Pages

Tuesday, April 16, 2013

Makalah MPP

TUGAS INDIVIDU
NAMA            :WIRIYANTO ASWIR
NIM                :1001120219
MASALAH PEMBANGUNAN POLITIK DAN EKONOMI

A.PENGANTAR
            Pembangunan politik dan Ekonomi adalah dua hal yang saling berkaitan satu dan lainnya.Hal ini dikarenakan dalam melakukan suatu pembangunan politik yang baik,yang bertujuan membentuk suatu tata politik suatu negara yang mencapai kemakmuran,sisi ekonomi yang akan melakukan perbaikan kesejahteraan dalam hal ini tidak bisa dipandang enteng.
Dan untuk mencapai kemakmuran tersebut,diperlukan penegakan keadilan.Pembangunan harus diisi dengan keadilan.[1]Keadilan sosial dan keadilan Ekonomi bagi seluruh masyarakat yang ada suatu negara.

B.Teori
Dalam studi pembangunan politik ada beberapa konsep yang perlu dipahami sebelum menjelaskan defenisi pembangunan politik, yaitu, perubahan, pembangunan dan modernisasi politik. Pembangunan dan modernisasi politik merupakan perubahan politik, bukan sebaliknya (Ramlan Surbakti, 1992).[2]
Menurut Hungtinton dan Dominguez (dalam Afan Gaffar, 1989) konsep pembangunan politik dikatakan mempunyai konotasi secara geografis, deveriatif, teologis dan fungsional [3]:

1. Pembangunan politik dalam konotasi geografis berarti terjadi proses perubahan politik pada Negara-negara sedang berkembang dengan menggunakan konsep-konsep dan metoda yang pernah digunakan oleh Negara-negara maju, seperti konsep mengenai sosialisasi politik, komunikasi politik dan sebagainya.
2. Pembangunna politik dalam arti derivative dimaksudkan bahwa pembangunan politik merupakan aspek dan konsekuensi politik dari proses perubahan yang menyeluruh, yakni modernisasi yang membawa konsekuensi pada pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, peningkatan pendidikan, media massa, perubahan status sosial dan aspek-aspek lainnya.
 3. Pembangunan politik dalam arti teologis dimaksudkan sebagai proses perubahan menuju pada suatu atau beberapa tujuan dari sistem politik
Defenisi Pembangunan Politik menurut Ahli:
Pembangunan Politik Sebagai Prasyarat Politik Bagi Pembangunan Ekonomi Para ahli ekonomi telah menunjukan bahwa kondisi-kondisi sosial dan politik bisa memainkan peranan penting dalam menghambat atau meningkatkan pendapatan per kapita sehingga Pembangunan Politik dipandang sebagai keadaan masyarakat politik yang dapat memperlancar pertumbuhan ekonomi (Paul A. Baran, 1975)
Pembangunan Politik Sebagai Stabilitas dan Perubahan Teratur. Banyak orang merasa bahwa demokrasi tidak sesuai dengan pembangunan. Mereka memandang bahwa pembangunan hampir seluruhnya sebagai proses ekonomi dan proses tertib sosial. Komponen politik dari pandangan ini biasanya berpusat pada stabilitas politik yang didasarkan pada kemampuan melaksanakan perubahan secara tertib dan terarah. Stabilitas yang hanya merupakan stagnasi dan dukungan sepihak terhadap status quo jelas bukan pembangunan, kecuali jika pilihanya adalah penciptaan keadaan yang lebih buruk. Tetapi stabilitas dapat dihubungkan dengan pembangunan dalam arti bahwa setiap bentuk kemajuan ekonomi dan sosial umumnya tergantung pada suatu lingkungan yang lebih banyak memiliki kepastian dan perencanaan yang didasarkan pada prediksi yang cukup aman (Karl W. Deutsch, 1963)
Studi Ekonomi Mempelajari bagaimana orang/keluarga/ masyarakat/perusahaan (micro) dan negara/pemerintah (macro) memilih (choice) dan menggunakan sumberdaya (resources) produktif (productive) yang langka (disefeciency), karena dianggap memiliki manfaat (utilities) atau alternatif prioritas (priority) untuk menghasilkan barang (goods) dan jasa (service) dengan mendistribusikan (distribution) sebagai sesuatu yang bersifat konsumtif (consumtive) untuk kebutuhan sekarang (saving) dan masa depan (investasi) dengan menggunakan uang (money) maupun dengan tukar menukar sesuatu (barter/ exchange)
C.Pembahasan
Dalam teori diatas kita bisa memperhatikan adanya hubungan antara masalah pembangunan politik dan Ekonomi.Yang mana beberapa masalah pembangunan politik yang kita hadapi adalah beberapa masalah pembangunan di Indonesia :
1. Tingginya jumlah pengangguran
2. Kesenjangan pembangunan
3. Rendahnya kualitas SDM
4. Menurunnya kualitas SDA
5. Rendahnya penegakan hukum dan keadilan
6. Rendahnya kualitas pelayanan kepada publik
7. Belum optimalnya fungsi kelembagaan
8. Ancaman separatisme dan terorisme
9. Tingginya tingkat kejahatan/kriminalitas/korupsi
    (konvensional, transnasional)
10. Rendahnya kemampuan Hankam

Sepuluh hal di atas adalah persoalan yang tengah kita hadapi dalam sistem politik Indonesia,ditambah lagi kita perlu mengingat beberapa tuntutan reformasi yang digulirkan dalam dinamikan politik di Indonesia,antara lain ;
      Perbaikan Ekonomi
      Perbaikan Tata Pemerintahan (Governance)
      Supremasi dan Taat Hukum (Rule of Law)
      Demokrasi, dan
      Bersih dari  KKN
      Aparat Birokrasi yang Netral (A-Poilitis) dan Profesional
      Efesiensi, Transparan, dan Akuntabel

Dalam point pertama ,disebutkan tuntutan perbaikan Ekonomi,dalam hal ini kita bisa melihat bagaimana pendekatan ekonomi dalam memandang persoalan politik yang ada saat ini.
Metode/Pendekatan
Substansi/Fenomena   Ekonomi
 Substansi/Fenomena
    Politik
Ilmu Ekonomi
 Ekonomi Makro
 Ekonomi Produksi
Public Choice
Ilmu Politik
Pendekatan   Kekuasaan  
   terhadap Ekonomi
   (Rational Choice)
 Ilmu Politik










Berbagai macam bentuk pemerintahan yang terjadi di negara dunia ini mengalami perubahan dengan mencoba memformulasikan konsep tatanan pemerintahan yang baik yang juga dapat mengembangkan pembangunan ekonomi yang stabil di masing-masing negara. Pemerintahan demokrasi ialah pemerintahan yang di impikan oleh berbagai negara karena system pemerintahan ini dianggap baik untuk kestabilan suatu bangsa dalam menjalankan roda pemerintahan negara. Segala sesuatu berasal dari, oleh dan untuk rakyat adalah inti dari konsep pemerintahan yang demokratis, sehingga dapat menjamin kebebasan masing-masing individu dalam suatu negara untuk bergerak mengembangkan dan melakukan hal yang mereka inginkan.[4]
Robert Dahl menyatakan bahwa setidaknya ada lima standar yang dapat digunakan untuk mengukur apakah suatu proses politik berlangsung secara demokratis atau tidak. Kelima criteria tersebut adalah: a. partisipasi yang efektif, b. persamaan dalam memberikan suara, c. pemahaman yang jernih dari warga negara atau kelompok asosiasi, d. pengawasan agenda dan, e. mencakup orang dewasa.
Secara tradisional, tujuan penyelenggaraan pemerintahan demokrasi adalah untuk mencegah akumulasi kekuasaan kedalam satu atau beberapa orang. Demokrasi sebagaimana dikemukakan Winston Churchill sebagai 'least bad' form of government, artinya bahwa pemerintahan demokrasi bertujuan mengurangi ketidakpastian dan instabilitas serta menjamin warga negara dalam mendapatkan kesempatan yang berkala.
Dalam hal perekonomian, sistem ekonomi didalam negara yang demokrasi berjalan menuju perekonomian yang liberal. Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi liberal tersebut mempunyai kaitannya dengan "kebebasan alami". Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem ekonomi pasar bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas.
Hubungan Pemerintahan dan Kemajuan suatu Negara
Sikap suatu pemerintah dapat terlihat dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan tersebut untuk mencapai kepentingan nasional negaranya. Termasuk didalamnya adalah hal perekonomian, pemerintah Indonesia pernah menerapkan kebijakan deregulasi ekonomi yang menyangkut 3 aspek, diantaranya: untuk menyehatkan persaingan pasar dengan membuka kesempatan bagi pendatang baru, mengurangi campur tangan pemerintah dalam hal pengelolaan badan usaha dan pengambilan keputusan produksi maupun harga, pemerintah telah mulai merombak status BUMN menjadi persero dan mengalihkan saham dari perusahaan negara pada sektor swasta. Dengan demikian pemeintah Indonesia secara langsung telah menerapkan kebijakan ekonomi yang liberal meskipun tidak diimbangi dengan kestabilan industry dalam negeri.
Kemajuan ekonomi suatu negara pasti memiliki keterkaitan rezim disuatu negara karena, rezim suatu negara memiliki kekuasaan penuh dalam menentukan sistem ekonomi yang diinginkan. Kebijakan rezim suatu negara dalam memajukan ekonomi memiliki dua tipe kebijakan didalamnya, menurut Mynt yang pertama kebijakan melihat keluar (outward looking policy) dan kedua kebijakan melihat ke dalam (inward looking policy). Kebijakan ke dalam berhubungan dengan intervensi negara yang besar dalam wilayah ekonomi yang dihubungkan dengan kebijakan ekonomi yang direncanakan, dengan memenuhi permintaan pasar dalam negeri. Sebaliknya, melihat kebijakan keluar lebih mengandalkan intensif ekonomi dan peran yang lebih besar pada mekanisme pasar perdagangan luar negeri.
Pembangunan Ekonomi Indonesia
Dalam laporan-laporan internasional banyak dijumpai konsep “economic growth”. Konsep tersebut dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan sebagai adanya pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi berarti pertumbuhan kapasitas produksi dalam perekonomian suatu negara secara keseluruhan. Secara matematis definisi ini menyiratkan gerakan keluar dari kurva kemungkinan produksi dalam perekonomian.
Menurut Meier dan Baldwin (dalam Safril, 2003:142) bahwa “Pembangunan ekonomi adalah suatu proses, dengan proses itu pendapatan nasional real suatu perekonomian bertambah selama suatu periode waktu yang panjang”.
Hal senada dikemukakan pula oleh Djojohadikusumo (1991) bahwa “Pembangunan ekonomi adalah usaha memperbesar pendapatan per kapita dan menaikkan produktivitas per kapita dengan jalan menambah peralatan modal dan menambah skill”.

Bila dianalisa lebih lanjut diperoleh beberapa kesimpulan umum tentang pembangunan ekonomi, sebagai berikut:
  1. Pembangunan ekonomi diarahkan pada perubahan stuktural yang bersifat kualitatif.
  2. Pembangunan ekonomi tidak hanya menghasilkan out put yang lebih banyak, tetapi juga terdapat perubahan dalam lembaga dan teknik produksi maupun skill dalam menghasilkan output.
  3. Pembangunan ekonomi meliputi perubahan-perubahan dalam struktur output sebagai akibat adanya alokasi input pada sektor perekonomian.
Dari beberapa definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu kegiatan yang diarahkan kepada kehidupan perekonomian yang lebih baik bagi masyarakat suatu bangsa.
a.    Pembangunan Ekonomi Indonesia
Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan bangsa Indonesia meliputi seluruh aspek perekonomian masyarakat, baik kehidupan masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan, dengan tujuan utama mempebaiki dan meningkatkan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan ekonomi tersebut dilaksanakan dengan menitikberatkan pada upaya pertumbuhan sektor ekonomi dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki, baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.
Agar pelaksanaan pembangunan ekonomi dapat menyentuh seluruh aspek perekonomian masyarakat dan pemerataan hasil-hasilnya, maka pemerintah mengeluarkan beberapa arah kebijaksanaan pembangunan di bidang ekonomi.
b.    Arah Kebijaksanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia
Pembangunan yang terpusat dan tidak merata yang dilaksanakan selama ini ternyata hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi serta tidak diimbangi kehidupan sosial, politik yang demokratis, yang telah menyebabkan krisis moneter dan ekonomi, yang nyaris berlanjut dengan krisis moral yang memprihatinkan. Hal tersebut kemudian menjadi penyebab timbulnya krisis nasional (tahun 90-an), yang membahayakan persatuan dan kesatuan serta mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. Oleh karena itu, reformasi di segala bidang harus dilakukan untuk bangkit kembali dan memperteguh kepercayaan diri dan kemampuan untuk melakukan langkah-langkah penyelelamatan, pemulihan, pemantapan, dan pengembangan pembangunan ekonomi dengan paradigma baru Indonesia yang berwawasan kerakyatan.[5]



Selain dari arah pembangunan Ekonomi Indonesia,kita juga dapat melihat bagaimana formulasi kebijakan bidang pembangunan dalam hal ini fokus bidang ekonomi dalam strategi pembangunan Ekonomi nasional Indonesia

MACAM–MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA[6]
Salah satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam mempelajari perekonomian suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Beberapa strategi pembangunan ekonomi yang dapat disampaikan adalah :

1.      Strategi Pertumbuhan

Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah (trickle – down – effect ) pendistribusian kembali. Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan hal tersebut merupakan syarat terciptanya pertumbuhan ekonomi. Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
2. Strategi Pembangunan dengan Pemerataan
Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu.
3. Strategi Ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan kedua mendorong para ahli ekonomi mencari alternatif lain sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep strategi ketergantungan adalah :
  • Kemiskinan di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak atau negara lainnya.
  • Teori ketergantungan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “Teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (Self Development).
4. Strategi yang Berwawasan Ruang
Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab – sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya atau lebih maju. Menurut mereka, kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan kemampuan atau pengaruh pendistribusian dari kaya ke miskin (Spread Effects) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (Back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai. Sedangkan Hirschman, mempercayai pandangan tersebut walaupun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
5. Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kebutuhan pokok dan sejenisnya.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Strategi Pembangunan[7]
Dalam melakukan pembangunan suatu negara atau bangsa diperlukan strategi yang bagus untuk mencapai hasil yang memuaskan. Tetapi di dalam strategi itu pasti ada faktor – faktor yang memperngaruhinya. Faktor – faktor  tersebut adalah :
  1. Sumber Daya Alam ( SDA ), adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi, jika SDA mencukupi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara akan .
  2. Sumber Daya Manusia ( SDM ), merupakan salah satu faktor berikutnya yang sangat penting untuk pembangunan ekonomi, jika semakin baik SDM, maka akan semakin cepat jalannya suatu pembangunan.
  3. Tenaga Ahli, disini tenaga ahli bisa di samakan dengan SDM, tetapi tenaga ahli adalah SDM yang dilatih dan di didik sehingga lebih mempunyai skill dan keterampilan.
  4. Teknologi, merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pembangunan, karena penggunaan teknologi yang semakin canggih akan mempercepat pertumbuhan dan pembangunan suatu bangsa atau negara.
 STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA
1. Mengembangkan koridor pembangunan ekonomi Indonesia dengan cara membangun pusat-pusat perekonomian di setiap pulau. Selain mengembangkan klaster industri berbasis sumber-sumber superior. Baik komoditas maupun sektor. Koridor pembangunan ekonomi Indonesia terbagi dalam empat tahap :
  • Mengindentifikasikan pusat-pusat perekonomian, misalnya ibukota provinsi.
  • Menentukan kebutuhan pengubung antara pusat ekonomi tersebut, seperti trafik barang.
  • Validasi untuk memastikan sejalan dengan pembangunan nasional, yakni pengaturan area tempat tinggal dengan sistem infrastruktur serta fasilitas.
  • Menentukan hubungan lokasi sektor fokus, guna menunjang fasilitas. Misalnya menghubungkan area pertambangan dengan kawasan pemrosesnya.
2. Memperkuat hubungan nasional baik secara lokal maupun internasional. Hal ini bisa mengurangi biaya transaksi, menciptakan sinergi antara pusat-pusat pertumbuhan dan menyadari perlunya akses-akses ke sejumlah layanan. Seperti intra dan inter-konektivitas antara pusat pertumbuhan serta pintu perdagangan dan pariwisata internasional. Integrasi ekonomi merupakan hal terbaik untuk mencapai keuntungan langsung dari konsentrasi produksi. Serta dalam jangka panjang, meningkatkan standar kehidupan. Saat ini, aktivitas ekonomi Indonesia terpusat di kota-kota, khususnya Jawa dan Sumatra. Fasilitas transportasi yang bisa menyebabkan area industri tak menjangkau pelosok. Pada jangka pendek, proyek-proyek yang perlu dibangun di Jawa adalah TransJawa, TransJabodetabek, kereta jalur dua, Tanjung Priok. Pembangunan tersebut diharapkan bisa berdampak langsung mengurangi kemiskinan di Jawa yang melebihi 20 juta jiwa, dua kali populasi miskin Sumatra yang sekitar tujuh juta jiwa. Pembangunan infrastruktur di Jawa bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi.
3. Mempercepat kapabilitas teknologi dan ilmu pengetahuan nasional atau Iptek. Selain tiga strategi utama ini, juga ada beberapa strategi pendukung seperti kebijakan investasi, perdagangan dan finansial. Beberapa elemen utama di sektor Iptek adalah meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan kejuruan tinggi serta pelatihannya. Meningkatkan level kompetensi teknologi dan sumber daya ahli. Peningkatan aktivitas riset dan pengembangan, baik pemerintah maupun swasta, dengan memberikan insentif serta menaikkan anggaran. Kemudian mengembangkan sistem inovasi nasional, termasuk pembiayaannya. Saat ini, masalah utama yang dihadapi adalah kemampuan riset dan pengembangan yang digunakan untuk mencari solusi teknologi. Kemampuan pengguna untuk menyerap teknologi yang ada. Serta transaksi antara riset dan pengembangan sebagai pemasok solusi teknologi dengan penggunanya tak terbangun dengan baik. 

PERENCANAAN PEMBANGUNAN[8]
1. Manfaat Perencanaan Pembangunan
Fungsi atau manfaat perencanaan yaitu, sebagai penuntun arah, minimalisasi ketidakpastian, minimalisasi inefisiensi sumber daya, dan penetapan standar dalam pengawasan kualitas. Adapun syarat perencanaan harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
  • Tujuan akhir yang dikehendaki.
  • Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
  • Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
  • Masalah-masalah yang dihadapi.
  • Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.
  • Kebijakan – kebijakan untuk melaksanakannya.
  • Individu, organisasi, atau badan pelaksananya.
  • Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
2. Periode Perencanaan Pembangunan
Perjalanan dokumen perencanaan pembangunan nasional sebagai kompas pembangunan sebuah bangsa, perkembangannya secara garis besar dapat dilihat dalam beberapa periode yakni :
  • Dokumen Perencanaan Periode 1958-1967
Pada masa pemerintahan presiden Soekarno (Orde Lama) antara tahun 1959-1967, MPR Sementara (MPRS) menetapkan sedikitnya tiga ketetapan yang menjadi dasar perencanaan nasional yaitu TAP MPRS No.I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik republik Indonesia sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara, TAP MPRS No.II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961-1969, dan Ketetapan MPRS No.IV/MPRS/1963 tentang Pedoman-Pedoman Pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan Haluan Pembangunan.
  • Dokumen Perencanaan Periode 1968-1998
Landasan bagi perencanaan pembangunan nasional periode 1968-1998 adalah ketetapan MPR dalam bentuk GBHN. GBHN menjadi landasan hukum perencanaan pembangunan bagi presiden untuk menjabarkannya dalam bentuk Rencana Pembangunan Lima Tahunan (Repelita), proses penyusunannya sangat sentralistik dan bersifat Top-Down, adapun lembaga pembuat perencanaan sangat didominasi oleh pemerintah pusat dan bersifat ekslusif. Pemerintah Daerah dan masyarakat sebagai subjek utama out-put perencanaan kurang dilibatkan secara aktif. Perencanaan dibuat secara seragam, daerah harus mengacu kepada perencanaan yang dibuat oleh pemerintah pusat walaupun banyak kebijakan tersebut tidak bisa dilaksanakan di daerah. Akibatnya mematikan inovasi dan kreatifitas daerah dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakatnya. Distribusi anggaran negara ibarat piramida terbalik, sedangkan komposisi masyarakat sebagai penikmat anggaran adalah piramida seutuhnya.

  • Dokumen Perencanaan Periode 1998-2000
Pada periode ini yang melahirkan perubahan dramatis dan strategis dalam perjalanan bagsa Indonesia yang disebut dengan momentum reformasi, juga membawa konsekuensi besar dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan nasional, sehingga di periode ini boleh dikatakan tidak ada dokumen perencanaan pembangunan nasional yang dapat dijadikan pegangan dalam pembangunan bangsa, bahkan sewaktu pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid terbersit wacana dan isu menyangkut pembubaran lembaga Perencanaan Pembangunan Nasional, karena diasumsikan lembaga tersebut tidak efisien dan efektif lagi dalam konteks reformasi.
  • Dokumen Perencanaan Periode 2000-2004
Pada sidang umum tahun 1999, MPR mengesahkan Ketetapan No.IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004. Berbeda dengan GBHN-GBHN sebelumnya, pada GBHN tahun 1999-2004 ini MPR menugaskan Presiden dan DPR untuk bersama-sama menjabarkannya dalam bentuk Program Pembangunan Nasional (Propenas) dan Rencana Pembangunan Tahunan (Repeta) yang memuat APBN, sebagai realisasi ketetapan tersebut, Presiden dan DPR bersama-sama membentuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional 2000-2004. Propenas menjadi acuan bagi penyusunan rencana pembangunan tahunan (Repeta), yang ditetapkan tiap tahunnya sebagai bagian Undang-Undang tentang APBN. sedangkan Propeda menjadi acuan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada).
D.Kesimpulan
Masalah Pembangunan Politik tidak terlepas hubungannya dengan bidang Ekonomi.Dalam hal ini sangat berkaitan dikarenakan tujuan dari pengentasan permasalahan pembangunan politik adalah terciptanya kemakmuran dalam suatu sistem politik suatu negara.
Dalam perkembangannya,persoalan ekonomi merupakan salah satu tuntutan reformasi di Indonesia,dalam hal ini pemerintah Indonesia ,telah mengupayakan berbagai strategi Nasional untuk mengadakan pembangunan di bidang ekonomi,yang tujuannya selain untuk kesejahteraan bangsa Indonesia yang merupakan amanah UUD 1945 dan tujuan Negara Republik Indonesia, ,juga merupakan suatu pembangunan Ekonomi Politik yang terjadi di negara Indonesia melalui berbagai tahapan perkembangan dalam perjalanannya.
Daftar Pustaka
Harry Azhar Azis,dalam GAGASAN :Refleksi Kepemimpinan dan Demokrasi.hal.138 Vol.3 Tahun 2012
Djojohadikusumo, Sumitro. 1991. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

(DIGITAL // BOOKS) TAHUN AJARAN ATA// TINGKAT 1 UNIVERSITAS GUNADARMA




http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1344352/tiga-strategi-pembangunan-ekonomi           http://www.karokab.go.id/i/index.php?option=com_content&view=article&id=136&Itemid=112&lang=en terakhir diunggah pada 16 April 2013 Pkl 10.25
http://azmuharam.blogspot.com/2010/11/ekonomi-politik-pembangunan-i-demokrasi.html terakhir diunggah pada 6 April 2013 pkl 09.45 wib.

http://mollo-mutis.blogspot.com/2012/11/pengertian-pembangunan-politik.html terakhir diunggah pada 16 April 2013 Pkl.09.27 wib


[1] Harry Azhar Azis,dalam GAGASAN :Refleksi Kepemimpinan dan Demokrasi.hal.138 Vol.3 Tahun 2012
[2] http://mollo-mutis.blogspot.com/2012/11/pengertian-pembangunan-politik.html terakhir diunggah pada 16 April 2013 Pkl.09.27 wib
[3] Ibid.
[4] http://azmuharam.blogspot.com/2010/11/ekonomi-politik-pembangunan-i-demokrasi.html terakhir diunggah pada 6 April 2013 pkl 09.45 wib.
[5] Djojohadikusumo, Sumitro. 1991. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
[7] (DIGITAL // BOOKS) TAHUN AJARAN ATA// TINGKAT 1 UNIVERSITAS GUNADARMA
[8] http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1344352/tiga-strategi-pembangunan-ekonomi           http://www.karokab.go.id/i/index.php?option=com_content&view=article&id=136&Itemid=112&lang=en terakhir diunggah pada 16 April 2013 Pkl 10.25
Rumusan pembangunan politik

  1. Pembangunan politik sebagai prasyarat politik pembina pembangunan ekonomi.
  2. Pembangunan politik sebagai kehidupan masyarakat industri/modern.
  3. Pembangunan politik sebagai modernisasi politik
  4. Pembangunan politik sebagai operasi negara kebangsaan.
  5. Pembangunan politik sebagai pembangunan administrasi dan hukum.
  6. Pembangunan politik sebagai mobilisasi massa dan partisipasi politik.
  7. Pembangunan politik sebagai pembinaan demokrasi.
  8. Pembangunan politik sebagai stabilitas dan perubahan tatib
  9. Pembangunan politik sebagai mobilisasi dan kekuasaan.
  10. Pembangunan politik sebagai satu segi dari proses perubahan sosial yang multi dimensional.

Hakikat pembangunan politik adalah harus adanya perubahan yang tidak meninggalkan sejarah bangsa, kebudayaan, agama, adat istiadatnya dan bahasa.
Ciri-ciri masyarakat tradisional

  1. Pola hidup atas dasar kedudukan (pangkat)
  2. Pengelompokan dalam masyarakat stabil dan mobilitas warganya terbatas.
  3. Kelompok kerja dalam masyarakat sangat sederhana dan sifatnya stabil.
  4. Stratifikasi penghambatan berpengaruh memudar.

Ciri-ciri masyarakat modern

  1. Pola dasar kehidupan atas dasar norma universal, spesifik dan prestasi.
  2. Mobilitas sangat tinggi.
  3. Kelompok dalam masyarakat mantap dan terpisah dari struktur sosial.
  4. Sistem kelas merata atas dasar prestasi.
  5. Mengembangkan himpunan-himpunan fungsional yang tidak berdasarkan kedudukan.

Beberapa proses untuk menuju mordenisasi.

  1. Proses revolusioner.
  2. Proses yang rumit
  3. Proses sistematis.
  4. Proses global
  5. Proses jangka panjang
  6. Proses bertahap
  7. Proses penyamaan
  8. Proses bergerak kedepan
  9. Proses yang progrefis (keinginan ingin maju)

Tantangan terhadap pembangunan politik

  1. Pertumbuhan penduduk | penduduk bertambah maka akan memberatkan anggaran APBN/APBD
  2. Perubahan sosial ekonomi
  3. Budaya politik/struktur politik

Manfaat membandingkan sistem politik dalam pembangunan politik

  1. Mengetahui persamaan dan perbedaan dalam sistem politik itu sendiri.
  2. Mengenal dan memahami sistem politik itu sendiri.
  3. Mendapatkan studi penunjang.
  4. Memudahkan penelitian dan pengajaran multi disipliner.

Ciri-ciri masyarakat politik modern

  1. Organisasi pemerintahan yang beraneka ragam dan sistem fungsional yang spesifik
  2. Kadar integritas yang tinggi dalam struktur pemerintahan.
  3. Besarnya peranan prosedur-prosedur yang rasional dan sekuler/nyata dalam proses pengambilan keputusan politik.
  4. Deras/luas serta tingginya efektifitas keputusan-keputusan politik dan administrasinya.
  5. Meluas serta efektifnya rasa indentifikasi rakyat terhadap sejarah tanah air dan kepribadian nasional negaranya.
  6. Merata luas dan partisipasi mendalam pada sistem politik sekalipun tidak harus ada minat pada segi-segi pengambilan keputusan pada sistem tersebut.
  7. Alokasi peranan-peranan politik yang didasarkan pada prestasi daripada didasarkan pada kedudukan sosial.
  8. Pelaksanaan ketentuan-ketentuan yuruidis dan peraturan-peraturan umum yang didasarkan pada sistem hukum yang sekuler dan impersonal.

Kriteria penilaian didalam pembangunan politik.

  1. Penyaluran tuntutan yaitu penyaluran aspirasi masyarakat yang resmi
  2. Pemeliharaan kontinuitas nilai
  3. Kapabilitas (kemampuan manusia atau kelembagaan)
  4. Integrasi vertikal dan horizontal. (pemerintah dan partai politik)
  5. Gaya politik dan kepemimpinan.
  6. Perimbangan partisipasi politik dengan kelembagaan.
  7. Pola pembangunan aparatur negara.
  8. Tingkat stabilitas (ekonomi, hankam)

Bagaimana proses pembangunan politik yang harus dilakukan dalam suatu negara atau pemerintahan.

  1. Pendidikan politik yaitu dengan tujuan membentuk kualitas pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi dan konstitusi/UUD serta penerapannya dalam pembanguan nasional.
  2. Budaya politik yaitu dengan membina disiplin nasional yang dimulai dari lingkungan keluarga, kerja dan lingkungan sosial sebagai tindak lanjutnya diarahkan pada mekanisme politik yang demokratis.
  3. Transformasi kehidupan politik, yaitu manusia sebagai sumber daya, struktur masyarakat, lembaga-lembaga politik, mekanisme pengambilan keputusan dan adanya pengaruh eksternal.

Dalam pembanguan politik digunakan beberapa metode.

  1. Penyuluhan dan penerangan.
  2. Pembangunan dan latihan.
  3. Penelitian dan pengembangan.
  4. Melaksanakan komunikasi dalam rangka sosialisasi dan internalisasi.
  5. Membina keteladanan.

Lima (5) pendekatan yang digunakan dalam proses pembangunan politik

  1. Persuasif (pendekatan bujukan/rayuan).
  2. Pendekatan stimulatif (rangsangan)
  3. Pendekatan sugestif (mempengaruhi)
  4. Pendekatan edukatif lewat pendidikan.
  5. Instruktif/lewat perintah.

Pendekatan proses sosial dalam pembangunan politik Menurut Juwono Sudarsono (1985)
Pendekatan proses sosial dalam pembanguan politik bukan dimulai dari konsep-konsep sosial, sistem sosial, sistem politik, melainkan dengan fokus pada proses-proses sosial seperti industrialisasi, urbanisasi, komersialisasi perluasan pendidikan, mobilisasi kerjaa yang dianggap sebagai bagian dari modernisasi dan pengaruh kuat pembanguan politik fokus perhatiannya adalah pada proses bukan pada sistem.
Empat (4) tipe perubahan sosial dalam pembangunan politik menurut Arbi Sanif (1985)

  1. Perubahan abadi adanya ide baru dan kesadaran perkembangan perubahan berasal dari dalam masyarakat yang bersangkutan.
  2. Perubahan karena pengaruh yang terseleksi dimana ide baru berasal dari masyarakat tetapi kesadaran akan perubahan tumbuh dari masyarakat itu sendiri.
  3. Perubahan abadi melalui motivasi dimana ide baru berasal dari masyarakat itu sendiri sedangkan kesadaran akan perkembangan perubahan/berubah dirangsang oleh kekuatan/agent dari luar.
  4. Perubahan karena pengaruh yang terarah sebab ide baru berasal dari luar masyarakat dan kesadaran akan kebutuhan diarahkan oleh kalangan luar masyarakat.

Monday, April 15, 2013

post malaria ahaha

post malaria ini pengnnya makan jambu biji,tadi ke arengka,virantika namanya,tempat jual jambu biji sepanjang  jalan.habis tu,napsu makan naik lagi.coba abayangin,selama sakit ,apapun yang disorong ke mulut tak ada mau ketelant,bawaannya mual,kembung ,nyiksa banget.Nah kalau sekarang ,nafsu makan lagi naik naiknya,bawaannya makan dan pengen minum terus,plus konsumsi buah pun meningkat,pokoknya tiap hari itu sekarang kudu makan buah ,sekurang-kurangnya minum jus.cie cie

Wednesday, April 10, 2013

sudah lama tak nulis,hari ,entah kapan lagi,sejak pulang kampung kamis sore kemarin,jumatnya seperti biasa,namun,jumat sore tubuh lemah,mengigau,ayah bilang aku mau bunuh orang,aneh..malamnya kedinginan,padahal,suhu tubuh panas sekali,hingga di cek,aku gejala malaria,dan anemia disebabkan plasmodium yang memangsa sel darah merah,beberapa uts diundur,hari ini baru pulih

Thursday, March 14, 2013

konfercab VS LK VS Kongres

konfercab sudah berjalan hampir satu minggu,pmbahasan sangat rumit,cuma di perumit sebenar oleh orang orang kurang cerdas dan kurang profesional,bahasa lain dari orang tolol dan kampungan.yang jadikan persidangan sebagai ajang main main.untuk ini sangat disesalkan.belum lagi intrik isu dan black kampain yang jelas jelas itu tidak menunjukkan islam sesungguhnya sangat disesalkan.Tapi tak apa,itu artinya kita dipndang,dan selaa masih memegang prinsip kebaikan an kebenaran dan kedepankan kalitas,kita masih akan laku dan marah sera wibawa yang tinggi.Fisip jelas mendkung bang Ari nugraha,namun tetap bang Pebri siswandi diharapkan memback-up penuh.Sempat ada dinamika yang asik.

Selain itu,LK Fisip harus lanjut,panitia dan BPL Alhamdulillah istikomah,Dan mementingkan perkaderan LK 1 daripada Kongres di PB Jakarta atau konfercab aneh di PKU.

Aku gak bisa ngajar les di Delima atau di Kuilang,karna perhatia Fokus untuk LK HmI dan sebagai peserta penuh di konfercab yang mana Fisip masih merupakan komisariat yang dapat suara penuh 3 (1 dari tiga komisariat yang dapat jatah 3 suara penuh,satu peninjau).Dan Fisip juga adalah komisariat terbesar se-Cabang PKU .karena database kami yang jumlahnya 140-an anggota biasa termasuk komisariat binaan di UPP yang mana Fisip lah yang membuka LK disana,jamn bg Ucup dan Suib dulu.yAKUSA

dUA tulisan keluar di Bahasana Mahasiswa ,edisi akhir tahun 2012.judulnya au tulis motivasi baca tulis diskusi di kalangan mahasiswa

Wednesday, February 6, 2013

oke,akhir akhir ini jarang posting di blog,karena sibuk,yap sibuk,belum professional,yap karena sibuk,tapi tidak untuk menulis,aku nulis tetap,jadi penulis di kompasiana.banyak yang respon juga dari sekitar,ada ide masukin tulisan ke koran koran (red.media cetak),tapi malas,aku paling malas di tolak,hahahaha

beberapa hari ini diserang demam berat,cold ,cough dan sebagainya,Panam berganti musim,kadang panas,kadang dingin.bikinsumpek dan tidak membosankan ,karena beberapa hari yang lelwat ,aku beli film Drees,polisi mirip robot ala Amerika tahun 2033 dan juga film Life of Pii yang keren,kisahkan soal Harimau dan manusia,cool abis

selain itu ,aktivitas libur ini benar benar diperbanyak oleh kesibukan seperti nulis,bacabaca buku di kos,oh ya soal buku,aku klasifikasikan buku buku dari beberapa jenis karangan sastra,ada juga tumpukan buku politik,materi kuliah,dan buku buku agama,agak sekuler soal buku,jadi dipisah pisah letaknya supaya aku lebih consentrate bacanya.

