Pages

Friday, September 17, 2010

cerpen-Sebuah Kotak Kecil


Sebuah Kotak Kecil

Lima bulan berlalu,sejak kepergian Tari aku masih sendiri .Aku masih ingat ketika lembaran surat itu ia berikan padaku,Hmm..tapi rasanya ,mengapa aku begitu kesal,ya karena sampai saat ini surat yang ia berikan itu karena , surat itu tepat ia simpan dalam sebuah kotak yang tertutup plus di perkuat dengan gembok kecil yang ia akan berikan tepat 2dua hari lagi Tanggal !( JUni yach..tapi mengapa harus hari itu aku pun tak tau,tapi untuk tutupi rasa penasaran ku aku mencoba menanyakan hal ini kepada Kak Ros ,kakak Tari,tapi nomor yang diberikan itu tidak aktif lagi aku makin penasaran akan hal ini.

19 Juni inikah hari yang kutunggu –tunggu itu? tepat di depan rumah aku melihat seorang petugas pos memberikan sebuah kotak kecil kepadaku ,aku mereka-reka pasti itu adalah kunci dari 2 gembok kecil yang sudah lima bulan terakhir aku tunggu-tung .Setelah ku buka ternyata benar ini kunci dari gembok kecil itu.di dalam kotak itu ternyata berisikan surat –surat yang benar-benar harus ku baca,tapi karena besok ada ulangan harian jadi aku berencana untuk membacanya keesokan harinya.

Well,setelah pulang sekolah kembali aku membuka kotak kecil itu ,dan membaca surat –surat yang ia tinggalkan sebagai kenang-kenangan untukku.Ternyata setelah kubaca ,betapa senengnya hatiku karena Tari juga memiliki perasaan yang sama dengan ku dalam surat ini tertera bahwa ia menyukaiku lebih dari sekedar sahabat,Tapi karena ia tidak ingin malu ,makanya ia berikan dan hanya boleh...tapi mengapa harus menunggu lima BUlan?..keesokan harinya aku bertanya kepada ayah bahwa apakah aku boleh ke kota ,karena esok hari libur,aku ijin sama ayah untuk pergi bersilahturrahmi ke rumah Pak Anas,ayah Tari yang juga sahabat karib ayahku,Wow! ternyata ayah mengijinkanku.

Letih dan lelah pun mengarungi ragaku..tapi setelah sampai di depan sebuah tonggak besi yang bertuliskan “GANG GLIGUR” penat dan letih itu sirna karena itu artinya bentar lagiaku akan sampai dirumah Tari.Setelah beberapa saat aku melihat Pak Anas sedang menyuci motor kucluk kesayangannya.”Pak ,bagaimana kabarnya?”,tanyaku.”Waduh Adi,kabar bapak sehat,kabar kamu dan oortumu bagaimana nak? ia menjawab.”baik Pak “ “silah kan masuk Nak tuh >>”,sambil menaruh tas di atas sebuah sofa putih,warna kesukaan tari aku pun duduk-duduk.tak jelang berapa lama Tari pun keluar,anehnya ia seolah tak mengenal ku ..”heiTari..pa kabar?”,aku bertanya-tanya kok dia gitu yach? .dengan kagetnya tiba-tiba Tari mengejutkanku dan memberikan ku selembar kertas,lalu aku membaca bahwa Tari lulus di sebuah seleksi tari tinggkat nasional,ini impiannya sesuai dengan namanya nama Tari pun menjadi populer..”maaf ya membuat you kaget,I just wanna give asurprise for you”,katanya.Aku masih ingat itu adalah ciri khas tari yang suka berdialog English...lalu ia memberikan sebuah kotak kecil lainnya kali ini yang berwarnapink,”Tar ,what it is?”,tanyaku heran.”Buka dunk!”tari menjawab.”Hmm..keren ne Jamnya,kamu dapet dari mana?”.tanyaku..”Di bagaimana balasan surat yang aku kirimkan 5 bulan lalu?”Hmmm lalu denga PDNYA aku memberikan tari sebuah kotak kecil yang telah terkunci dengan sebuah gembok yang kali ini harus di buka dengan kata sandi.Tari menanyakan hal itu padaku.....”hmm..sekarang code dari sandi itu ialah pernyataan kamu ama aku...”,aku menjawab...lalu tari mengisikan kode dalam gembok itu..ternyata tepat..

Sejak saat itu aku dan Tari jadian....dan apakah kalian tau? itu karena Sebuah ko tak kecil.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment