Pages

Monday, June 4, 2012

wah


WAH
1.Jelaskan korelasi pemikiran politik dengan filsafat politik .Dimanakah letak fokus perbedaan dan persamaan studi tersebut?
2.Jelaskan perkembangan ideologi di Indonesia antara  tahun 1945-1965.dan mengapa pada masa orde baru ideologi tersebut mengalami kemandekan (stagnant)?
3.Jelaskan pembagian study pemikiran-pemikiran politik dan manakah yang perkembangan  keilmuannya paling pesat dan mengapa dia lebih berkembang daripada yang lain?
4.Jelaskan tokoh atau pemikir politik yang mewakili kelima ideologi yang berkembang di Indonesia disertai penjelasan alasan dan rincian tersebut.

Jawaban:
1. Filsafat politik biasa disebut tradisional dalam pendekatan ilmu politik, berbicara mengenai cita-cita moral dan kebajikan (virtue) sebagai tujuan dalam berpolitik; bagaimana kekuasaan harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bagaimana negara menegakkan keadilan dsb.Sedangkan pemikiran politik ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisanparafilsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual..
Fokus perbedaan antara pemikiran politik dan filsafat politik adalah terletak dari objek materialnya,fislsafat lebih bersifat umum
Sedangkan Fokus pemikiran politik boleh dikatakan lebih pada tatanan  mengatur hal teknis.Bisa saya gambarkan hal hal yang bersifat prinsip.dan bersifat khusus
Persamaannya adalah kedua hal ini merupakan hasil dari daya pikir manusia,meskipun pemikiran politik itu sendiri masih dipengaruhi pengaruh luar

2. Kelima aliran politik (ideologi politik) antara tahun 1945 -1965 itu dapat kami rincikan sebagai berikut

    1. Komunisme mengambil bentuk utama sebagai kekuatan politik dalam Partai Komunis Indonesia.
         Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP (Vereniging van Spoor-en Tramwegpersoneel). Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Muso secara misterius dari Uni Sovyet ke Negara Republik (Saat itu masih beribu kota di Yogyakarta). Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Muso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaannya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N. Aidit. Musso dan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. 
   
  2. Sosialisme Demokrat mengambil inspirasi dari pemikiran barat. Aliran ini muncul dalam Partai Sosialis Indonesia.
Menurut pandangan Sri Edi Swasonon(1990), Sosialisme Indonesia menurut Hatta dicirikan oleh 3 hal :
1.      Sosialisme Indonesia muncul karena dorongan etnis agama yang menghendaki adanya persaudaraan dan tolong menolong antar sesama
2.      Sosialisme Indonesia merupakan ekspresi dari jiwa berontak Bangsa Indonesia yang memperoleh perlakuan yang sangat tidak adil dari penjajahan
3.      Hatta yang kurang menerima pandangan Marxisme, mencari sumber-sumber Sosialisme dalam masyarakat Indonesia sendiri. Hatta menegaskan bahwa dasar-dasar Sosialisme Indonesia terdapat pada masyarakat desa yang kecil, yang bercorak kolektif yang sedikit banyaknya masih bertahan sampai sekarang

3. Islam, yang terbagi menjadi dua varian: kelompok Islam Reformis (dalam bahasa Feith)- atau Modernis dalam istilah yang digunakan secara umum- yang berpusat pada Partai Masyumi, serta kelompok Islam konservatif –atau sering disebut tradisionalis- yang berpusat pada Nadhatul Ulama.
·                        
· 4  Nasionalisme (Webster)
Loyalitas dan kecintaaan kepada suatu bangsa khususnya sebagai suatu rasa kesadaran nasionaluntuk memuliakan suatu bangsa di atas yang lain dan memberikan penekanan utama pada upaya mempromosikan kebudayaandan kepentingan bangsa sebagai sesuatu yangpantas di antara bangsa-bangsa lain atau kelompok-kelompok supranasional
·        

5. Tradisionalisme Jawa, penganut tradisi-tradisi Jawa. Pemunculan aliran ini agak kontroversial karena aliran ini tidak muncul sebagai kekuatan politik formal yang kongkret, melainkan sangat mempengaruhi cara pandang aktor-aktor politik dalam Partai Indonesia Raya (PIR), kelompok-kelompok Teosufis (kebatinan) dan sangat berpengaruh dalam birokrasi pemerintahan (pamong Praja).
       
3.Pembagian studi pemikiran politik ,yaitu
1.Pemikiran politik barat: pemikiran politik ini muncul ketika jaman kehancuran kerajaan yunani romawi.
2.Pemikiran politik Timur. harus dipisahkan sebagai bukan bagian filsafat politik, Hal ini juga bisa dilihat dengan kurang sistematis,kurang rasional dan tidak kritisnya pemikiran politik yang berkembang di timur ini.
3.Pemikiran Politik Islam Ada beberapa Kategorisasi atau tipologisasi: pemikiran politik Islam yang organik tradisional, yang sekuler dan moderat
Tipologi Pemikiran Politik Islamic Organik Tradisional.
 Tipologi Pemikiran Politik Islam Sekuler-Kebalikan dari tipoligi pertama
Tipologi Pemikiran Politik Islam Moderat-Berbeda dengan dua kecenderungan tipologi di atas adalah tipologi ketiga yang moderat.
4.Jelaskan tokoh atau pemikir politik yang mewakili kelima ideologi yang berkembang di Indonesia disertai penjelasan alasan dan rincian tersebut.
a. Komunisme yang dibawa oleh Muso lalu dikembangkan oleh D.N Aidit.
b.Sosialisme Demokrat yang juga mengambil inspirasi dari pemikiran barat.tokohnya adalah Amir Syarifudin dan sutan syahrir,berserta Hatta
c. Islam, yang terbagi menjadi dua varian: kelompok Islam Reformis (dalam bahasa Feith)- atau Modernis dalam istilah yang digunakan secara umum- yang berpusat pada Partai Masyumi, serta kelompok Islam konservatif –atau sering disebut tradisionalis- yang berpusat pada Nadhatul Ulama.Tokohya adalah Karto Suwiryo,dan M Daud Beureuh

No comments:

Post a Comment