Aku nikmati juga beberapa karya Pramoedya,soal belanja buku,akhir akhir ini kurang,but later pas mulai masuk kuliah akan ditambahi lagi

selin baca,aku juga gabung aksi aksi yang dibuat bem unri,yap,disini yang sering demo malahan Bemnya,tapi cool lah,selain dari bem sendiri,ada juga aksi dari SAMAR,semacam gabungan himpunan mahasiswa,begitulah kira kira

aku punya masalah dengan kata independensi ,tapi sekarang aku lebih fokus bagaimana komisariat ini bakal cool,bermakna,itu  aja,kalau toh ada yang sibuk politik praktis ,lakum dinukum waliyadin aja,yang jelas ,smoga Tuhan tetap selaraskan nucapan lisan ,hati dan perbuatan kita ,AMiin
Oh ,ya selain yang di atas,juga lagi sibuk ngajar les privat,masih bahasa inggris,setelah masuk nanti,aku bakal bikin les/kursus bahasa inggris di komisariat,rencananya bukan cuma bahasa inggris,tapi juga Arab,pematerinya senior di HmI,atau bahkan bisa berlanjut ke Bahasa jerman dan Jepang,this is in my brain

Friday, January 25, 2013

Today? kita mulai dengan solat subuh di Fkip,last night is one of my best night ever,the are one demonstration today.jam 9 uts Perbandingan sistem politik dengan bg Adlin,It will be the new adventura OMG,so tired by i'm happy as far

Wednesday, January 23, 2013

Tadi barusan upload satu puisi di kompasiana.Trus kekampus,ketemu febrijon yang mau kembangin Lapmi Cab.Pku yang udah lama Vakum habis habisan gak jelas.kerjasama bareng BPL ,yang keren dengan beberapa gebrakannya.Itu aja

Planingnya sama,malam jumat malam sabtu aku privat di Jl.Delima,katanya Ega udah pulang.JJ dan rendi ternyata masih di PKU.Untuk Planing ke Muaralembu,ketemu family udah ada,maybe next Week-deh,apalagi si Iqbal miss his eldest Brother.

Memang music Muse.seperti Plug in baby,Muscle musseum,Madness,Survival,Endlessly masih Inspire banget.

Monday, January 21, 2013

Libur ini gak pulang,kemarin pertemuan komisariat cuma ada dua orang,aku sama putra,si rio udah nyerahin surat,yang diminta,ada surat tugas buat M Haris Rafiky yang dapat surat tugas dari hmi fisip buat sosialisasi dan motivasi di kampungnya di kepri.selanjutnya,aku dapat job english private anaknya om Nal,di jalan delima,ku bilang sama oom kalau aku aga sibuk,dia ngerti jadi aku kerumah dia dan disana ada Ega,yang sedang kuliah di Fkip biologi '11 ,ada jeli,yang sibuk nyiapin diri untuk kuliah kedokteran,dia tes di UI,ITB ,Unand and UNri,ada juga rendi yangmau UN SMP,Jeli juga mau UN SMP,pertemuan pertama Conversation,mereka sepakat les malam sabtu dan malam minggu,wew..that's no problem dimulai ba'da magrib,istirahat sebentar solat isya',lanjutkan sampai jam 9..

Aku bagi 1 jam khusus untuk Grammar,dan satu jam lagi khusu untuk praktek,jeje minta ajarin debat bahasa inggris,antusias sekali,wajar jadi murid teladan di sekolahnya,sedang ega,fokus di conversation,dan randi,minta di motivasi dulu,lalu menumbuhkan Confort nya di bahasa Inggris

Tadi hadiri Pembukaan R.A.K di hmi komisariat Super,sama tumkoh,karena memang kami yang bisa hadir,ada dini ,dan kabarnya adek adek disana sangar,ngusir Ktum cab,dan jendral jendralnya .agak ngeri,tapi memang,aku agak ngeri yang jelas,tapi itu kesepakatan forum,How Poor You are,jadi kalau jadi ketua besok harus disiplin,ini catatan penting,tapi ketika aku tanya sama adek adek disana,yang juga beberapa dekat dgnku,mereka bilang mereka capek bikin rak jam 9,kok malah tlat,itu pun dia (tumcab) gak mau jelasin alasannya,ya mereka usir,wah kacau

Tuesday, January 8, 2013

RESUME BUKU “PERBANDINGAN SISTEM POLITIK” (Dr. Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews)


\
RESUME BUKU “PERBANDINGAN SISTEM POLITIK”
(Dr. Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews)

