Pages

Sunday, May 20, 2012

MAKALAH KOMUNIKASI POLITIK PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA INDONESIA

MAKALAH KOMUNIKASI POLITIK
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA INDONESIA

DISUSUN OLEH:
NAMA        :WIRIYANTO ASWIR
NIM        :
MK        :

JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
2012













DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB  I : PENDAHULUAN
1.1    LATAR BELAKANG
1.2    TUJUAN PENULISAN
1.3    MANFAAT PENULISAN

BAB  II : PEMBAHASAN
2.1 DEFENISI KOMUNIKASI ,POLITIK DAN PANCASILA
2.2 BENTUK DAN HUBUNGAN KOMUNIKASI POLITIK PANCASILA DI INDONESIA

BAB III: PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
3.2 SARAN








KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan yang maha Esa karena dengan limpahan karunialah ,saya dapat menyelesaikan tugas individu yang berjudul MAKALAH KOMUNIKASI POLITIK PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA INDONESIA.

Selanjutnya saya menyadari bahwasanya masih terdapat kejanggalan dan kekurangan di dalam makalah ini.Makadari itu kepada siding pembaca diharapkan masukannya demi kesempurnaaan makalah ini adanya















BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Makalah ini ditulis karena keperluan kita untuk menggali lebih dalam sejarah bangsa dan dasar Negara kesatuan Republik Indonesia.Dalam hal ini Pancasila sebagai ideology bangsa sesungguhnya telah diajarkan dan diwarisi oleh para pendiri bangsa yang digali dari nilai nilai budaya bangsa kita sendiri.Akan tetapi minimnya minat kita mempelajarinya membuat kita kurang memahami apa itu Pancasila dan nilai nilai bagaimana yng dikandung didalamnya.

1.2    Tujuan Penulisan
Tulisan makalah ini ditujukan kepada rekan rekan siding  pembaca untuk menambah bahan berpikir kita dalam hal dan wacana yang membahas mengenai Komunikasi Politik Pancasila.Selain itu makalah ini berisi rujukan dari berbagai sumber yang kami harapkan akan berguna bagi diri kami sendiri dan juga diharapkan kepada siding pembaca



1.3    Manfaat penulisan
Manfaat yang kami harapkan dengan ditulisnya makalah ini tentulah bermaksud baik kehendak ingin mendalami ilmu pengetahuan mengenai komunikasi politik pancasila itu sendiri.Selain itu manfaat penulisan ini memotivasi kita semua untuk kembali membuat karya karya tulis  yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas makalah ini.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DEFENISI KOMUNIKASI ,POLITIK DAN PANCASILA

a.Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)
Analisis Pengertian Komunikasi Dan 5 (Lima) Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell Sat, 10/11/2007 - 6:54pm — Rejals Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960).
Analisis 5 unsur menurut Lasswell (1960):
1. Who? (siapa/sumber). Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi,bisa seorang individu,kelompok,organisasi,maupun suatu negara sebagai komunikator.
2. Says What? (pesan). Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada penerima(komunikan),dari sumber(komunikator)atau isi informasi.Merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili perasaan,nilai,gagasan/maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan yaitu makna,symbol untuk menyampaikan makna,dan bentuk/organisasi pesan.
3. In Which Channel? (saluran/media). Wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator(sumber) kepada komunikan(penerima) baik secara langsung(tatap muka),maupun tidak langsung(melalui media cetak/elektronik dll).
4. To Whom? (untuk siapa/penerima). Orang/kelompok/organisasi/suatu negara yang menerima pesan dari sumber.Disebut Tujuan

5. With What Effect? (dampak/efek). Dampak/efek yang terjadi pada komunikan(penerima) setelah menerima pesan dari sumber,seperti perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan, dll.
Contoh: Komunikasi antara guru dengan muridnya. Guru sebagai komunikator harus memiliki pesan yang jelas yang akan disampaikan kepada murid atau komunikan.Setelah itu guru juga harus menentukan saluran untuk berkomunikasi baik secara langsung(tatap muka) atau tidak langsung(media).Setelah itu guru harus menyesuaikan topic/diri/tema yang sesuai dengan umur si komunikan,juga harus menentukan tujuan komunikasi/maksud dari pesan agar terjadi dampak/effect pada diri komunikan sesuai dengan yang diinginkan.
Kesimpulan: Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect

b.Politik
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.[1] Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
•    politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
•    politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
•    politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
•    politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.

  c.Komunikasi Politik
Secara sederhana, komunikasi politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara ”yang memerintah” dan ”yang diperintah”.

    d.Pancasila

Pancasila telah menjadi istilah resmi sebagai dasar falsafah negara Republik Indonesia, baik ditinjau dari sudut bahasa maupun sudut sejarah.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi Pancasila:

IR. SOEKARNO
Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia

PANITIA LIMA Pancasila adala lima asas yang merupakan ideologi negara. Kelima sila itu merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hubungan antara lima asa erat sekali, berangkaian, dan tidak berdiri sendiri.

