Pages

Sunday, May 20, 2012

Obrolan anjing penjaga rumah tua

Suatu hari yang mungkin biasa saja,segerombolan mahluk berkaki dua bertanya tanya soal arah kakiku melangkah,ada yang bilang aku berniat naik tangga A bersama adik asuhan ku.Ada pula yang berbisik bisik ,bahwa aku berniat naik tangga B bersama adik asuhanku lainnya.

Ditangga yang sama menuju gerbang yang sama.Aku dan adikku  membawa sekantong kecil pelastik berisi bekal yang akan kusuguhkan di rumah miskin yang tak terurus dengan baik.Rumah itu diisi anjing gila keparat yang mengumbar umbar tipu muslihat.Anjing anjing itu beragam bentuk dan rupanya.

Anjing pertama menyalakkan gonggongannya kepadaku,aku menatap matanya seolah aku dapat menerka apa yang ia bicarakan.begini kira kira katanya

"hai,manusia keparat...Selama ini apa yang telah kau lakukan sehingga kau berani menaiki tangga ini? "

lalu anjing kedua menyalak pula kepadaku

"hai,manusia sialan..aku lebih memilih manusia bertubuh bonsor dibelakang kau,karena ia lebih bisa berkata manis dalam berbicara"

lalu Anjing sialan yang ketiga menyalak

"hai babi hutan,bukankah kau yang setahun lalu ingin menjadi rivalku,kini aku telah menjadi anjing penguasa,maka kau takkan kubiarkan menaiki tangga rumah ini"

lalu anjing yang keempat berbahasa

"hai,laknat! bukankah kau yang memecahkan kaca rumah sebelah dideretan rumah kami? bekal apa yang kan kau bawa? sedang kau tak pernah bermanis muka kepada kami?"

lalu anjing kelima menatap ku dalam dalam

"hai sialan,aku lebh memilih manusia yang disini adalah mereka yang menjanjikan,kembalilah bersama adikmu"

Sejenak ,aku melangkah mundur,rumah tua tinggallah rumah
ku pikir aku hendak bersurut
sedang bekalku tak pernah terbuka

anjing anjing ini lebih menyukai disuapi makanan manis
walaupun sebenarnya berisi nanah dan darah hina

anjing anjing disini lebih menyukai nyanyian sepi
walaupun sebenarnya lagunya dinyanyikan pelacur tua

anjing -anjing malang

lalu adikku berbisik
"kakak majulah,kita sudah terlalu jauh melangkah,sayang sekali bila bersurut,anjing anjing biarkan menggong gong"

dan aku melangkah dan meniti tangga rumah tua
entah siapa yang dahulu sampai
entahlah

No comments:

Post a Comment