Sebelum membahas lebih mendalam mengenai bab perbandingan politik, sebelumnya akan saya jelaskan mengenai sistem politik. Dimana di dalam sistem politik terdapat suatu studi politik, kita diharuskan dapat memahami bagaimana keputusan-keputusan yang otoritatif atau sah dibuat dan dilaksanakan dalam suatu masyarakat. Dapat diketahui bahwa masyarakat memiliki banyak pendapat dan aspirasi yang didalamnya mengandung sebuah unsur atau nilai kehidupan untuk menjalankan suatu harapan yang dicita-citakan atau diimpikan oleh masyarakat tersebut. Dalam memahami studi politik tersebut, kita dapat melakukan berbagai cara, seperti melakukan penyelidikan terhadap berfungsinya lembaga-lembaga politik dan selain itu juga kita dapat meneliti akibat-akibat yang timbul akibat adanya praktek-prektek politik ditempat terjadinya praktek-praktek ini.
            Dari hasil penyelidikan tersebut terkandung bahwa beberapa bagian dari arena politik tersebut diketahui bahwa tidak bisa berdiri sendiri, akan tetapi terdapat sebuah keterkaitan satu sama lain atau dapat dikatakan bahwa berfungsinya satu bagian tidak akan dapat dipahami sepenuhnya tanpa memperhatikan cara berfungsinya keseluruhan bagian-bagian itu sendiri. Dari hasil keterkaitan tersebut maka akan muncul sebuah pengaruh didalam cara  pembuatan  dan pelaksanaan suatu keputusan-keputusan otoritatif yang ada di dalam sebuah masyarakat. Dalam membahas kehidupan politik sebagai sebuah sistem, maka kita juga mengetahui bahwa akan timbul beberapa konsekuensi yang berguna sebagai bahan untuk menganalisa bekerjanya sebuah sistem. Dalam menganalisa sebuah sistem politik, kita dapat mengetahui bahwa ide utama dari sebuah sistem adalah dimana kita dapat memisahkan antara kehidupan politik dengan kehidupan sosial. Untuk selanjutnya, melihat dari sistem politik tersebut dapat diketahui bahwa sistem tingkah laku politik dapat digunakan untuk mengetahui atau melihat bahwa yang menjamin terus bekerjanya sebuah sistem adalah berbagai macam input. Dari berbagai input tersebut diubah menjadi beberapa proses-proses dan dengan demikian akan menghasilkan berbagai output-output yang dapat berpengaruh terhadap sistem itu sendiri maupun terhadap lingkungan sekitar dimana sistem itu berada.
            Dalam sebuah sistem, sistem politik juga mempunyai berbagai ciri-ciri utama yang dapat dijelaskan, antara lain:
1.)    Ciri-ciri Identifikasi: adalah sebuah cara untuk membedakan antara suatu sistem politik dengan suatu sistem sosial lainnya. Dimana dalam ciri-ciri identifikasi terdapat Unit-unit Sistem politik dan perbatasan. Unit-unit sistem politik adalah unsur-unsur yang membedakan suatu sistem. Dalam hal ini, unit-unit tersebut berwujud sebagai tindakan-tindakan politik. Dalam sistem politik ini juga terdapat perbatasan dimana hal ini berfungsi sebagai batasan suatu sistem politik dengan lingkungannya.
2.)    Input dan Output: di dalam sebuah sistem politik memiliki suatu konsekuensi-konsekuensi dari unsur di dalam sistem politik dimana menghasilkan sebuah keputusan-keputusan otoritatif hal inilah yang dinamakan input, dan dari konsekuensi-konsekuensi menimbulkan sebuah pengaruh terhadap masyarakat atau dilingkungan sekitar sistem politik itu berada dan hal ini disebut output.
3.)    Diferensiasi Dalam Suatu Sistem: Dalam suatu lingkungan adalah tempat dimana sebuah sistem dapat melakukan pekerjaannya. Dari hal tersebut menghasilkan sebuah output yang berbeda dengan input yang diperoleh dari lingkungan, hal ini dapat kita gunakan sebagai sebuah hipotesa guna mengetahui bila suatu sistem politik menjalankan pekerjaan yang bermacam-macam namun dalam waktu yang terbatas.
4.)    Integrasi dalam suatu sistem: Didalam sebuah sistem harus terdapat atau memiliki mekanisme yang dapat mengintegrasi atau memaksa anggota-anggotanya untuk bekerjasama walaupun dalam kadar minimal sehingga mereka dapat membuat keputusan-keputusan yang otoritatif.
Di dalam sebuah input yang terdapat di dalam sistem politik dibedakan menjadi dua, yaitu melalui tuntutan dan melalui dukungan. Tuntutan muncul sebagai adanya berbagai kehidupan politik masyarakat yang langka serta adanya keinginan masyarakat yang harus dipenuhi baik keinginan kekayaan, keinginan kekuasaan, dan lain-lain. Apabila tuntutan-tuntutan tersebut dapat dipenuhi, maka akan menjadi sebuah input di dalam sistem politik tersebut. Selanjutnya adalah melalui dukungan, dimana dukungan menjadi mitra terhadap tuntutan. Apabila adanya sebuah tuntutan, maka dukungan juga harus diperlukan karena apabila tidak terdapat dukungan maka tuntutan tidak bisa dipenuhi dan konflik mengenai tujuan tidak akan terselesaikan. Di dalam suatu dukungan terdapat tingkah laku dimana tingkah laku terbagi menjadi dua. Tingkah laku tersebut mungkin berujud tindakan-tindakan yang mendorong pencapaian tujuan, kepentingan, dan tindakan orang lain. Dan sebaliknya, tingkah laku mungkin tidak berujud tindakan yang nampak nyata dari luar, tetapi merupakan bentuk-bentuk tingkah laku “batiniah” yang bisa disebut pandangan atau suasana pikiran.
Di dalam sebuah sistem politik juga terdapat wilayah dukungan, dimana hal tersebut mengarah pada tiga sasaran, yaitu komunitas, rejim, dan pemerintah. Yang pertama adalah komunitas politik dimana komunitas merupakan syarat dari kelangsungan hidup didalam sistem politik. Dalam hal ini, dukungan suatu kelompok yang berusaha menyelesaikan perbedaan-perbedaan atau mendorong pembuatan keputusan-keputusan melalui tindakan-tindakan bersama secara damai. Yang kedua adalah rejim, didalam rejim terdiri dari semua pengaturan yang mengatur cara menangani tuntutan yang dimasukkan ke dalam sistem tersebut dan cara melaksanakan keputusan atau dalam hal ini bisa disebut juga sebagai aturan permainan. Selanjutnya, yang ketiga adalah pemerintah. Dalam hal ini selain sistem politik mempunyai kemampuan dalam menangani tuntutan-tuntutan yang saling bertentangan, anggota-anggota di dalam sistem tersebut juga harus bersedia mendukung suatu pemerintahan yang melaksanakan tugas-tugas konkrit menyelesaikan konflik-konflik tersebut. Selain itu juga, suatu sistem tidak harus memenuhi semua tuntutan dari anggota-anggotanya selama sistem tersebut memiliki sumber atau cadangan dukungan yang cukup untuk bertahun-tahun.
Dalam menjalankan sebuah sistem politik tentu mengenal adanya suatu proses politisasi. Proses politisasi merupakan sebuah cara-cara dimana masyarakat mempelajari sebuah pola-pola politik. Dari proses politisasi ini dimana seorang individu belajar untuk memainkan berbagai peranan politiknya, dan dalam proses itu terlibat juga penyerapan atau peniruan sikap-sikap politik yang tepat. Mekanisme yang dipakai selama seorang individu tersebut belajar adalah yang pertama, proses belajar ataupun proses sosialisasi individu tidak akan berhenti, dimulai semenjak kanak-kanak dan berdasarkan pengetahuan kita tentang pendidikan. Yang kedua, proses politisasi pada tingkatannya yang paling umum melibatkan suatu jaringan ganjaran dan hukuman yang cukup rumit. Selanjutnya, yang ketiga adalah di semua masyarakat semua sarana-sarana yang dipergunakan untuk mengkomunikasikan tujuan-tujuan dan norma-norma kepada pihak lain cenderung bersifat berulang-ulang. Dengan demikian, politisasi secara efektif bisa membentuk jalan dengan mana ukuran legitimasi diciptakan dan dialihkan kepada generasi lain dalam suatu sistem politik. Dalam hal ini juga dapat dijelaskan bahwa bila suatu sistem politik ingin dapat tetap bertahan dalam menghadapi gelombang goncangan-goncangan yang akan terjadi bila output-output yang dihasilkannya lebih banyak bersifat merugikan bagi anggotanya, maka sistem itu harus mampu menciptakan dukungan yang didasarkan pada pengakuan akan legitimasi dari pemerintah dan rejimnya, karena dari dukungan-dukungan tersebut dapat menciptakan cadangan-cadangan yang memadai.
Selanjutnya adalah studi perbandingan sistem politik, dimana dalam mempelajari hal tersebut telah berlangsung selama berabad-abad. Dalam hal ini sebagai contoh adalah membandingkan antara negara dengan negara, monarki dengan demokrasi, pemerintahan konstitusional dengan tirani, dan sebagainya. Aristoteles dalamstudi kasusnya yang bernama Politea, membandingkan ekonomi dengan struktur sosial dari berbagai negara-kota di Yunani dalam mempengaruhi lembaga dan organisasi politik dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh rejim-rejimnya. Dalam membandingkan lembaga-lembaga dengan proses-proses tadi biasanya dilalui tiga tahap, antara lain tahap pertama adalah hanya merupakan kegiatan diskriptif. Tahap yang kedua yaitu memilah-milahkan penemuannya dengan mengklasifikasikan fenomena yang ditemukan tersebut atau mengkelompokkan berdasarkan tipe-tipe. Dan selanjutnya tahap ketiga, adalah dalam hal ini ahli politik berusaha mencari kesenjangan-kesenjangan dalam hubungan antara variabel-variabel yang menyebabkan timbulnya kekacauan politik. Dalam melakukan berbagai kegiatan dalam sistem politik, mempunyai lembaga-lembaga atau struktur-struktur yang menjalankan kegiatan-kegiatan atau fungsi-fungsi tertentu dan tentu selanjutnya kemungkinan sistem politik tersebut untuk merumuskan dan melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan. Dalam sistem politik terdapat kesatuan dan keutuhan yang terdiri dari sistem, struktur, dan fungsi. Sistem dapat diartikan sebagai suatu konsep ekologis yang menujukkan adanya suatu organisasi yang berinteraksi dengan suatu lingkungan, yang mempengaruhinya ataupun dipengaruhinya. Konsep-konsep sistem, struktur, dan fungsi pada dasarnya merupakan sebuah bagian dari proses yang sama. Dari ketiga konsep tersebut sangatlah penting, dikarenakan hal tersebut sebagai acuan untuk memahami bagaimana politik dipengaruhi oleh lingkungan alam dan lingkungan manusia, dan bagaimana politik mempengaruhi kedua lingkungan tersebut.