PROF. DRS. MR NOTONEGORO
Pancasila merupakan dasar falsafah negara Indonesia

PADA LAMBANG NEGARA RI "GARUDA PANCASILA"
Pancasila adalah dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan, serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia

 BUNG YAMIN
Pancasila adalah weltanschauung, falsafah negara Republik Indonesia, bukan satu agama baru!


2.2 BENTUK DAN HUBUNGAN KOMUNIKASI POLITIK PANCASILA DI INDONESIA
 
A.Komunikasi Politik dan Ideologi Politik
Pentingnya ideologi dalam pembentukan serta befungsi dan berperannya Opini Publik dalam suatu negara, telah terbukti dalam sejarah.Ideologi adalah suatu pandangan hidup atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalamyang dipunyai dan dipegang oleh suatu masyarakat tentang bagaimana cara yang sebaiknyamengatur tingkah laku bersama dalam segi kehidupan manusiawi (Alfian, 1980:109). Ideologi juga dapat diartikan sebagai pandangan hidup, filsafat hidup atau sikap menal yang dapatdimiliki oleh indivedu atau masyarakat dalam kehidupan bersama.Ideologi selalu menjadi sumber yang pokok terjadinya kebebasan informasi dalamkomunikasi politik, sehingga ideologi akan membentuk proses terbentuk dan terbinanya OpiniPublik suatu bangsa.Demokrasi mengharuskan adanya kebebasan informasi yang mencakup kebebasanmenyatakan pendapat dan kebebasan pers. Meskipun demikian masih ada negara yang menganutatau masih berpola ideologi otoritarian, yang belum memberikan kebebasan yang luas kepadarakyat dalam menyatakan pendapat dan menyampaikan informasi terutama melalui media massa(surat kabar, film, radio, dan televisi).


Komunikasi Politik dan Ideologi Pancasila
 
σPengelola sumber-sumber komunikasi lebih tinggi frekuensinya berada pada Presiden, baik sebagai kepala pemerintahan (eksekutif) maupun sebagai kepala negara.
σKehidupan infrastruktur komunikasi berkembang sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai
  lembaga input bagi suprastruktur komunikasi.
σPendapat umum dijamin oleh ketentuan peraturan yang berlaku, sesuai dengan sifatnyabahwa Negara Indonesia adalah sebagai negara hukum (rachts staat).
 
σPengaturan hak-hak asasi manusia sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia. Halini sebagai suatu identitas bahwa sistem komunikasi Indonesia berbeda dengan sistem lain.Dalam hal kesertaan masyarakat di bidang media massa, maka masyarakat diberi
 
kesempatan untuk mengelolanya.
σPers yang berorientasi, bersikap dan bertingkah laku berdasarkan nilai-nilai Pancasila danUndang-Undang Dasar 1945 (Dewan Pers, 1984).
 
σHakekat pers Pancasila menurut dewan pers : pers yang bebas dan bertanggung jawab dalammenjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, penyaluraspirasi rakyat dan control sosial yang konstruktif.
 
σPers Pancasila dilatarbelakangi oleh filsafat Pancasila dan sistem sosial dan politik sertasistem hukum sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945, hal ini menunjukkan bahwapers Pancasila memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan sistem pers di negaralain. Pers Pancasila diluar paham liberal dan otoriter yang dikenal luas di seluruh dunia
   

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari makalah ini adalah bahwasanya Ideologi Pancasila telah mengatur pola korelasi antara Komunikasi politik dalam system politik Indonesia itu sendiri.Hal ini bias kita saksikan pada dewan pers yang terbentuk melindungi dan bertanggung jawab akan komunikasi yang terjadi dalam proses komunikasi politik itu sendiri
3.2 SARAN
Saran kami adalah marilah kita bersama memperkaya khazanah pengetahuan kita mengenai nilai nilai kounikasi politik Pancasila itu sendiri













DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/85335021/Komunikasi-Politik-Dan-Ideologi-Politik
http://id.shvoong.com/social-sciences/1897611-pengertian-komunikasi-politik/
http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/2157547-definisi-dan-pengertian-politik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_definisi_komunikasi
http://www.scribd.com/doc/85335021/Komunikasi-Politik-Dan-Ideologi-Politik

No comments:

Post a Comment

Post a Comment