistem untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri. Jadi pengalaman bangsa Indonesia yang telah merdeka hampir 66 tahun berganti-ganti sistem, sebetulnya suatu pengalaman yang sia-sia dan membuang waktu berharga dan tidak mencapai hasil yang diinginkan bersama.

Kenapa kita tidak kembali saja pada sistem yang semula sudah dipikirtkan masak-masak oleh “founding father” kita, yang penting fokus pada sumber daya manusia, terutama bagaimana membentuk sumber manusia Indonesia yang bermoral dan berintegritas tinggi. Selama ini tidak dilaksanakan, impian bangsa Indonesia untuk membuat negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, mungkin hanya tetap impian yang tidak pernah bisa terwujud.

Sebetulnya preambul UUD’45 sudah sangat lengkap dengan mengatakan keinginannya membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial (manifestasi dari konsep moralitas Jawa: mamayu hayuning bawana).

Jadi menurut preambul UUD’45 yang saat ini berlaku negara Republik Indonesia cuma perlu fokus pada dua hal yaitu: memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa. Kenapa kita tereret oleh pola pembangunan yang diajarkan oleh negara-negara maju dengan pola kapitalis yaitu fokus utamanya industri yang pada akhirnya karena sumber daya manusia Indonesia yang lemah larinya ke explorasi sumber daya alam yang merusak lingkungan. Jelas strategi pembangunan yang dijalankan selama ini bukan saja salah tapi juga bertentangan dengan UUD ’45 yaitu apabila dilihat dari isi preambul konstitusi.

Strategi pembangunan seharusnya hanya mengacu pada dua hal: memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa. Mencerdaskan bangsa melalui pendidikan, dan etika berbudi luhur seharusnya mendapatkan porsi utama dalam pembangunan suatu bangsa. Secara simbolik dalam dunia pewayangan diajarkan bahwa image suatu negara adalah dari perilaku para pemimpinnya. Oleh karena itu faktor utama pendidikan suatu bangsa adalah mampu menghasilkan pemimpin yang berbudi pekerti yang luhur.

Neo-kolonialisme yaitu sistem penjajahan baru, manifestasinya saat ini adalah melalui penetrasi budaya. Kita bisa melihat diri kita sendiri sebagai bangsa, betapa penyerapan terhadap budaya Barat (hampir secara menyeluruh terasa pengaruhnya dalam sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia) atau budaya-budaya lain seperti budaya Timur Tengah (yang telah mengajarkan bangsa Indonesia menggunakan agama sebagai alat teror bagi sesama manusia lainnya) dan budaya Oriental (yang telah mengajarkan bangsa Indonesia, sistem usaha dengan cara korupsi) telah merubah pola hidup bangsa Indonesia. Dari cara perpakaian, cara membuat rumah, cara mendidik anak, cara bernegara semuanya merupakan refleksi peniruan budaya Barat, Timur Tengah dan Oriental. Jadi apakah bangsa Indonesia tidak punya budaya sendiri? Apakah budaya bangsa Indonesia asli, demikian buruknya sehingga tidak bisa dipakai bahkan oleh bangsa Indonesia dirinya sendiri?

Ini adalah suatu realitas dari ucapan dari Dr. Rajiman (salah satu pendiri Budi Utomo), yaitu: “Jika pribumi dipisahkan sepenuhnya dan secara paksa dari masa lalunya, yang akan terbentuk adalah manusia tanpa akar, tak berkelas, tersesat diantara dua peradaban”.

Apakah bangsa Indonesia akan membiarkan dirinya tersesat dalam pengaruh budaya luar dengan totalitas peniruan tanpa batas, sehingga kehilangan jati dirinya sendiri? Jawabannya adalah bahwa bangsa Indonesia harus percaya pada konsep-konsep cara bernegara, cara berbangsa dengan ciri khas bangsa Indoneia sendiri, tidak perlu meniru siapapun juga.

Justru sebaliknya kita harus mempu melakukan penetrasi budaya Indonesia kepada masyarakat dunia, bukan sebaliknya. Ini adalah makna sebenarnya negara yang panjang punjung dalam konsep bernegara bangsa Indonesia asli. Ini hanya akan bisa dicapai kalau kita kembali pada konsep kenegaraan yang tertera pada preambul UUD’45, yaitu sistem kenegaraan berdasarkan Pancasila.

Tuesday, July 19, 2011

Healthy Report

Nama : Wiriyanto Aswir
Panggilan : Wira,Ryan,Oluar dan kagak pernah mau dipanggil Aswir

Illness :

>> Nosebleed
>> Headaches
>> Decreased memory
>> Decreased visibility