Sosialisasi politik adalah bagian dari proses sosialisasi yang khusus membentuk nilai-nilai politik, yang menunjukkan bagaimana seharusnya masing-masing anggota masyarakat berpartisipasi dalam sistem politiknya. Jadi dapat dikatakan bahwa sosialisasi politik disini menunjuk pada proses-proses pembentukan sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku. Dalam proses sosialisasi politik ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu yang pertama, sosialisasi itu berjalan terus menerus selama hidup seseorang. Dalam hal ini sikap-sikap tersebut terbentuk semenjak kanak-kanak, dan bagi anggota-anggota masyarakat yang lebih tua, pengalaman-pengalamannya dapat menimbulkan resosialisasi, yaitu perubahan drastis sikap-sikap mereka terhadap lembaga-lembaga politik yang ada. Dan dari hal tersebut anggota yang lebih fleksibel terhadap sistem politiknya adalah golongan yang berusia muda. Sedangkan yang kedua, sosialisasi politik dapat berujud transmisi dan pengajaran yang langsung maupun tidak langsung. Sosialisasi bersifat langsung dalam hal ini terjadi apabila kita melibatkan komunikasi informal, nilai-nilai, atau perasaan-perasaan mengenai politik secara eksplisit. Sedangkan sosialisasi bersifat tidak langsung, ini berlangsung kuat pada masa kanak-kanak.
Sarana dalam sosisalisasi dapat dilakukan oleh bermacam-macam lembaga, seperti keluarga, sekolah, kelompok pergaulan, pekerjaan, serta kontak-kontak politik langsung. Dalam beberapa sarana sosialisasi politik tersebut, keluarga merupakan struktur sosial pertama yang dialami oleh seorang individu dan bersifat lebih kekal dan kuat. Sarana-sarana, pengalaman-pengalaman, dan pengaruh-pengaruh tersebut menimbulkan atau menciptakan sebuah identifikasi politik. Indentifikasi politik merupakan suatu kombinasi dari beberapa perasaan dan sikap. Pertama, di dalam sistem politik terdapat sikap-sikap dan keyakinan-keyakinan dasar seperti nasionalisme, identifikasi etnik atau kelas, keterikatan ideologis, dan sebagainya. Kedua, kurang terdapat komitmen emosional terhadap, dan pengetahuan tentang, lembaga-lembaga pemerintahan dan politik. Ketiga, lebih banyak terdapat pandangan-pandangan yang cepat berubah tentang peristiwa-peristiwa, kebijaksanaan politik, issue-issue politik, dan tokoh-tokoh politik yang sedang terkenal. Orang-orang yang meibatkan diri dalamkegiatan politik minimal hanya memberikan suara (voting), dan memperoleh banyak informasi tentang kehidupan politik kita sebut sebagai berbudaya politik partisipan.
Menurut Myton Weiner terdapat lima hal yang dapat menimbulkan gerakan ke arah partisipasi lebih luas dalam proses politik, antara lain:
1.)    Modernisasi
2.)    Perubahan-perubahan Struktur Kelas Sosial
3.)    Pengaruh Kaum Intelektual dan Komunikasi Massa Modern
4.)    Konflik di antara Kelompok-Kelompok Pemimpin Politik
5.)    Keterlibatan Pemerintah yang meluas dalam Urusan sosial, ekonmi, dan kebudayaan.
Dalam partisipasi politik, terdapat bentuk-bentuk partisipasi yang dibagi menjadi dua, yaitu bentuk Konvensional dan bentuk Non-konvensional. Dalam bentuk konvensional terdiri dari pemberian suara (voting), diskusi politik, kegiatan kampanye, membentuk dan bergabung dengan kelompok kepentingan, komunikasi individual dengan pejabat politik administratif. Bentuk konvensional pada umumnya adalah bentuk partisipasi politik yang normal. Sedangkan bentuk non-konvensional terdiri dari, pengajuan petisi, berdemonstrasi, konfrontasi, mogok, tindak kekerasan politik terhadap harta-benda, tindakan kekerasan politik terhadap manusia, dan perang gerilya atau revolusi. Selanjutnya adalah mengenai kelompok kepentingan, dimana kelompok kepentingan mempunyai kedudukan posisi penting dimana kelompok kepentingan adalah sebagai sarana untuk menyampaikan atau memperkuat penyampaian tuntutan-tuntutan kepentingan anggota masyarakat terhadap sistem politik. Dalam hal ini, Almond menjelaskan ada beberapa jenis kelompok kepentingan, yaitu anomik, non-asosiasional, asosiasional, dan institusional. Makna dari perbedaan sistem kepartaian adalah ciri utama dari partai politik yang membedakan dengan kelompok kepeningan adalah dimana tujuannya mengarah pada suatu jabatan publik.
            Dalam teori yang disampaikan oleh Prof. D. Putnam bahwa dia membagi masyarakat menjadi enam lapisan, yaitu kelompok pembuat keputusan, kaum berpenggaruh, aktivis, publik peminat politik, kaum pemilih, dan kaum non-partisipan. Dari hal tersebut Putnam menyatakan bahwa pada dasarnya bahwa adanya stratifikasi politik seperti halnya dalam stratifikasi sosial. selanjutnya, Putnam menunjukkan adanya tiga cara untuk mengetahui yang berpengaruh besar atau berkuasa dalam suatu masyarakat politik, yaitu dengan menggunakan analisa posisi, analisa reputasi, dan analisa keputusan. Sedangkan menurut Mas’oed menyatakan bahwa titik pusat perhatian analisis sistem politik adalah proses bagaimana input diubah menjadi output, atau proses konversi. Namun dalam hal ini kenyataannya birokrasi bukan hanya menjalankan sebuah kebijaksanaan yang dibuat di tempat lain, akan tetapi lebih sering birokrasi menjalankan kebijaksanaan yang sebagian besar dibuatnya sendiri.
            Hal lain disampaikan oleh David Easton, dimana dia mengembangkan analisa tenteng sistem poitik, yaitu analisa sistem. Dalam analisa sistem tersebut dipandang bahwa sistem politik mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh lingkungannya. Dan dari hal tersebut sistem politik dan lingkungannya dihubungkan dengan hubungan input-output dikarenakan sistem politik tersebut dipandang sebagai sebuah konversi atau perubahan, yaitu merubah input menjadi output. Dalam hal ini terdapat dua jenis input, yaitu berupa tuntutan dan dukungan. Selanjutnya adalah analisis struktural-fungsional yang dikembangkan oleh Almond. Menurut Almond, sebuah sistem politik bersifat komprehensif, saling tergantung, dan memiliki perbatasan. Dalam hal ini, Almond mengusulkan bahwa dalam setiap masyarakat pasti ada fungsi-fungsi yang harus dijalankan demi kelangsungan hidup masyarakat itu. Dan apabila tanpa fungsi-fungsi tersebut, masyarakat tidak akan bisa mempertahankan kelangsungannya.
            Setelah dijelaskan beberapa teori tentang sistem politik beserta perbandingan sistem politik, selanjutnya terdapat sebuah studi kasus dimana membandingkan beberapa sistem politik di berbagai negara. Negara-negara tersebut antara lain:
1.)    Brazil
Brazil merupakan sebuah negara yang terletak di Benua Amerika, tepatnya terletak di wilayah selatan. Dalam segi pemerintahan, Brazil merupakan salah satu negara Dunia Ketiga dimana bahwa pemerintahan militer disana tidak semata-mata hanya memperhatikan masalah kemiliteran saja, tetapi juga memperhatikan masalah pembangunan ekonomi. Dimana Brazil sebagai sebuah negara yang besar, masalah-masalah yang dihadapi Brazil tentu juga besar. Dalam partisipasi politik, mereka yang berperan aktif dan berkuasa memerintah adalah berasal dari kaum militer dan para teknokrat yang mendukungnya. Pada lapisan kedua terdapat para pengelola perusahaan negara. Lapisan dibawahnya adalah para industrialis dan tuan tanah kaya dalam satu lapisan, dan dibawahnya lagi adalah kaum buruh, tani, dan penduduk miskin di kota. Sistem politik sangat diawasi dan dikendalikan secara ketat oleh kaum militer dengan tujuan agar kelompok oposisi tidak mempunyai kesempatan dalam hal meningkatkan kekuatannya.
2.)    Inggris
Dalam gambaran pada abad ke-20, negara-negara di Eropa memiliki sebuah gambaran umum dimana kekerasan serta revolusi adalah suatu hal yang terdapat dalam kehidupan politik di negara-negara besar di Eropa pada waktu itu. Akan tetapi, selama tiga abad yang lalu Inggris merupakan salah satu negara yang telah menyelesaikan perdebatan-perdebatan politik di dalam negara tersebut tanpa menggunakan kekerasan. Konstitusi di Inggris pada permulaan masa industrialisasi merupakan konstitusi campuran. Dimana pada saat itu kekuasaan dibagi menjadi dua, yaitu di antara raja dan parlemen dengan tujuan untuk menghindarkan adanya dominasi oleh salah satu pihak. Pada masa itu jabatan perdana menteri berperan sebagai perantara antara raja dengan parlemen. Hasilnya adalah pemerintahan yang terbatas akan tetapi sangat efektif.
3.)    Uni Sovyet
Di Uni Sovyet menganut sistem politik pertama yang menerapkan model pemerintahan di mana partai politik secara sadar mempergunakan negara atau birokrasi sebagai penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Secara formal, Uni Sovyet diperintah oleh Soviet Tertinggi yang terdiri dari 1.500 utusan atau anggota. Perlemen Soviet Tertinggi memiliki banyak perangkat parlemen, termasuk di dalamnya komite-komite tetap. Pemerintah Uni Sovyet  menjalankan roda perekonomian dan hampir 90% memiliki kegiatan ekonomi tersebut, sisanya dimiliki oleh koperasi-koperasi yang ada di bawah kendali pemerintah.
4.)    China
Sistem politik di China berkembang sejak tahun 1949, dimana peranan partai komunis di China sangatlah besar dan memiliki hubungan sistem politik yang kuat antara mereka yang di puncak dengan yang di akar sistem politik. Dalam perkembangan politik di China, tak lepas dari beberapa revolusi panjang yang terjadi dari tahun 1911 sampai tahun 1949.
5.)    Jepang
Negara Jepang terkenal dengan tingkat perekonomian yang berkembang pesat. Dalam pembanguannya, mungkin saja terlambat dari negara-negara di Eropa, namun hal ini dapat di atasi dengan baik oleh Jepang. Di dalam sistem politik di Jepang diketahui awalnya adalah dengan bentuk kekaisaran, dimana kaisar sebagai sumber kekuasaan politik yang sah. Dalam pemerintahan Jepang dipimpin oleh Perdana Menteri beserta kabinetnya. Perdana Menteri di Jepang dipilih oleh Diet, yaitu merupakan sebuah Dewan Perwakilan Nasional sekaligus sebagai pusat kegiatan politik Jepang.
6.)    Malaysia
Di negara Malaysia mempunyai sistem politik yang relatif stabil serta didukung oleh keberhasilan negara tersebut dalam membangun perekonomian. Dalam pemerintahannya, Malaysia memiliki 11 negara bagian yang dikepalai oleh seorang sultan yang semuanya melalui sebuah pemilu. Masing-masing negara bagian memiliki Majelis Negara Bagian yang dipimpin oleh Menteri Besar dengan dibantu oleh Dewan Eksekutif yang ditunjuk oleh Sultan. Sedangkan di pemerintahan federal yang terletak di Kuala Lumpur, seorang Raja Konstitusional (Yang di Pertuan Agong), dipilih untuk periode lima tahun dalam Majelis Raja-Raja.
Selenjutnya adalah pembahasan mengenai pemilihan umum dan prospek pertumbuhan demokrasi pancasila, dimana disini dijelaskan bahwa sistem politik yang seimbang tercermin dalam sistem politik yang ideal yang disebut sebagai Demokrasi pancasila, tentu sistem ini di anut oleh Indonesia. Dari ini lah muncul sebuah masalah utama dalam pembangunan politik di Indonesia, yaitu bagaimana merubah kebudayaan politik sehingga bisa mengisi kerangka sistem ideal tersebut.. Selain itu juga, disini juga terdapat tiga model pembuatan kebijaksanaan di Indonesia hasil dari pengamatan gaya-gaya pembuatan kebijaksanaan yang mungkin masih harus dibuktikan kebenarannya.

