Pages

Friday, July 6, 2012

puisi Risalah hati

Ku buka lembaran buku lusuh tempat kucurahkan tinta pena sebagai ganti derai air mata tempat kutorehkan tinta pena sebagai ganti senyum mengulum tempat kugambar tinta sebagai ganti raungan kerinduan Disini Kebebasanku melebihi apapun yang kukira tempat cerita secercah kekaguman akan keindahanmu manifestai keberhasilan sebuah teori penciptaan Dikau yang bermata indah walau hijabmu bertahan menutupi keanggunannya cukup ku kirim sebuah kuntum tulisan yang gambarkan partikel kekaguman cukup bagiku tasbih dan syukur takzimkan sebuah kerinduan Akan dunia yang torehkan sejarah panjang beragam kisah yang melintasi Eufrat dan Tigris hingga tanah Melayu kini tak kupedulikan lagi Ini sebuah risalah hati kerinduan yang muncul dan meraung begitu dalam ketika senyumku tak terperikan berganti dengan derai air mata memang tak sama sebagai ebah cobaan yang terkisah antara Yuzug dan Zulaikha atau bahkan indahnya ketika Adam melihat Hawa tercipta Dalam. Hampa Sayang ku kuukirkan ini dan segalaku sebagian menjadi seluruhku dalam sebuah risalah ku sebuah risalah hati yang aku nisbatkan bukan sebagai sebuah janji Atau bagaikan sebuah masa depan gilang gemilang yang indahnya disambut lembut oleh senyap bintang gemintang ini cuma sebuah risalah hati yang semua manusia pernah rasakan Namun tetap berbeda kisah satu dan lain hal karena ini ini risalah ku risalah hati… Senyap dalam dan hampa

AFC dan Tukang parkir

Bergemalah suasana hingar bingar PIALA AFC di Propinsi Riau.Tak sedikit yang datang,tak sedikit pula banyak yang berbagi kesukariaan.Ku lihat dari pedagang buah buahan,pedagang rokok,minuman,semua seolah bersuka ria kemaren.Namun disudut sudut stadion kulihat juga beberapa tukang parkir,yang mengulum senyum,memandangi motor motor yang parkir,mobil mobil yang keluar masuk,Satpam yang krasak krusuk,dan juga mahasiswa yang tak jarang dilibatkan soal perparkiran (maklum daripada didemo hehe) juga ada mahasiswa dan OKP yang ditugaskan sebagai panitia Disdut ruang kulihat juga sedikit keasingan,banyak yang megang tiket bertumpuk,orang ini disebut CALo,mereka berasal dari kalangan anggota warga yang berhimpun,atau organisasi masyarakat dan kepemudaan,yang ikut menikmati.Namun efeknya juga kurang lebih mirisnya,akibatnya ada juga yang tidak kebagian karcis,memilih menerobos pintu,mencoba “memerawani” stadion yang memang baru saja dipakai pertama kalinya -kecuali oleh para demonstran dari mahasiswa beberapa tempo lalu. Serindit yang menjadi Icon Riau pun menjadi sangat megah,berdiri angkuh menatap layar monitor raksasa,yang tentunya indah sekali ,dipadu pencahayaaan yang pas untuk ukuran stadion ini.Semua bergairah,bersorak sorak,Aku mendengar saja dari luar,karena aku termasuk salah satu yang terlibat sebagai petugas parkir saat itu. Soal Tiket, Tentunya semua ingin hadirnya AFC di Stadion Riau diharapkan meningkatkan pendapatan masyarakat,tentunya sebagai tuan rumah,Riau pun diharapkan emberikan pelayanan maksimal,sedikit komentar mengenai tiket,masih terdapat calo calo,yang jualan tiket diatas harga standar,entah ini sebuah kewajaran,entah bagaimana,mungkin ini kreatif,tapi inilah potret kita tiket parkir untuk tiket parkir,mobil dan motor sama saja,itu distandarkan Rp.5000 ,tertera dikarcis,cuma masih juga ada yang make ajas manfaat,dia jual 10 ribu,cuma memang dasarnya orang terdesak,mau bagaimana lagi?ini juga potret negeri kita,tak jarang sebagai petugas parkir,ada yang komplain,kok mahal sekali? entah,disatu sisi aku bingung,bagaimana bentuk mekanismenya,disisi lain,ada semacam kewajaran,event-nya kan asia?kalau mau protes pada siapa? Soal Pedagang,hari itu,tepatnya mulai jam 9,kulihat ibu-ibu buat lapak di samping parkir,ditepi jalan jalan,sehingga meriah pulalah suasana di sekeliling itu kita kita,cuma azas manfaat juga tinggi,contoh :air kemasan botol yang biasa dijual 2.500 dijualnya hingga 7.000 ,Anehnya,ada semacam perbedaan harga,kalau kita beli pagi,harganya masih normal,semakin malam semakin mahal pulalah ia.Akan tetapi,mungkin inilah lagi potret kita,kadang yang hanya jadi masalah adalah ,kurang ditatanya para pedagang dengan rapi,sehingga terkesan sembraut,tak jarang menghambat jalannya kendaraan yang masuk di empat penjuru stadion tersebut,ini juga potret Jadi beginilah Potret kita,kadang juga tertawa geli mendengar tertawaan kawan kawan soal kekalahan timnas di kwalifikasi hari pertama,cuma yang lebih membuat saya sempat cengir miris,yaitu ketika ketahuan ada juga yang meniru kekurangan pendukung negara malaysia,”kok bisa?:, tanyaku,”Ada yang bawa laser dan lampu senter”,jawab kawanku santai kembali,inilah potret kita :-)

dari Penemuan Partikel Than dan Asmaul Husna

Aku tadi baca artikel di kompas,soal penemuan partikel Tuhan oleh ilmuwan Eropa,Eropa? kok eropa terus? kadang ingin melihat mainstream media meliput menyampaikan prestasi ilmuwan dibidang antariksa,eh seperti back to past time,pas TK dulu ingin jadi pilot,pas kuliah jadinya ke ilmu pemerintahan, Soal partikel Tuhan, dulu pas di SMA pernah aku bertanya "buk,boleh gak nanyain apa at Tuhan itu?" terus bu guru bilang,jangan dicari Zatnya cuma pahami Sifatnya,sehingga kuhapal ke -99 nama Allah tersebut,katanya terdapat Hadits yang mengatakan bila hapal tuh nama bahwa kita terjamin masuk Syurga,coba bayangkn apakah ada lagi bagi seorang aku yang hidup di dunia mungkin masih tergolong sederhana,bahkan kadang kadang kurang ini berharap kelak ingin kan Syurga? ,cuma keterangan lanjutan ,tercatat bahwa ,hal ini bukan hanya dipahami secara tekstuil hadis tersebut,juga harus dipahami konteks tual,Mereka yang hapal Asmaul Husna lalu pahami arti,amknanya pasti akan bisa tercermin dari tingkah lakunyaa.Bagaimana hubungannya pada Yang Mahakuasa maupun terhadap Sesama manusia lainnya Malam ini,kembali aku memikir mikir,kenapa dibatasi ya? Ah,biarlah kawan kawan ilmuan dari Eropa itu mencari cari partikel yangmereka klaim sebagai partikel Tuhan.Terserahlah, Bila itu terjadi,Wah aku gak bisa membayangkan angka Atheisme di Eropa akan segara berubah total,atau bahkan mungkin sebaliknya,Angka kegilaan dari lmuan itu bisa saja terjadi Karena Sepengetahuanku,dahulu Musa pernah ingin melihat Nur Tuhan,karena desakan kaum dari bani Israil,Lalu baru saja diperlihatkan Nur nya,semuanya terpental,bahkan ketika Nabi Muhammad SAW ke Arasy dalam perjalanan isra' Mikraj,yang diperlihatkanpun belum semuanya, Luar biasa,Betapa kecilnya aku ,dan kita semua dihadapkan pertanyaan ini,tak sadarkah kita betapa mikronya kita tentang Trilyunan Misteri yang belum terjangkau oleh Akal, Intinya,semoga dapat mengambil hikmah dan pahami langkah kita kedepan Karena Hidup sangatlah singkat Dan kita bak virus mungil yang berketeteran sibuk menyibuk,bertengkar dan sebagainya Wah

Sebuah wasiat

kalau aku mati kau jangan ikut ikutan mau mati diikuti pun aku tak sudi biarkan semua ketenangan datang menghimbau tanpa tangis ya..tanpa tangis tangis mu pun tak bisa membantuku bukan kah sudah tabiatnya para malaikat itu begini bila dapat perintah untuk menagih janji ya sudah,tanpa pikir,tanpa pertimbangan kerinduan,arti kehilangan,cinta dan hal lain yang cuma kita mengerti sebagai manusia ya sudahlah kita pasti menemuinya Sayangku Betasbihlah atas nama Dzat yang kuasa yang senarai rindu kita pun tak mampu ungkapkan asa Manisku, nikmatilah sebua perjalanan berikutnya walau konsekwensinya kita akan menemukan keabadian atau bahkanlebih buruhknyahanya temukan sebuah kehampaan bermuram durja Lalu biarkan anginmembelai lembut bintang gemintang yang isyaratkan kekuasaan dan keindahan malam bertakzim atas nama kesyunyian siangpun bersorak atas nama gemerlapan Sana dan sinisama saja kaupun akan temukan hal yang sama Kita yang diciptakan,sudah suatu kewajaran untuktemukan kehampaan atau bahkan sebuahkeabadian Didepan sana yang paling kutakutkan adalah Ketika aku bertemu sebuah keabadian aku menemukan sebuah kebahagiaan yang dalam kondisi dankonteks waktu yang berbeda kita yang bertemukeabadian namun serasa diberikan kehampaan dengan bayaran kebahagiaan tanpa kau ,dia dan mereka yng pernah kutemui di tempat yang ktanya fan

Amboi

aku takut memulai karena aku tak kuat untuk menerima kata mengakhir dibalik tirai tirai kekaguman kusimpan bayang bayang suka,kagum dan sayang dan dibawah terang benderangnya cahaya rembulan ku tadah rasa penuh kerinduan lalu sang waktu berkata lain bukan keindahan yang kudapati namun semerbak bau perpisahan yang kujumpai lalu sampai saat ini kuputuskan menutup cangkangku dri dunia hati cuma kusingkap sebagian kecil darinya unuk memandang semua sama saja tiada beda berulang kali hal ini terjadi fenomena fenomena ini terjadi suatu kali masih dibawah sepi sendiri diantara jilatan mentari yang mengelilingi ku cobe untuk keluar daricangkang hati niatku membuatnya terbuka dan bisa menerima kembali akankah hal yang sama kembali menghampiri ah.. kuputuskan kupasrahkan saja waktu yang menjawab ubiarkansaja semua mengalir lembut dari lembayung senja kulepaskan ingin dan pengharapan diri sambil berbisik Tuhan,jikalau dia adalah yang kau takdirkan maka biarkan dia tetap dalam lindungan oh Amboinya