Daftar Pustaka
Mas’oed, Mochtar dan Colin MacAndrews. 1993. Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Monday, December 31, 2012

emas

baru saja pulang dari kampung,tahun baru memng akan biasa saja.dirumah,aku ,ayah,bima,padel,kami lakukan aktivitas biasa saja,pasat,ya pasar,ayam ya ayam,hanya saja,di kuansing,itu bergantung pada musim,yap,3 bulan hujan basahi kampung,efeknya bukan cuma pada petani karet,sawit yang bisa sombong kalo musim panas,tapi agak bingung kalo musim hujan,including my father,ayam ayam akan menurun permintaannya saat musim hujan yang gila

Tapi,we are not alone,because Allah have another way to give us..yap ,kami dulang emas,menyenangkan,melelahkan,rasanya pinggangku sudah putus dari dada,capai sekali,sebab sudah 2 bula tak lakukan aktivitas menguras tenaga ,tapi memuaskan,di tepi sungai yang keruh,ini kegiatan asik asik berhadiah,1 gram lebih emas dalam satu hari,sambil rekreasi berhadiah,smua anggota ngumpul

Bagian yang paling menyenangkan adalah ketika badan lelah,kaum perempuan,ibu ,buatin makan siang,ayam bumbu,wonderful! ditambah lagi si bintang adek bungsu yang mau dua tahun,lasaknya,lucunya bukan main,kepuasan juga ada ketika waktunya membakar emas,memisahkan nya dari kalam,dan menggunakan Hydronium,lalu menjualnya,lalu kami bisa makan roti bakar,benar benar menyenangkan,
Sampai,akhirnya aku posting ini di blog,dan kembali ke kos,kangen ...:D

Thursday, December 27, 2012

Monday, December 17, 2012

Usia sudah 20,review memang wajib dilakukan,bukan usia yang anak anak lagi,matang secara biologis dan psikologi? Soal kedewasaan harus dipahami lagi,soal kontrol emosi dipahami lagi

Soal cita cita ,singkat saja,untuk kali ini aku simpan saja,tapi beberapa yang terdekat jelas bagaimana jalani amanah yang sudah diserahkan ,

selain itu soal job kedepan,gak terlalu musingin,niat sudah jelas,yang jelas besok harus cukup memenuhi kebutuhan diri,dia yang aku cintai,dan juga gimana si bisa bantu 6 saudara laki laki,target mereka harus kuliah semua,yang jelas,skil dibidang bahasa,teknologi,dan how to be a leader harus dimatangkan,link diperluas tapi tetap sehat .


Sunday, December 16, 2012

My birthday

ulang tahun ke 20,tak seperti ultah sebelumnya,yang ratusan kata dikirim lewat SMS dan juga kronologi Fb.Tahun ini gak begitu lagi,pasalnya,karena aku ganti nomor baru,selain itu,di Facebook aku menghilangkan tanggal kelahiran,jadi kawan kawan tidak menyadari kalo aku lagi milad,kecuali seperti bg Pebri,Eni,bg ucup,bg ayi,pandi dan putra.mereka yang ngucapin,bahkan ada konspirasi lewat ancaman bunuh ketika aku lagi di gedung lantai dua pusat kegiatan HmI.

Aku kepancing,jadi nya sibuk mencari si calon pembunuh di simpang pasar pagi,waktu itu kira kira jam 2 malam,eh gak tau nya ancaman kosong.tapi benar konspirasi ngerjain aku gagal,karena aku balik ngancam,hehe..Tapi tak sepenuhnya gagal,karena sempat emosiku meledak lewat hp.

Selanjutnya,aku diajak ke rumbai,dan stadion unri,cuma beberapa yang mengirim vie inboks

dan kronologi
Tapi dari sini bisa diketahui,who is the care for me..:D ahahah

Sunday, December 9, 2012

Up Grading Day 1

Tdi Up grading Hmi fisip,materinya adm dan kesekretariat,dan KOHATI,dn berjalan sukses,meski tadi untuk konsumsi ,ada sedekah dari Heni,tumkoh,ya sebenarnya agak miris,adek adek ini kubelikan kerupuk ,air akua botol yang satu bertiga,dan juga permen satu orang per satu pengurus,dan juga ada sumbangan dari sekum.
Satu sisi,aku ingin tampilkan pada pengurus yang keren2 ini,bahwa untuk buat kegiatan penting,tak harus banyak biaya,itu saja.

Aku benar benar agak diktator,yang gak hadir Up grading hari pertama,akan sudah kukabari dengan sedikit pressure,soal disiplin sejak awal memang harus ditekankan,biar gak lembut lembut  soal ketidak tahu aturan,sebenarnya ini tak salah sama sekali,karena ,memang untuk up-grading bukan main main,materi penting disampaikan disini,pematerinya pun penting penting dan memang kupilih yang menguasai,supaya kawan2 pengurus gak abal abal dalam bekerja 11 bulan kedepan dengan progja yang banyak tampaknya

Selain itu ,waktu up grading kami pilih secara musyawarah di rapat pertemuan komisariat,tanggal 8 emang sebenarnya sudah terlambat,tapi karena menimbang ada kader yang dilibatkan sebagai L.O Munas Kahmi di hotel Labersa,makanya diundur,sehingga Balkis yang baru pulang dari studi banding ke Bandung dan Febrizon yang baru LK 2 memang harus hadir,dan aku tetap salut sama pengurus yang minim kuantitas,tapi Keren soal  militans,dan aku gak bakal biarkan virus para pemalas masuk ke dalam tubuh pngurus yang keren ini,pengurus yang pemalas kita akan ingatkan,yang mulai kabur akan kita rangkul,yang recoki otaknya sama pikiran bebas yang tidak terarah harus segera di ketahui,yang bermasalah kita akan bantu,kita ikut mekanismenya,tapi kalau sudah tidak bisalagi,Reshufle perlu dilakukan,ya dilakukan.Setidaknya ,kita pahami,bahwa Hmi bukan ajang nyuri ilmu,bukan ajang coba coba,bukan tempat belajar,tapi berproses resmi mencapai mission HmI


Friday, December 7, 2012

hei..berhentilah mengharapkanhidup bahagia bersama ku
bila bahagia menurutmu adalah bergelimang sana dan sini
berhentilah mengharapkan indah bersamaku
bila indah menurutmu adalah aku disisi mu sampai kau mati
karena kau tahu ,mati adalah misteri,dan setelah nya juga misteri bagiku
dan aku bergerak menuju misteri

dan  hei
dan tapi

kemarilah dan duduk disampingku
dengarkan kalimatku
berikan aku kesempatan berbuat baik dengan selesaikan masalahmu

dan hehi
dan tapi
kemarilah dan berada disisiku
kita gunakan hari ini dengan sedikit bijak
untuk berhenti menebar benci atas khalayak
tapi tetap bela aturan yang itu adalah konsep manusia

dan hei
sayangilah aku,sebagaimana aku menyayangimu
detik ini
karena bukankah memang sudah ditakdirkan
bahwa mereka yang mengangggap esok pagi adalah mati
punya kacamata sederhana dalam memandang hidup dan manusia lainnya?
dan hei..

Wednesday, December 5, 2012

Tuesday, December 4, 2012

Ketemu Alumni keren HMI

hey,kalau bukan ini aku gak bakal cerita..Aku ketemu langsung sama Anis baswdan,salaman,bahkan dia bubuhkan petuahnya dalam buku harianku,katanya begini "Pilihlah jalan mendaki" Wau kernkan?

Begitu juga dengan Abdullah Hehamahua,yang juga mantan ketum PB HMI sekaligus kini adalah dewan penasehat KPK,bapak ini sudah cukup tua,dia sederhana..

Sempat foto foto bareng Anas Urbaningrum,itu menyenangkan

Tapi Kapan ya? HHOHOHO